SOLO – Mahasiswa Program Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Panduan Fisioterapi pada Osteoarthritis Lutut” yang diikuti oleh 30 lansia Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat sekaligus upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai osteoarthritis lutut yang kerap dialami pada usia lanjut.
Tim yang beranggotakan 13 mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS mengawali kegiatan dengan menghadirkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang rutin dilaksanakan dalam kegiatan Posyandu Lansia Desa Tegalsari. Septian Tri Wicaksono selaku Ketua Tim mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut sebagai bentuk untuk memantau kondisi masyarakat setempat.
“Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan peserta sekaligus menjadi langkah awal sebelum mengikuti rangkaian edukasi yang telah disiapkan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Ia menentukan tema osteoarthritis lutut dalam kegiatan tersebut, didasarkan pada hasil observasi lapangan dan masukan dari Clinical Educator. Menurutnya, keluhan nyeri lutut merupakan salah satu masalah yang sering ditemukan pada pasien yang datang ke poli fisioterapi.
“Kondisi geografis Kecamatan Weru yang didominasi area persawahan membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas fisik dengan beban berulang pada sendi lutut sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis,” tambahnya.
Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS yang membahas seputar pemahaman tentang osteoarthritis, seperti faktor risiko, tanda dan gejala, cara pencegahan, serta latihan fisioterapi sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri untuk membantu mengurangi nyeri dan mempertahankan fungsi gerak sendi lutut.
Untuk mendukung proses edukasi, Tim mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS membagikan booklet mengenai osteoarthritis lutut kepada seluruh peserta. Septian menjelaskan bahwa booklet tersebut berisi rangkuman materi penyuluhan, informasi mengenai faktor risiko, cara pencegahan, serta panduan latihan fisioterapi sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
“Media edukasi ini diharapkan dapat membantu para lansia mengingat kembali materi yang telah diberikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif sehingga peserta dapat mengikuti penyuluhan dengan baik. Para lansia juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait keluhan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari.
Clinical Educator, Fifit Fidya Admaja, menyampaikan bahwa edukasi mengenai osteoarthritis lutut sangat penting diberikan kepada kelompok lansia karena kondisi tersebut merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dijumpai dalam pelayanan fisioterapi.
“Keluhan nyeri lutut merupakan salah satu keluhan yang cukup sering ditemukan pada pasien yang datang ke poli fisioterapi. Dengan memberikan edukasi kepada lansia, diharapkan mereka dapat memahami faktor risiko, cara pencegahan, serta pentingnya aktivitas fisik dan latihan yang tepat untuk menjaga fungsi sendi lutut,” ujarnya.
Melalui kegiatan penyuluhan di Posyandu Lansia Desa Tegalsari ini, mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan sendi lutut sejak dini serta memperkuat peran fisioterapi dalam upaya pencegahan dan penanganan osteoarthritis pada lansia.
KUALA LUMPUR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Dr. K.P. H.…
SOLO – Siti Rahmawati resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam usai mempertahankan disertasi pada…
KUDUS – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak perguruan tinggi terlibat untuk…
SOLO - UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengikuti studi banding…
JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) didukung Danantara Indonesia terus memperkuat ekosistem…
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memberi ultimatum kepada seluruh direksi dan dewan komisaris…
This website uses cookies.