Categories: EkonomiIndeks

Sektor Jasa Keuangan Solo Raya Tetap Stabil dan Tumbuh Positif di Akhir 2025

Ilustrasi – Kantor OJK Solo. Foto: Ist.

SOLO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo melaporkan bahwa kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di Solo Raya tetap berada pada posisi stabil dengan profil risiko yang terjaga hingga akhir Desember 2025. Pertumbuhan positif terlihat pada sejumlah sektor, meskipun terdapat dinamika pada penyaluran kredit perbankan.

Berdasarkan data Desember 2025, aset perbankan di Solo Raya tercatat naik sebesar 11,23 persen secara year on year (yoy), mencapai Rp121.301 triliun. Kepercayaan masyarakat juga meningkat yang ditandai dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 4,98 persen menjadi Rp102,45 triliun.

Meskipun aset dan simpanan tumbuh, penyaluran kredit/pembiayaan perbankan mengalami sedikit kontraksi sebesar 2,61 persen atau turun sekitar Rp2,76 triliun. Likuiditas perbankan dipastikan tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 100,43 persen.

“Kredit modal kerja menjadi jenis penggunaan terbesar dengan nilai mencapai Rp53,64 triliun,” kata Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, Kamis (26/2/2026).

Sektor Pasar Modal menunjukkan gairah yang kuat dengan peningkatan jumlah investor (SID) sebesar 22,99 persen (yoy) menjadi 583.256 SID. Kota Surakarta mencatatkan transaksi saham tertinggi di wilayah ini dengan nilai Rp1,39 triliun.

Sektor Dana Pensiun juga membukukan kinerja positif. Total aset dana pensiun di Solo Raya meningkat 7,17 persen (yoy) menjadi Rp611,72 miliar pada Desember 2025. Peningkatan ini sejalan dengan naiknya nilai investasi dana pensiun yang mencapai Rp573,85 miliar.

Perlindungan Konsumen dan Edukasi Keuangan
OJK Solo terus berkomitmen melindungi konsumen dengan menindaklanjuti 407 pengaduan yang masuk hingga Desember 2025. Mayoritas pengaduan berkaitan dengan masalah kredit (79 persen). Selain itu, terdapat 967 pengaduan langsung (walk-in) yang didominasi oleh isu pinjaman daring (pinjol) legal dan ilegal serta penipuan.

Melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK juga fokus melawan praktik rentenir. Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) telah menyalurkan Rp29,05 miliar kepada 9.109 debitur di Kota Surakarta dan Kabupaten Wonogiri.

Pihaknya berharap berbagai inisiatif literasi ini dapat membantu masyarakat mengelola keuangan dengan bijak dan terhindar dari investasi ilegal maupun judi online yang marak terjadi.

Indospektrum

Recent Posts

Sungkeman dan Sengkeran Awali Rangkaian Dhaup Ageng di Pura Mangkunegaran Solo

SOLO - Acara Sungkeman dan Sengkeran yang dijalani G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) mengawali…

2 jam ago

Musim Hujan Tiba, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Mitigasi Bencana dan Infrastruktur Diperkuat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta penguatan mitigasi bencana seiring mulai datangnya musim…

2 jam ago

Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Perkuat Sistem Pengawasan Terintegrasi Bareng KPK dan BPK

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sistem pengawasan terintegrasi sebagai upaya mencegah praktik korupsi…

2 jam ago

Pemprov Jateng Gelontorkan Rp65,5 Miliar untuk Rehabilitasi Irigasi dan Perpipaan Pertanian

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Rp65,5 miliar pada 2026 untuk rehabilitasi jaringan…

3 jam ago

Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan demi Perkuat Lumbung Pangan Nasional

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan 1.507 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) selama…

3 jam ago

Penggeledahan di Sukoharjo, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah oleh informasi yang…

6 jam ago

This website uses cookies.