KENDAL – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada investor yang menanamkan investasi di wilayahnya agar memprioritaskan tenaga kerja lokal. Sebab, sumber daya manusia (SDM) di wilayahnya memiliki kompetensi yang sama dengan negara lain.
Hal itu dibuktikan saat melakukan tinjauan di PT Borine Technology Indonesia, Kawasan Ekonomi Kendal (KEK), Rabu, 6 Mei 2026.
Dalam kunjungan itu, Ahmad Luthfi melihat proses produksi perusahaan tersebut dan berdialog dengan pimpinan perusahaan.
Dari dialog tersebut, diketahui bahwa hasil produksinya dialokasikan untuk ekspor dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Secara kualitas, hasil produksinya sama dengan produk yang dihasilkan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di China atau negera asal perusahaan tersebut.
“Artinya, selama kita mempunyai niat untuk bekerja, khususnya wilayah Jawa Tengah, kita mampu bersaing dengan negara lain,” kata Ahmad Luthfi usai peninjauan didampingi Bupati Kendal Dyah Kartika Purnamasari.
Dikatakan Luthfi, kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu syarat utama untuk menarik investasi masuk ke Jawa Tengah. Kepercayaan dari PT Borine Technology Indonesia turut serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Kendal dan Jawa Tengah. Bahkan perusahaan tersebut juga mengajak enam perusahaan sebagai supplier bahan baku untuk masuk ke Jawa Tengah.
Nilai investasi PT Borine Technology Indonesia pada fase 1 mencapai USD 700 juta. Saat ini mereka sudah berkomitmen untuk memperluas pabrik di KEK melalui investasi fase 2 dengan nilai mencapai sekitar USD 1,4 miliar. Besarnya nilai investasi ini menjadi bukti bahwa para investor percaya bahwa Jateng merupakan destinasi investasi yang aman, stabil, dan kompetitif bagi pemodal global.
Oleh karenanya, Luthfi menegaskan, kepercayaan dari pihak investor tersebut yang harus terus dijaga. Maka dari itu, seluruh kepala daerah termasuk kepala dinas diminta untuk menjadi manajer marketing guna menawarkan potensi investasi di masing-masing wilayah.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi juga mendengarkan berbagai masukan dan kekurangan yang perlu dituntaskan bersama. Salah satu masukan dari pihak investor dan pengelola KEK adalah mengenai Pelabuhan Kendal.
Atas masukan itu, Pihaknya akan mengintensifkan koordinasi dengan Pelindo dan Kementerian Perhubungan supaya membuka kembali Pelabuhan Kendal dan Batang serta revitalisasi Palabuhan Tanjung Emas Semarang.
SEMARANG - Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jateng tahun 2026 memasuki…
SEMARANG – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi momentum bagi seluruh orang tua, pendidik,…
DENPASAR - BIM University kembali melaksanakan kunjungan ke sekolah menengah atas di Bali sebagai bagian…
SOLO - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id di kancah internasional.…
SOLO – Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Temu…
SOLO - Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menutup rangkaian Science & Engineering…
This website uses cookies.