Categories: Gaya HidupNews

Teater Lingkar Hadirkan Lakon “Rojo Tikus” di Demak, Libatkan Budayawan Sujiwo Tejo

Kelompok Teater Lingkar menghadirkan pertunjukan bertajuk “Rojo Tikus” pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 19.00 di Stadion Pancasila, Kabupaten Demak. Foto: Ist.

DEMAK – Kelompok Teater Lingkar menghadirkan pertunjukan bertajuk “Rojo Tikus”, sebuah karya pakeliran multidimensi yang memadukan teater modern dengan kekuatan tradisi pedalangan Jawa.

Pementasan ini menjadi istimewa karena melibatkan budayawan nasional, Sujiwo Tejo, dalam proses kreatifnya. Pertunjukan gratis yang disutradarai sekaligus didalangi oleh Sindhunata Gesit Widiharto ini, akan digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 19.00, di Stadion Pancasila, Kabupaten Demak.

Humas Teater Lingkar, Ario Bimo Gesit, mengatakan, karya ini digadang-gadang sebagai persembahan budaya dengan memperpadukan unsur magis, kritik sosial, serta filosofi Jawa yang dikemas dalam satu panggung pertunjukan.

“Konsep pakeliran multidimensi ini menggabungkan berbagai cabang seni. Mulai dari pedalangan, teater, hingga tari, dengan iringan musik yang memadukan instrumen diatonis dan pentatonis,” ujar Ario melalui keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (24/4/2026).

Ia menambahkan, meski dikemas secara modern, pertunjukan tersebut tetap berpijak pada pakem tradisi sebagai fondasi utama. Pementasan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Dalam pentas ini, Sindhunata berperan ganda sebagai sutradara sekaligus dalang, yang dikenal dengan sebutan “sutradalang”.

Dalam lakon “Rojo Tikus”, penonton akan disuguhkan kisah satir tentang sosok pemimpin korup bernama Tuan Wirog Bawono, yang digambarkan sebagai “tikus berdasi” dari Negeri Sahara. Tokoh tersebut diceritakan membangun kekuasaan melalui praktik kotor hingga melahirkan “Orde Tikus”.

Konflik berkembang ketika Wirog Bawono berniat bertobat dan kembali ke jalan kebenaran. Namun, niat itu mendapat penentangan dari lingkungan terdekatnya, termasuk sang istri, Queen Milly Cherry, serta para pengikut setianya.

Pergulatan batin tokoh utama semakin kompleks dengan hadirnya sosok mendiang ibunya dalam mimpi yang memberi nasihat, berhadapan dengan leluhur kejam bernama Kakek Jinada yang mendorongnya tetap berada di jalan keserakahan.

Pertarungan antara nilai kebajikan dan kerakusan tersebut menjadi inti cerita yang sarat kritik sosial. Melalui pertunjukan ini, penonton diajak merefleksikan kondisi sosial sekaligus menyaksikan kemungkinan perubahan seorang pemimpin, apakah menuju kebijaksanaan atau tetap terjerumus dalam lingkaran korupsi.

Pementasan “Rojo Tikus” yang terbuka untuk masyarakat umum dan cuma-cuma ini, diharapkan menjadi ruang apresiasi seni sekaligus refleksi sosial melalui medium seni budaya.

Indospektrum

Recent Posts

Indonesia Masuk 10 Negara Terkotor, Pakar UMS Soroti Kemalasan Membuang Sampah

SOLO - Dalam laporan Ultimate Kilimanjaro pada tahun 2025, Indonesia termasuk dalam kategori 10 negara…

44 menit ago

Boyong 28 UMKM ke KKI 2026, BI Solo Cetak Omzet Rp3,5 Miliar

JAKARTA – Sebanyak 28 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia…

2 jam ago

Respons Cepat Aduan PKH di Medsos, Langkah Gubernur Ahmad Luthfi Tuai Pujian Netizen

SEMARANG - Unggahan Gubernur Ahmad Luthfi di akun instagram pribadinya sedang disorot netizen. Postingan pada…

14 jam ago

UMS Resmi Ditunjuk Jadi Venue Utama ABU Robocon 2027 di Indonesia

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id semakin menegaskan kiprahnya di tingkat internasional setelah dipercaya…

16 jam ago

PROJEK-D VOL.5 Siap Digelar di De Tjolomadoe, Tampilkan 4 Panggung Hingga Gelak Tawa Stand Up Indo Solo

SOLO - Perhelatan musik PROJEK-D VOL.5 siap digelar pada 5 September 2026 di De Tjolomadoe,…

16 jam ago

Viral Aksi Moshing Mahasiswa di Pendopo, Rektor ISI Solo Minta Maaf dan Siapkan Sanksi

SOLO - Aksi sejumlah orang diduga mahasiswa melakukan moshing di Pendopo Institut Seni Indonesia (ISI)…

19 jam ago

This website uses cookies.