Categories: IndeksNews

Tedjowulan Ajukan Audit Keuangan Keraton Solo Periode 2018-2025 ke BPK RI

KGPHPA Tedjowulan. Foto: Dok.

SOLO – Pelaksana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) Kangjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPHPA) Tedjowulan mengajukan permohonan audit keuangan Keraton Solo kepada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Permohonan audit keuangan pada era kepemimpinan Paku Buwono XIII itu untuk periode 2018-2025.

“Ya, saya yang ditugaskan untuk mengantarkan surat kepada Ketua BPK RI di Jakarta,” kata Juru Bicara KGPHPA Tedjowulan, Kangjeng Pakoenegoro melalui keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

Dikatakannya, surat diantarkan pada Kamis 22 Januari 2026. Pakoenegoro menyatakan, saat ini BPK RI sedang dalam tahap pengumpulan bahan keterangan.

“Info dan data sedang dikumpulkan,” tambahnya.

Dalam surat bernomor 02/SKMK.8.2026/PAKKSH/2026 tertanggal 21 Januari 2026 kepada Ketua BPK RI, Tedjowulan menyatakan telah menerima Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026 tentang penunjukan dirinya sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.

Dalam pembukaan surat itu, Gusti Tedjowulan menegaskan penunjukan dirinya sebagai Pelaksana Keraton Surakarta menandai masuknya era kepemimpinan baru dalam pengelolaan keraton.

Ini menegaskan bahwa walau pun ada dua sosok yang telah mengklaim sebagai Paku Buwono XIV, tetap saja belum ada raja yang definitif dan diakui pemerintah.

“Audit keuangan sangat krusial untuk memulai pengelolaan Keraton Surakarta agar kepemimpinan Gusti Tedjowulan bebas dari pertanggungjawaban pengelolaan keuangan era kepemimpinan sebelumnya,” tambah Pakoenegoro.

Tedjowulan memerintahkan agar jangan ada yang berusaha menghalang-halangi dan mengganggu jalannya audit keuangan di Keraton Surakarta.

“Jangan pula menyembunyikan informasi dan data. Pasti ketahuan. Gusti Tedjowulan menghendaki hukum ditegakkan dengan tegas. Siapa yang bersalah, dan merugikan keraton harus dihukum,” tandas Pakoenegoro.

Tedjowulan, lanjutnya juga melarang kepentingan pribadi atau kelompok dalam pengelolaan keraton. Oleh karena itu, tidak boleh lagi terjadi bantuan yang berasal dari APBN/APBD dan dana hibah lainnya disalurkan ke rekening pribadi.

“Harus melalui badan hukum. Semua prosesnya harus bersih, transparan dan akuntabel,” kata Pakoenegoro.

Mengenai keberadaan KGPH Hangabehi akan dimasukkan dalam struktur organisasi yayasan yang didirikan Tedjowulan, Pakoenegoro tidak membantahnya. Namun sampai kini Hangabehi hingga saat ini belum melengkapi sejumlah syarat administrasi.

“Prinsipnya, Gusti Tedjowulan merangkul semua pihak. Baru satu yang kooperatif, hadir ketika diundang. Yang satu lagi belum bersedia hadir,” paparnya.

Pakoenegoro berharap, para pihak yang masih terpecah dalam kubu-kubu bisa kembali akur dan kompak, serta turut bekerja sama mengelola Keraton Solo.

Indospektrum

Recent Posts

Hadir Format Baru 1 Hari 4 Panggung, Projek-D Vol.5 Siap Digelar September 2026 di De Tjolomadoe

SOLO - Festival musik Projek-D Vol.5 akan kembali hadir pada 5 September 2026 di De…

7 jam ago

Flow Before Flight: Sensasi Relaksasi Yoga dengan Latar Pemandangan Pesawat di Bandara Adi Soemarmo

BOYOLALI - Bandara Adi Soemarmo sukses menggelar acara olahraga inovatif yang mengusung tema "Yin Yoga…

9 jam ago

15 Santri Jateng Tembus Beasiswa Luar Negeri, Puluhan Calon Mahasiswa S1-S3 Jalani Tes Akhir Wawancara

SEMARANG - Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jateng tahun 2026 memasuki…

1 hari ago

Momen Hari Anak Nasional, DPD PP PAUD Jateng Dorong Pendidikan Karakter dan Pengasuhan Komprehensif

SEMARANG – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi momentum bagi seluruh orang tua, pendidik,…

1 hari ago

Perkuat Sinergi Pendidikan, BIM University Sambangi SMA Santo Yoseph Denpasar

DENPASAR - BIM University kembali melaksanakan kunjungan ke sekolah menengah atas di Bali sebagai bagian…

1 hari ago

Debut Manis di Vietnam, Atlet Tapak Suci UMS Kirana Tias Raih Emas Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026

SOLO - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id di kancah internasional.…

2 hari ago

This website uses cookies.