
SURAKARTA – Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menyelenggarakan Kuliah Umum bertema Perencanaan Kapasitas dan Sistem Manufaktur untuk Inovasi Desain Produk Berbasis Nanomaterial. Bertempat di Ruang Meeting Lantai 2 Gedung Edutorium K.H Ahmad Dahlan UMS, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki konsen dalam bidang perencanaan kapasitas dan sistem manufaktur, yakni Prof Ir Alva Edy Tontowi M.Sc Ph.D IPU Asean.Eng, Guru Besar FT Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Prof Dr Ir Cucuk Nur Rosyidi S.T M.T, Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Kaprodi Teknik Industri UMS, Siti Nandiroh S.T M.Eng menyambut baik kedatangan dua narasumber tersebut. Menurutnya, kuliah umum ini menjadi wadah untuk memahami perencanaan manufaktur melalui pengalaman belajar dan riset dua narasumber yang telah diundang.
“Kami ucapkan terima kasih kepada dua narasumber yang telah menyempatkan waktu untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan teman-teman mahasiswa teknik UMS, meskipun di tengah agenda kesibukannya yang sangat padat,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa Prodi Teknik Industri UMS dapat aktif bertanya, untuk menggali kedalaman wawasan dan pengalaman yang dimiliki oleh narasumber semoga dapat memberikan pengalaman yang positif kepada mahasiswa teknik industri ums.
Momen ini menurutnya sangat bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa Prodi Teknik Industri UMS, untuk mendapatkan insight dari para pemateri, yang kaya akan pengalaman dan ilmu. Melalui kuliah umum ini, Prodi Teknik Industri UMS berkomitmen membentuk lulusan yang memiliki kapabilitas dalam dunia kerja nantinya.
Pada sesi inti, pemaparan materi dipandu langsung oleh moderator Noor Fitriyani Ramadhani. Sesi pemaparan pertama, disampaikan oleh Prof Ir Alva Edy Tontowi mengawali pemaparan dengan membahas pengaruh perubahan dalam perkembangan dunia industri manufaktur.
“Perkembangan teknologi yang kemudian memunculkan AI, menjadi faktor utama yang merubah tatanan dunia. Bahkan diprediksikan pada tahun 2030 nanti, taraf kinerja otak AI setara dengan taraf kinerja otak manusia. Prediksi tersebut menjadi perdebatan tersendiri di kalangan akademisi, karena dapat menggeser peran dan fungsi manusia dalam bekerja,” tuturnya.
Menurutnya, mayoritas negara telah mengamankan aset pentingnyauntuk memenuhi kebutuhan negara. Disisi lain, gejolak geopolitik global juga turut mempengaruhi perkembangan dunia industri manufaktur.
“Industri manufaktur terganggu dg pergulatan geopolitik dunia, kebanyakan negara menahan produk negaranya untuk dikirimkan ke negara lain, agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya,” tambahnya.
Dalam perencanaan desain produk berbasis nanomaterial, menurut Alva, penting untuk mengetahui size suatu material. Nanomaterial sendiri memiliki batasan ukuran sekitar 1 – 100 nanometer. Salah satu produk yang menggunakan nanomaterial adalah chipset handphone, kumpulan dari beberapa jenis nanomaterial yang dipadatkan.
Ia juga menjelaskan pentingnya menentukan orientasi sebuah produk. Tujuan jelas sebuah produk dapat mempengaruhi keberlanjutan perkembangan suatu produk, sehingga sebuah perusahaan dapat membuat konsep dengan spesifikasi yang varian, agar dapat menjadi opsi yang berkelanjutan.
“Berawal dari desain, pembuatan model atau prototyping yang kemudian diuji coba, hingga dapat dianalisis kekurangan dari suatu produk yang diinginkan sebuah perusahaan tersebut,” jelasnya
Namun di lain sisi, Alva juga menyoroti tindakan pembuangan limbah sembarangan yang sering terjadi pada sebuah perusahaan. Seharusnya sebuah perusahaan produk menyediakan tempat pembuangan limbah, agar dapat menjaga lingkungan sekitarnya.
“Sampah seharusnya ditanggung oleh perusahaannya sendiri. Karena penggunaan teknologi yang bersih menjadi kunci utama untuk meningkatkan value sebuah perusahaan,” paparnya.
Kemudian, dalam pemaparan materi kedua, Prof Cucuk Nur Rosyidi mengutip Q.S. Yunus ayat 61 yang menjelaskan kekuasaan Allah dalam melihat segala sesuatu yang ada di bumi meskipun itu dengan ukuran yang sangat kecil.
Menurutnya, keterbatasan manusia dalam melihat material berukuran kecil menjadi suatu rezeki yang perlu disyukuri oleh manusia. “Perlu kita syukuri bersama bahwa kita diberi batasan penglihatan oleh Allah, karena dengan kemampuan melihat objek material kecil bisa jadi membuat manusia rumit dalam hidup.” jelasnya.
Dalam proses perencanaan sebuah produk, menurutnya, penting untuk menentukan kapasitas dalam sebuah perusahaan. Kapasitas menjadi batas untuk perusahaan dalam proses produksi, agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
“Kapasitas merepresentasikan kapabilitas suatu sistem untuk menghasilkan barang di pabrik, lini produksi, atau seluruh fasilitas manufaktur. Maka, sangat penting sekali untuk memanajemen kapasitas,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan ada tiga tipe kapasitas dalam sebuah perusahaan industri. Pertama, kapasitas desain yakni output maksimal yang dihasilkan oleh mesin pada kondisi ideal. Kedua, kapasitas efektif adalah kapasitas yang memperhitungkan kendala-kendala yang terjadi pada sebuah perusahaan. Ketiga, kapasitas aktual ini adalah kapasitas sebenarnya, atau output maksimum sebenarnya yang bisa dihasilkan oleh satu sistem produksi.











