Categories: IndeksNews

Taj Yasin Dukung Pemanfaatan 57 Hektare Lahan Tidur di Banjarnegara untuk Ketahanan Pangan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen melakukan penanaman jagung bersama di lahan tidur 57 hektare di Desa Bandingan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara Selasa, 14 Juli 2026. Foto: Ist.

BANJARNEGARA — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mendukung pemanfaatan lahan tidur seluas 57 hektare di Desa Bandingan, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Lahan milik Indonesia Power tersebut dikelola melalui kolaborasi Santri Gayeng Nusantara (SGN) bersama kelompok tani. Pemanfaatannya ditandai dengan penanaman jagung bersama, Selasa, 14 Juli 2026. Ke depan, kawasan itu akan dikembangkan menjadi pertanian terpadu sekaligus Agro Eduwisata Religi.

Taj Yasin mengatakan, pemanfaatan lahan yang selama ini belum tergarap merupakan bentuk pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan, melalui optimalisasi lahan produktif dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kerja sama antara SGN, kelompok tani, dan Indonesia Power tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian seperti jagung, tetapi juga mengembangkan hortikultura, perikanan, hingga peternakan. Model tersebut diharapkan membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Gus Yasin menilai keterlibatan SGN menjadi bukti bahwa pesantren dapat mengambil peran lebih luas dalam pembangunan masyarakat.

Selain menjalankan fungsi pendidikan keagamaan, lanjut dia, pesantren juga mampu menjadi fasilitator pemberdayaan ekonomi melalui sektor pertanian.

“Inilah bentuk pemberdayaan pesantren. Bukan hanya memberikan pendidikan keagamaan saja, tetapi juga pergerakan pertanian dan ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan, Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung jagung nasional. Pada 2025, produksi jagung mencapai 3,721 juta ton atau menyumbang sekitar 17,02 persen terhadap produksi nasional.

Capaian itu akan terus ditingkatkan melalui perluasan areal tanam dan kolaborasi dengan kelompok tani, kalangan santri, serta berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, penguatan produksi jagung menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan dan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

“Kalau ketahanan pangan kita siap, ekonomi enggak bisa digoyang, enggak bisa diintervensi oleh negara manapun,” tegasnya.

Selain meningkatkan produksi pangan, pengembangan kawasan tersebut juga mengedepankan aspek konservasi lingkungan. Pepohonan besar tetap dipertahankan sehingga aktivitas pertanian berjalan tanpa merusak ekosistem.

Ke depan, kawasan itu akan dikembangkan sebagai Agro Eduwisata Religi yang memadukan pertanian, peternakan, perkebunan, edukasi, dan kegiatan keagamaan, termasuk fasilitas manasik haji.

Ketua SGN Pusat, Muhammad Chamzah Hasan, mengatakan gagasan pemberdayaan santri melalui sektor pertanian berawal dari arahan Wagub Taj Yasin agar SGN hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, pihaknya bersama Indonesia Power mengelola lahan seluas 57 hektare yang akan dimanfaatkan secara bertahap bersama kelompok tani.

“Santri Gayeng berada di depan sebagai fasilitator, tetapi yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat, terutama kelompok tani. Dari masyarakat dan kembali untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Himawan Wahyu, menjelaskan kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep pertanian terintegrasi yang menggabungkan sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, kehutanan, hingga wisata edukasi.

Selain jagung, kawasan itu juga ditanami padi, cabai, kembang kol, dan terong. Dari sektor kehutanan ditanam pohon multipurpose seperti durian dan alpukat. Sementara sektor peternakan dikembangkan melalui budidaya kambing dengan sistem silvopastura, sehingga limbah ternak dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

Menurut Himawan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan dukungan pengembangan jagung seluas 3.200 hektare pada 2026 sebagai bagian dari program swasembada jagung, termasuk di Kabupaten Banjarnegara.

Indospektrum

Recent Posts

Ribuan Penonton Bertahan Hingga Malam, Final MTQ Nasional XXXI di Semarang Berlangsung Khidmat

SEMARANG – Malam sudah menjelang saat gelaran final Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional ke-31…

18 menit ago

Solo Red Cross Festival 2026 Resmi Ditutup, PMI Surakarta Apresiasi Pendonor 100 Kali

SOLO - Rangkaian Solo Red Cross Festival 2026 resmi berakhir di Solo Paragon Mall, Kamis…

16 jam ago

Gandeng Cinta Laura, Langkah Membumi Market 2026 Ajak Anak Muda Terapkan Better Living

JAKARTA – Langkah Membumi kembali hadir untuk kelima kalinya dengan mengusung konsep Market. Menjelang acara…

16 jam ago

MPAI UMS Makin Diminati Mahasiswa dari Indonesia hingga Mancanegara

SURAKARTA - Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali…

17 jam ago

Ilmu Komunikasi UMS Jajaki Kerjasama Internasional dengan USIM Malaysia

MALAYSIA - Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi dan Magister Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)…

17 jam ago

Benchmarking Humas dan Protokoler UMS jadi Rujukan UNAMIN

SURAKARTA - Pengalaman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id dalam mengelola kehumasan, media, laman perguruan tinggi,…

17 jam ago

This website uses cookies.