Categories: EkonomiIndeks

UMS dan Bank Jateng Syariah Jalin Kolaborasi Perkuat Sinergi Pengembangan Ekonomi Syariah

Prof Ihwan Susila S.E, M.Si, Ph.D menyampaikan materi Hilirisasi Riset Ekonomi Syariah dan Tantangan Kolaborasi di Era Digital. Foto : Ist.

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggandeng Bank Jateng Syariah menggelar seminar bertajuk “Peran Kolaboratif Perguruan Tinggi dan Bank Syariah dalam Pengembangan Ekonomi Syariah“, di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini menyoroti pentingnya sinergi antara akademisi dan industri keuangan dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Dalam sambutan pembuka, Wakil Rektor IV Bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Organisasi UMS Prof dr Dr Em Sutrisna M.Kes menegaskan, kebutuhan terhadap sistem ekonomi syariah semakin relevan, terutama di sektor perbankan.

“Kolaborasi ini mendorong komitmen menuju sistem yang lebih syariah, setidaknya dengan mulai meninggalkan praktik konvensional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama antara Bank Jateng Syariah dan Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UMS menjadi langkah konkret untuk mempercepat transformasi tersebut.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof Ihwan Susila S.E, M.Si, Ph.D, Dr Slamet Sulistiono S.E, M.M dan Cholidi Asadil Alam S.I.Kom, M.I.Kom, M.E Sebagai narasumber pertama, Ihwan Susila membawakan materi bertajuk “Hilirisasi Riset Ekonomi Syariah dan Tantangan Kolaborasi di Era Digital”.

Ia menyoroti berbagai tantangan di era digital seperti risiko keamanan siber seperti phishing, pencurian identitas, ransomware, seiring masifnya penyimpanan data digital.

Di sektor pendidikan dan UMKM, Ihwan menilai adaptasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak, termasuk dalam pemasaran digital. Isu privasi dan etika dalam pengembangan akal imitasi (AI) juga menjadi perhatian penting.

Dalam konteks riset, ia menjelaskan ekonomi syariah mencakup berbagai bidang, mulai dari literasi dan inovasi digital, keuangan dan perbankan syariah, filantropi Islam, industri halal, hingga fondasi teoritis dan etika bisnis. Ia menekankan pentingnya hilirisasi riset.

“Hilirisasi riset penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, mempercepat industri strategis, serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, Slamet Sulistiono membawakan materi “Implementasi Sinergi dan Kolaborasi Perbankan Syariah untuk Negeri”. Dirinya menegaskan, kolaborasi dengan perguruan tinggi memiliki tiga tujuan utama, yakni mendorong transformasi keuangan syariah Indonesia agar mampu bersaing secara global, meningkatkan peran keuangan syariah dalam mengurangi ketimpangan sosial ekonomi, serta menjadi prasyarat hilirisasi riset.

Slamet juga memaparkan tantangan riil di lapangan, termasuk kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil dan tingginya angka pencari kerja. Menurutnya, peran bank syariah perlu diperluas, terutama dalam mendukung sektor UMKM.

Slamet melanjutkan, Bank Jateng Syariah, kini mengusung tagline “Teman Tumbuh UMKM” sebagai bentuk fokus pada pembiayaan sektor tersebut. Slamet menyebutkan, sekitar 46,2 persen penyaluran pembiayaan Bank Jateng Syariah difokuskan pada sektor UMKM. Namun, ia menyoroti masih minimnya pemanfaatan oleh masyarakat, meski akses terbuka luas.

Sebagai narasumber ketiga, aktor Cholidi Asadil Alam yang dikenal melalui film Ketika Cinta Bertasbih membawakan materi “Peran Media Digital dalam Penguatan Literasi Ekonomi Syariah”.

Dalam paparannya, ia juga menceritakan pengalamannya menerima berbagai tawaran proyek syuting bernuansa islami. Menurutnya, peran tersebut menjadi media efektif untuk menyampaikan nilai-nilai ekonomi dan gaya hidup syariah kepada masyarakat luas, terutama generasi muda melalui platform digital.

Terakhir, seminar diwarnai dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta yang membahas peluang kolaborasi konkret dalam penguatan UMKM dan literasi ekonomi syariah era digital.

Indospektrum

Recent Posts

Gubernur Jateng Cup Taekwondo Open 2026: 2.935 Atlet Adu Kemampuan di GOR Jatidiri

SEMARANG — Sebanyak 2.935 atlet dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan perhelatan Gubernur Jateng Cup…

7 jam ago

Mahasiswa KKN Internasional UMS Ajak Anak-anak SB Banting Belajar Sains Lewat Pembuatan Es Krim

SOLO - Belajar sains tak selalu harus dilakukan di ruang kelas. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta…

7 jam ago

Ahmad Luthfi Dorong Desa Jadi Pemasok Utama Program MBG di Jateng

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mendorong masyarakat desa mengambil peran lebih besar sebagai…

8 jam ago

Dosen FAI UMS Jelaskan Pandangan Muhammadiyah Mengenai Polemik Cadar bagi Muslimah

SOLO - Pemakaian cadar menjadi diskusi berlanjut di kalangan masyarakat muslimah Indonesia. Ada yang berpendapat…

8 jam ago

Targetkan 150 Ribu Pengunjung, Jateng Fair 2026 Resmi Dimulai

SEMARANG —Antusiasme tinggi mewarnai malam pembukaan Jateng Fair 2026 di PRPP Semarang, Jumat 26 Juni…

12 jam ago

Ahmad Luthfi Resmi Buka Jateng Fair 2026: Ajang Transformasi dan Inovasi Jawa Tengah

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi resmi membuka gelaran Jateng Fair 2026 di kawasan…

13 jam ago

This website uses cookies.