Categories: IndeksNews

Tinjau Pengungsi Tanah Gerak di Tegal, Taj Yasin Tekankan Percepatan Pembangunan Huntara

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen mengunjungi pengungsi korban tanah gerak di Pondok Pesantren Al Adalah 2 dan posko pengungsian warga di Desa Padasari, Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Selasa, 17 Februari 2026 malam. Foto: Ist.

TEGAL – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengunjungi pengungsi korban tanah gerak di Pondok Pesantren Al Adalah 2 dan posko pengungsian warga di Desa Padasari, Jatinegara, Kabupaten Tegal pada Selasa, 17 Februari 2026 malam.

Dalam kunjungan itu, Taj Yasin bersama istrinya Nawal Arafah Yasin berdialog dengan sejumlah pengungsi untuk memastikan kondisi para pengungsi. Selain itu menyalurkan sejumlah bantuan.

Taj Yasin mengatakan, walaupun kondisi pengungsi sehat, namun ia meminta agar proses pembangunan hunian sementara (huntara) dipercepat. Mengingat warga sudah merasa cukup lama tinggal di pengungsian.

“Yang membuat tak nyaman karena bukan rumah sendiri, dan sampai kapan (di pengungsian). Maka yang kita butuhkan percepatan huntaranya,” kata dia.

Untuk kebutuhan huntara, diungkapakan Taj Yasin, dibutuhkan 900 rumah. Saat ini sudah dibangun 550 rumah. Masih butuh lahan sisanya sekitar 350 rumah.

“Ini yang harus kita kawal, nanti kita carikan solusinya. Di sini sebenarnya lahan luas, cuma masih belum direkomendasikan oleh BMKG dan ESDM, karena tanahnya sebagian masih labil. Sehingga kita benar-benar memastikan tanah yang pas,”imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, karena memasuki Ramadan, Wagub berpesan semua pengungsi yang muslim harus tetap menjalankan ibadah. Dia memastikan Biro Kesra Provinsi Jateng untuk menyediakan tempat ibadah dan musala yang layak.

“Kami pastikan dari pemerintah untuk menyiapkan sahur dan buka puasa, insyaa Allah sudah kita siapkan semuanya,” ucapnya.

Dalam kunjungan itu, Taj Yasin juga menyerahkan bantuan logisik berupa makanan, dan non permakanan, obat dan vitamin, tas dan alat tulis, beras, dan lainnya. Total bantuan dari pemerintah provinsi itu senilai Rp239.315.923.

Sebagai informasi, tanah gerak mulai terjadi hari Minggu, 1 Februari 2026. Bencana ini mengakibatkan sedikitnya 2.453 jiwa atau sekitar 596 KK mengungsi, dan 900 an rumah rusak.
Ada tiga lahan alternatif relokasi telah disiapkan. Di Desa Padasari, Lebakwangi, dan Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Indospektrum

Recent Posts

15 Santri Jateng Tembus Beasiswa Luar Negeri, Puluhan Calon Mahasiswa S1-S3 Jalani Tes Akhir Wawancara

SEMARANG - Seleksi calon penerima beasiswa santri dan pengasuh pesantren Pemprov Jateng tahun 2026 memasuki…

13 jam ago

Momen Hari Anak Nasional, DPD PP PAUD Jateng Dorong Pendidikan Karakter dan Pengasuhan Komprehensif

SEMARANG – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi momentum bagi seluruh orang tua, pendidik,…

14 jam ago

Perkuat Sinergi Pendidikan, BIM University Sambangi SMA Santo Yoseph Denpasar

DENPASAR - BIM University kembali melaksanakan kunjungan ke sekolah menengah atas di Bali sebagai bagian…

18 jam ago

Debut Manis di Vietnam, Atlet Tapak Suci UMS Kirana Tias Raih Emas Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026

SOLO - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id di kancah internasional.…

21 jam ago

Gelar Temu Alumni 2026, FHIP UMS Pererat Silaturahmi dan Perluas Jejaring Profesional Lintas Angkatan

SOLO – Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Temu…

22 jam ago

Diserbu Ratusan Pendaftar Mancanegara, Summer Camp Internasional FT UMS Sukses Beri Kesan Mendalam

SOLO - Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menutup rangkaian Science & Engineering…

1 hari ago

This website uses cookies.