Sabtu, 19 September 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

Tim UMS Terapkan Sistem Monitoring Air Berbasis IoT untuk Pembibitan Ikan Nila di Sukoharjo

Indospektrum by Indospektrum
6 September 2026
in Indeks, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter
Tim UMS menerapkan sistem monitoring kualitas air berbasis IoT di Sanjaya Aquatic, Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Foto: Ist.

SOLO – Tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menerapkan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) di Sanjaya Aquatic, Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pemasangan perangkat pada dua kolam pembibitan ikan nila, dan serah terima teknologi kepada mitra. Program tersebut ditujukan untuk membantu pengelola melakukan pemantauan kondisi air secara lebih praktis, kontinu, dan terdokumentasi.

Program pengabdian ini dipimpin oleh Dr. Ratnasari Nur Rohmah, S.T., M.T., serta melibatkan anggota dosen Mohammad Nasrul Mubin, S.T., M.T.; Rizki Nurilyas Ahmad, S.T., M.T.; Ari Mukti Wibowo, S.T., M.T.; dan Dessy Ade Pratiwi, S.T., M.T. Dalam keterangannya, Ratnasari menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada penerapan perangkat, tetapi juga pada peningkatan kemampuan pengguna.

“Program ini tidak berhenti pada pemasangan alat. Tim juga memberikan pelatihan agar mitra memahami cara mengoperasikan perangkat, membaca data, dan melakukan pemeriksaan ketika sistem memberikan notifikasi,” jelas Ratnasari, Minggu (6/9/2026).

Sanjaya Aquatic sendiri merupakan usaha pembibitan ikan nila yang dikelola oleh Muhammad Firdaus Adi Sanjaya dan berlokasi di Gg. Tangkil 3, Tangkil Lama, RT 01/RW 07, Manang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dalam kegiatan pembibitan ikan nila, kualitas air perlu diperhatikan karena perubahan suhu, tingkat keasaman atau pH, kekeruhan, dan ketinggian air dapat memengaruhi kondisi lingkungan pemeliharaan benih.

Sebelum teknologi diterapkan, pemantauan kualitas air di lokasi mitra masih mengandalkan pemeriksaan langsung, belum dilakukan secara kontinu, dan belum menghasilkan dokumentasi data yang sistematis.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim UMS menerapkan sistem monitoring dengan arsitektur multi-node yang terdiri atas dua perangkat sensor dan satu perangkat pusat. Masing-masing perangkat sensor ditempatkan pada satu kolam untuk mengukur suhu, pH, kekeruhan, dan ketinggian air, kemudian mengirimkan hasil pengukuran melalui protokol ESP-NOW menuju perangkat pusat.

“Data yang diterima selanjutnya diteruskan ke aplikasi Telegram sehingga pengelola dapat melihat kondisi dua kolam melalui telepon seluler tanpa harus selalu mendatangi setiap titik monitoring,” jelasnya.

Ratnasari menerangkan, penggunaan ESP-NOW memungkinkan perangkat sensor berkomunikasi secara lokal tanpa memerlukan koneksi internet pada setiap kolam karena hanya perangkat pusat yang berfungsi sebagai penghubung menuju Telegram. Selain menampilkan hasil pengukuran, sistem menyediakan fitur pemeriksaan status perangkat, pengaturan batas peringatan, notifikasi otomatis, dan kalibrasi sensor. Ketika terdeteksi nilai yang melewati batas yang telah ditentukan, pengelola dapat menerima notifikasi dan segera melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi kolam.

Pelaksanaan kegiatan di Sanjaya Aquatic dilakukan oleh anggota tim pelaksana yang hadir bersama sejumlah mahasiswa UMS. Sosialisasi dan pelatihan yang diikuti enam peserta mencakup pengenalan parameter kualitas air, cara mengakses data kedua kolam melalui Telegram, pemeriksaan status perangkat, pemahaman terhadap notifikasi, serta langkah pemeriksaan ketika ditemukan nilai yang tidak biasa.

Selain para dosen, program ini juga melibatkan perwakilan mahasiswa, Alya Putri Garpi Anggelina. Ia menjadi salah satu perwakilan mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan, pengujian, dan penerapan sistem, bersama mahasiswa lain yang turut mendukung pemasangan perangkat, pelatihan pengguna, dan dokumentasi kegiatan.

Setelah sosialisasi dan pelatihan, tim pelaksana memasang perangkat pada dua kolam dan melakukan pengujian untuk memastikan sensor, komunikasi antarnode, serta pengiriman informasi menuju Telegram dapat berfungsi dengan baik. Pengujian awal menunjukkan bahwa sistem mampu menampilkan data dari kedua titik pengamatan dengan suhu air pada kisaran 26,6-27,6 derajat Celsius dan pH pada kisaran 6,93-7,03. Sensor ketinggian air juga mampu mendeteksi perubahan level ketika berlangsung proses pengisian air pada salah satu titik, sedangkan pembacaan yang tidak biasa tetap perlu diverifikasi melalui pemeriksaan langsung dan kalibrasi sensor secara berkala.

Muhammad Firdaus Adi Sanjaya selaku pemilik Sanjaya Aquatic menyampaikan bahwa akses informasi melalui Telegram dapat membantu proses pemantauan dua kolam yang telah dipasangi perangkat. “Sistem ini memudahkan kami melihat kondisi air pada dua kolam melalui Telegram. Informasi yang ditampilkan dapat membantu kami menentukan kapan kondisi kolam perlu diperiksa secara langsung,” kata Muhammad Firdaus Adi Sanjaya.
Sistem tersebut digunakan sebagai alat bantu pengelolaan kolam dan tidak sepenuhnya menggantikan pemeriksaan lapangan, terutama ketika perangkat menampilkan perubahan nilai yang perlu dipastikan secara langsung.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (10/8/2026) tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna (P2TTG) Tahun 2026 melalui Deputi Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi, Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) UMS.

“Setelah perangkat diserahterimakan, mitra diharapkan dapat mengoperasikan dan merawat sistem secara mandiri, melakukan kalibrasi secara berkala, serta memanfaatkan informasi hasil monitoring sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan kolam. Arsitektur multi-node yang digunakan juga berpotensi dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak kolam atau direplikasi pada unit pembibitan ikan air tawar lain yang memiliki kebutuhan serupa,” pungkas Ratnasari.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Guncang De Tjolomadoe, PROJEK-D Vol.5 Sukses Sedot Ribuan Penonton Lewat 4 Panggung

Next Post

Gubernur Ahmad Luthfi Melayat ke Rumah Duka Mozza Axillia di Semarang

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Solo Red Cross Festival 2026  resmi berakhir di Solo Paragon Mall, Kamis (17/9/2026). Foto: Ist.
Indeks

Solo Red Cross Festival 2026 Resmi Ditutup, PMI Surakarta Apresiasi Pendonor 100 Kali

by Indospektrum
18 September 2026
Cinta Laura Kiehl sebagai Changemaker Partner LMM 2026. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Gandeng Cinta Laura, Langkah Membumi Market 2026 Ajak Anak Muda Terapkan Better Living

by Indospektrum
18 September 2026
MPAI UMS raih kepercayaan mahasiswa dari Indonesia hingga empat negara lain. Foto : Ist.
Indeks

MPAI UMS Makin Diminati Mahasiswa dari Indonesia hingga Mancanegara

by Indospektrum
18 September 2026
Penandatangan kerja sama antara Communication USIM dan Ilmu Komunikasi UMS. Foto : Ist.
Indeks

Ilmu Komunikasi UMS Jajaki Kerjasama Internasional dengan USIM Malaysia

by Indospektrum
18 September 2026
Benchmarking UNAMIN ke UMS di ruang sidang rektorat lantai 6, Gedung Induk Siti Walidah UMS, Jumat (18/9/2026). Foto : Ist.
Indeks

Benchmarking Humas dan Protokoler UMS jadi Rujukan UNAMIN

by Indospektrum
18 September 2026
Next Post

Gubernur Ahmad Luthfi Melayat ke Rumah Duka Mozza Axillia di Semarang

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Solo Red Cross Festival 2026  resmi berakhir di Solo Paragon Mall, Kamis (17/9/2026). Foto: Ist.
Indeks

Solo Red Cross Festival 2026 Resmi Ditutup, PMI Surakarta Apresiasi Pendonor 100 Kali

18 September 2026
Cinta Laura Kiehl sebagai Changemaker Partner LMM 2026. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Gandeng Cinta Laura, Langkah Membumi Market 2026 Ajak Anak Muda Terapkan Better Living

18 September 2026
MPAI UMS raih kepercayaan mahasiswa dari Indonesia hingga empat negara lain. Foto : Ist.
Indeks

MPAI UMS Makin Diminati Mahasiswa dari Indonesia hingga Mancanegara

18 September 2026
Penandatangan kerja sama antara Communication USIM dan Ilmu Komunikasi UMS. Foto : Ist.
Indeks

Ilmu Komunikasi UMS Jajaki Kerjasama Internasional dengan USIM Malaysia

18 September 2026
Benchmarking UNAMIN ke UMS di ruang sidang rektorat lantai 6, Gedung Induk Siti Walidah UMS, Jumat (18/9/2026). Foto : Ist.
Indeks

Benchmarking Humas dan Protokoler UMS jadi Rujukan UNAMIN

18 September 2026
Dalang cilik, Aditya Ghandi, siswa MI Muhammadiyah Program Khusus (MIM PK) Kartasura mementaskan wayang kulit bertajuk Srikandi Krida. Foto : Ist.
Indeks

Wayang Kulit Berlakon “Srikandi Krida” Dipertunjukkan dalam Milad 68 Tahun FKIP UMS

18 September 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum