SOLO – Ratusan atlet Tapak Suci penuhi Gedung Edutorium K.H. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), saling beradu ketangkasan dan kekuatan demi merebutkan medali emas di ajang The First Muhammadiyah Games Cabor Tapak Suci.
Segala kebutuhan disiapkan dengan matang hingga hari pertandingan, mulai dari kebutuhan latihan, properti, dan asupan gizi. Banyak ditemukan dari atlet yang mengkonsumsi pisang sebelum bertanding.
Ditinjau dari segi manfaat, buah pisang memiliki zat kalium tinggi. Jadwal pertandingan padat dan intensitas pertandingan yang cukup sengit, menyebabkan daya tubuh melemah. Buah pisang dengan zat kaliumnya menjadi solusi untuk menstabilkan detak jantung dan tekanan darah pada tubuh.
Audreey Salsabila, atlet dari Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITBA) Lamongan menyatakan dirinya sering mengonsumsi buah pisang sebelum bertanding. Menurutnya, buah pisang memiliki zat karbohidrat di dalamnya, sebagai alternatif pengganti nasi.
“Biasanya saya makan pisang buat gantiin nasi, biar perut nggak kosong dan nggak terlalu kenyang,” ungkapnya.
Audreey menuturkan saat bertanding merasa lebih kuat daya tahan tubuhnya, jika mengonsumsi buang pisang pra pertandingan.
“Mungkin karena mindset saya aja sih, jadi kalo makan pisang tubuh serasa lebih kuat dan lebih yakin waktu tanding,” tuturnya, Sabtu (16/5/2026).
Mayoritas atlet Pencak Silat mengonsumsi buah pisang dengan jenis tertentu, diantaranya yaitu: Pisang Ambon, Pisang Cavendish, dan Pisang Raja. Ketiga pisang menjadi pilihan favorit atlet karena memiliki khasiat tinggi di mata para atlet.
Menurut Audreey, buah pisang menjadi alternatif kebutuhan nutrisi atlet yang simpel dibawa, karena instan dan praktis untuk dikonsumsi.
Di sisi lain, Rakha Hygal Gibran, atlet asal ITBA Lamongan memberikan resep diet atau penurunan berat badan yang menarik. Ia mengonsumsi buah nanas sebagai alternatif diet. Menurutnya, nanas dapat melancarkan pencernaan.
“Kalau berat badan saya lagi over atau lebih dari standar kelas tanding Pencak Silat, saya memilih buah nanas sebagai pendukung diet,” ujarnya.
Ia sering mengosumsi buah nanas dengan diolah menjadi jus. Efektivitas pemanfaatan buas nanas lebih baik tanpa dicampur dengan gula.
“Kalau bisa pengelolaan jus nanasnya tanpa mencampurkan gula, biar khasiatnya tidak terkontaminasi,” tambahnya.
SURAKARTA – Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menggelar EXIT 2026: Architecture of…
JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh pemanfaatan Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon…
SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui PT Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) menggulirkan program…
SEMARANG — Rencana investasi pembangunan mini refinery berkapasitas 10 ribu barel per hari senilai Rp5…
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta pembenahan kawasan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan…
SEMARANG - Antusiasme masyarakat Jawa Tengah menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI sangat tinggi.…
This website uses cookies.