Categories: IndeksOlahraga

Rupiah Borobudur Playon 2026: Donasikan Rp600 Juta dari Pendaftaran untuk Pengelolaan Sampah

Suasana gelaran Rupiah Borobudur Playon 2026 di Kabupaten Magelang, Minggu, 5 Juli 2026. Foto: Ist.

MAGELANG — Gelaran Rupiah Borobudur Playon 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Seluruh dana pendaftaran peserta yang terkumpul lebih dari Rp600 juta akan disalurkan kepada 10 desa di sekitar Borobudur untuk mendukung program pengelolaan sampah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia yang setiap tahun menghadirkan Rupiah Borobudur Playon dengan menggabungkan olahraga, pemberdayaan ekonomi, edukasi, hingga aksi sosial.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu konsisten menyelenggarakan kegiatan ini,” kata Sumarno saat Konferensi Pers di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu, 5 Juli 2026.

Menurutnya, manfaat kegiatan tersebut tidak berhenti pada aspek kesehatan. Event lari juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata olahraga (sport tourism).

“Jawa Tengah pertumbuhan ekonominya banyak ditopang konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi tentu saja harus banyak mendatangkan orang dari luar Jawa Tengah,” ujarnya.

Sumarno menilai Rupiah Borobudur Playon menjadi contoh bagaimana sebuah event olahraga mampu memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menggerakkan sektor pariwisata dan UMKM, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan dampak sosial melalui penyaluran dana pendaftaran peserta untuk masyarakat sekitar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan seluruh dana pendaftaran peserta, yang nilainya mencapai lebih dari Rp600 juta, akan disalurkan kepada 10 desa di sekitar Borobudur untuk mendukung program pengelolaan sampah.

“Yang kami peroleh dari pendaftaran pelari itu kira-kira Rp600 juta dan itu akan kami donasikan ke 10 desa untuk program pengolahan sampah,” ujarnya.

Selain lomba lari 5K dan 10K, kegiatan juga menghadirkan puluhan UMKM binaan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, perlindungan konsumen, Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), hingga operasi pasar murah.

Noor menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap Rupiah Borobudur Playon terus meningkat. Jika pada penyelenggaraan perdana tahun 2023 diikuti sekitar 2.000 peserta, tahun ini jumlahnya mencapai sekitar 4.000 pelari.

Antusiasme peserta juga terlihat dari keikutsertaan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi mengikuti kategori 5 kilometer, sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menuntaskan rute 10 kilometer bersama ribuan pelari lainnya.

Salah satu peserta asal Yogyakarta, Laras Khalifah, mengaku kembali mengikuti Rupiah Borobudur Playon karena suasana yang ditawarkan selalu membuatnya nyaman. Tahun ini merupakan kali ketiganya mengikuti ajang tersebut.

“Event ini sangat menyenangkan. Rutenya juga bagus. Kebetulan tadi tidak terlalu panas, suasananya meriah, saya ikut bersama anak saya dan kami sangat menikmati event ini,” ujar Laras.

Menurutnya, kedekatan lokasi dengan tempat tinggal menjadi salah satu alasan memilih Rupiah Borobudur Playon. Namun, yang membuatnya terus kembali adalah atmosfer kawasan Borobudur yang sejuk dan menyenangkan.

“Selain dekat dari rumah, suasananya juga sejuk dan menyenangkan. Itu yang membuat saya tertarik ikut lagi,” katanya.

Indospektrum

Recent Posts

Jokowi Angkat Bicara Soal Wacana Hak Angket DPR Terkait Ijazah Wapres Gibran

SOLO - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons wacana hak angket di DPR terkait polemik…

1 jam ago

Tingkatkan Tata Kelola Kampus, UMH Lakukan Benchmarking Penjaminan Mutu dan PPKPT ke UMS

SOLO - Penguatan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi tidak berhenti pada akreditasi, tetapi berlanjut pada…

14 jam ago

Mengenal NECIS: Alat Pemusnah Jarum Medis Portabel Berbasis IoT Ciptaan Mahasiswa UMS

SOLO – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengembangkan Needle Crusher Integrated System (NECIS), inovasi…

15 jam ago

Promo Tengah Bulan Cuan Blibli 15-16 Oktober: Ada Buy 1 Get 1 hingga Flash Sale 70%

JAKARTA - Pernah baru sadar deterjen habis saat keranjang pakaian sudah menumpuk? Atau kehabisan stok…

15 jam ago

Ratusan Perguruan Tinggi di Jawa Tengah Berpartisipasi Entaskan Kemiskinan

SALATIGA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melibatkan 123 perguruan tinggi diwilayahnya guna mengentaskan kemiskinan. Hal…

15 jam ago

Trafik Internet Naik Pesat, XLSMART Hadirkan Jaringan 5G Lebih Luas untuk Warga Jogja dan Solo

SOLO – Aktivitas digital masyarakat di Yogyakarta dan Solo terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan internet…

16 jam ago

This website uses cookies.