Categories: IndeksPendidikan

Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS Luncurkan “Musuk IbuPreneur Village” untuk Berdayakan Ekonomi Desa

Foto bersama Tim PPK Ormawa FIK UMS dan masyarakat. Foto: Ist.

SOLO – Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melaksanakan kegiatan di Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan dikemas dalam Program Musuk IbuPreneur Village: Transformasi Ibu Rumah Tangga Menjadi Wirausaha melalui Inovasi Produk Alpukat dan Susu Berbasis Agroindustri Kreatif. Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS.

Peluncuran program yang dikemas dalam kegiatan Grand Opening dan penandatanganan kerja sama, dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Musuk, Kepala Desa Musuk Febrianto Catur Nugroho, S.E., perwakilan Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS Drs. Suyatmin Waskito Adi, M.Si., dosen pendamping PPK Ormawa Aktif Cahyaningtyas, S.Km., M.Km., enam Ketua RW, 33 perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT), serta tim pelaksana dan pendukung program.

Mewakili Ketua Pelaksana PPK Ormawa, Fidelina Tri Adelin, Anna Chalista menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Musuk dan masyarakat yang telah menerima kehadiran mahasiswa dengan baik.

“Kami berharap program ini dapat menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa. Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

Sementara itu, Salsabila Isnaini yang mewakili Ketua Ormawa, Faizal Aulia Ramadhani, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan produk inovatif, tetapi juga membangun semangat kebersamaan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata, mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam setiap proses pemberdayaan,” tuturnya.

Dalam pemaparan program, Andini Firanthy Lazuardi dan Salwa Yumna Muthiah menjelaskan profil Desa Musuk, potensi unggulan yang dimiliki, tujuan program, hingga tahapan pelaksanaan yang akan berlangsung selama empat bulan ke depan.

Rangkaian kegiatan yang dirancang mencakup pelatihan pengolahan produk turunan alpukat dan susu, pelatihan manajemen keuangan, digitalisasi pemasaran melalui website dan marketplace, pendirian sentra produksi, hingga penguatan kemitraan usaha masyarakat.

Program ini hadir sebagai upaya pemberdayaan perempuan melalui pengembangan potensi lokal yang dimiliki Desa Musuk. Desa tersebut dikenal memiliki komoditas unggulan berupa alpukat, peternakan sapi perah, serta kelompok perempuan usia produktif yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Melalui Musuk IbuPreneur Village, potensi tersebut akan dikembangkan menjadi berbagai produk turunan berbasis alpukat dan susu yang memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi. Program ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi ibu rumah tangga sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Dosen Pendamping PPK Ormawa, Aktif Cahyaningtyas, S.Km., M.Km., menyampaikan bahwa program tersebut merupakan wujud implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan program, tetapi juga belajar bersama masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” jelasnya.

Pemerintah Desa Musuk menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung seluruh kegiatan pemberdayaan yang akan dilaksanakan. Dukungan serupa juga diberikan oleh DKPTI UMS yang mengapresiasi langkah mahasiswa dalam mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan kewirausahaan berbasis masyarakat.

Sebagai penanda dimulainya program, dilakukan penandatanganan kerja sama antara DKPTI UMS dan Pemerintah Desa Musuk. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui inovasi produk berbasis alpukat dan susu.

Indospektrum

Recent Posts

BPJS Kesehatan Apresiasi Langkah UMS Lindungi Mahasiswa jadi Peserta JKN

SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat komitmen dalam mendukung perlindungan dan layanan kesehatan…

3 jam ago

Bikin Bangga! Wisudawan Farmasi UMS Berprestasi ini Semangati Sesama Lulusan

SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di…

3 jam ago

Istri Dubes RI untuk Kolombia jadi Wisudawan Doktor Ilmu Hukum di UMS

SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di…

3 jam ago

Wisudawan Asal Yaman Ingin jadi Dosen di Kampung Halaman

SURAKARTA - Perjalanan pendidikan Asem Abdullah Ahmad Abdo dari Yaman ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)…

3 jam ago

Calon Alumni FT UMS Diminta Siap Hadapi Dunia Profesional

SURAKARTA - Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id membekali calon wisudawan dengan kesiapan…

4 jam ago

Ahmad Luthfi Terima Anugerah Kepala Daerah Penggagas Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggagas Program Sekolah…

6 jam ago

This website uses cookies.