Sabtu, 6 Juni 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Bisnis

Tumbuh Progresif, Telkom Catatkan Pendapatan Rp37,2 Triliun di Awal 2026

Indospektrum by Indospektrum
30 Mei 2026
in Bisnis, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini. Foto: Ist.

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2026 dengan mencatat pertumbuhan yang progresif pada sebagian segmen bisnis. Di tengah kondisi ketidakpastian makroekonomi, capaian ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan disiplin operasional seraya mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30.

Mengawali tiga bulan pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5% YoY. EBITDA tercatat sebesar Rp18,0 triliun dengan EBITDA margin pada 48,3%. Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp4,3 triliun dengan margin laba bersih pada 11,7%. Sedangkan untuk laba bersih yang dinormalisasi sebesar Rp5,1 triliun dengan margin laba bersih yang dinormalisasi 13,8%.

Kontraksi pada laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi. Namun demikian, tekanan ini bersifat transisional dan non-cash, sementara secara fundamental kinerja operasional tetap terjaga. Arus kas operasional perseroan juga tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp17,3 triliun, didorong oleh implementasi program efisiensi TOTEX serta disiplin penagihan yang semakin baik.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, tahun ini Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya.

“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyarakat dan negara,” kata Dian Siswarini melalui keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu (30/5/2026).

Mendorong Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Perbaikan Pasar B2C

Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3% YoY, didorong oleh pendapatan bisnis digital. Payload data juga meningkat 2,3% YoY, didukung upaya perseroan memperkuat kualitas dan ekspansi jaringan melalui investasi yang disiplin dan berkelanjutan.

Strategi dalam menerapkan disiplin harga, penyederhanaan produk, serta menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik berhasil mendorong pertumbuhan ARPU menjadi Rp45.100 atau naik 6,4% YoY.

Hal ini mencerminkan inisiatif perbaikan pasar yang semakin sehat serta kondisi industri yang lebih stabil dan rasional. Telkomsel akan terus fokus menjaga ARPU melalui peningkatan produktivitas pelanggan dan inovasi layanan digital lifestyle yang selaras dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Dian menambahkan, dari sisi pasar industri telekomunikasi masih prospektif karena konektivitas dan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat.

“Dalam beberapa tahun terakhir pun kami melihat kebutuhan terhadap layanan internet terus tumbuh dan belum menunjukkan adanya tren penurunan. Kami optimistis untuk memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan customer experience yang baik,” ucapnya.

Momentum Transformasi Pacu Pertumbuhan di Segmen B2B Infrastructure

Segmen B2B Infrastructure menunjukkan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi berkelanjutan bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).

Pada bisnis menara telekomunikasi dan FTTT yang digawangi oleh Mitratel, perseroan membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4% YoY, dengan Tower Leasing dan Tower-Related Business tetap menjadi kontributor utama penopang stabilitas pendapatan. Berkat efektivitas pengelolaan biaya serta fundamental bisnis yang kuat, Mitratel berhasil menjaga EBITDA margin tetap stabil di 82,7%.

Sebagai upaya untuk terus menjadi pemimpin pasar menara telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel juga memperkuat strategi portofolio pada aset fiber optic. Sepanjang periode kuartal pertama, Mitratel melakukan ekspansi sepanjang 1.080 km fiber optic yang menjadikan total kepemilikan mencapai 58.279 km.

Strategi ekspansi berkelanjutan tersebut berhasil mendorong pertumbuhan bisnis FTTT yang cukup baik sekaligus memperkuat kapabilitas Mitratel sebagai Next-Gen Tower Company yang terintegrasi.

Pada bisnis data center, pendapatan diperoleh dari fasilitas data center dan colocation data center yang dimiliki oleh NeutraDC Group, serta fasilitas edge data center NeuCentrIX yang saat ini masih berada di bawah kendali operasional Telkom. Data center menjadi salah satu platform digital dengan permintaan yang terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas pelaku industri digital.

Melihat potensi tersebut, inisiatif konsolidasi akan menjadi langkah strategis untuk menjadikan NeutraDC pengelola keseluruhan aset data center secara lebih fokus. Pendekatan ini akan mampu membuka peluang perluasan layanan, monetisasi aset, serta pertumbuhan bisnis melalui kolaborasi dengan mitra strategis.

Pada unit Wholesale & International Service, pendapatan tercatat Rp2,8 triliun, dengan pertumbuhan layanan interkoneksi 18,9% QoQ berkat meningkatnya aktivitas international wholesale voice business.

Selanjutnya, pada segmen B2B ICT, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,1 triliun. Di tengah proses restrukturisasi yang sedang berlangsung pada segmen ini, aktivitas bisnis cenderung melandai seiring pendekatan yang lebih disiplin dan selektif dalam penjajakan kerja sama baru.

Meskipun berdampak pada perlambatan jangka pendek, langkah restrukturisasi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk mendorong margin yang lebih sehat, menghilangkan tumpang tindih penawaran produk, serta memperkuat posisi kompetitif di pasar dalam jangka panjang.

Eksekusi Transformasi Berjalan Sesuai Rencana dan Prioritas Strategis

Pencapaian positif segmen B2C dan B2B Infrastructure Telkom pada periode ini tidak lepas dari keberhasilan transformasi dan percepatan eksekusi strategi TLKM 30. Realisasi belanja modal mencapai Rp4,9 triliun atau 13,2% dari pendapatan.

Sebanyak 99% dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti B2C, B2B Infrastructure, dan International, serta sisanya untuk pengembangan platform digital secara disiplin.

Efisiensi operasional terus diciptakan melalui inisiatif streamlining dan penataan portofolio bisnis berbasis HoldCo-OpCo, termasuk divestasi, merger, maupun likuidasi entitas non-core.

Salah satu progress streamlining yang berjalan adalah divestasi AdMedika Group kepada investor strategis dengan proses divestasi yang ditargetkan selesai pada akhir semester pertama 2026.

Divestasi ini diharapkan dapat membuka peluang pertumbuhan dan inovasi bagi AdMedika Group serta menghadirkan kualitas layanan yang semakin baik untuk masyarakat Indonesia maupun kawasan Regional.

Di sisi unlock value, Telkom juga berada dalam fase persiapan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada InfraNexia yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini. Proses ini turut mempertimbangkan evaluasi terhadap prioritas inisiatif guna memastikan implementasi yang lebih optimal.

Secara keseluruhan proses pemisahan berjalan sesuai rencana dan menjadi bagian dari strategi Telkom dalam mendorong pengelolaan aset fiber yang lebih tangkas dan efisien serta membuka peluang bisnis lebih luas ke depan.

Inisiatif tersebut sejalan dengan fokus transformasi Telkom dalam mendorong pertumbuhan melalui monetisasi aset dan infrastruktur ke pasar eksternal. Dengan penguatan di segmen B2B, khususnya InfraNexia yang diproyeksikan sebagai motor pertumbuhan baru, TelkomGroup dapat membuka peluang peningkatan pendapatan eksternal sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

Saat ini kontribusi bisnis fiber masih berada di kisaran 15% dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 25% seiring optimalisasi utilisasi infrastruktur, penyelesaian transfer aset, dan operasional yang berjalan penuh.

Telkom juga memperkuat bisnis B2B ICT dan International guna menangkap potensi kebutuhan industri yang terus berkembang di tengah pesatnya adopsi teknologi berbasis AI. Ke depan, langkah ini diharapkan dapat menciptakan komposisi pendapatan segmen B2C dan B2B TelkomGroup yang lebih seimbang.

“Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Karena itu, kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 dengan tetap mengutamakan prinsip disiplin operasi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, menghadirkan layanan yang semakin inklusif, serta membangun ekosistem digital yang mampu menciptakan dampak lebih luas,” tutup Dian.

Tags: TelkomTelkom IndonesiaTelkomGroup
Previous Post

Buka Wawasan Karier, Siswa SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara Kunjungi Kampus UMS

Next Post

UMS Kolaborasi dengan PCIM Selandia Baru Kembangkan Pendidikan di Auckland

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin memberikan keterangan pers di sela acara Wisuda SMK Al Anwar ke-6 dan MTs Sains Al Anwar ke-1 Islamic Boarding School di Sarang, Rembang, Sabtu, 6 Juni 2026. Foto: Ist.
Indeks

Taj Yasin Tegaskan SPMB SMA/SMK Negeri di Jateng Harus Bebas Praktik Titipan

by Indospektrum
6 Juni 2026
Ribuan pelari dari 14 negara mengikuti lomba lari lintas alam Merbabu Skyrace 2026 pada Sabtu-Minggu, 6-7 Juni 2026. Foto: Ist.
Indeks

Dongkrak Sport Tourism Jateng, Merbabu Skyrace 2026 Hadirkan Peserta dari Berbagai Belahan Dunia

by Indospektrum
6 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin penanaman bibit cemara laut dan mangrove di pesisir Pantai Tirang Kota Semarang. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Pimpin Penanaman Puluhan Ribu Mangrove di 16 Kabupaten/Kota Pesisir

by Indospektrum
6 Juni 2026
Suasana puncak peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali yang digelar di Simpang Siaga, Boyolali, Jumat, 5 Juni 2026. Foto: Ist.
Indeks

Peringatan Hari Jadi ke-179 Boyolali, Sekda Jateng Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya dan Alam Merbabu

by Indospektrum
6 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Regional Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden Batch II Provinsi Jawa Tengah 2026 di Solo, Kamis, 5 Juni 2026. Foto: Ist.
Indeks

Gubernur Ahmad Luthfi Minta Pemda Dilibatkan dalam Evaluasi Program MBG

by Indospektrum
5 Juni 2026
Next Post
Rombongan Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno bersilaturahmi dengan PCIM Selandia Baru. Foto: Ist.

UMS Kolaborasi dengan PCIM Selandia Baru Kembangkan Pendidikan di Auckland

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin memberikan keterangan pers di sela acara Wisuda SMK Al Anwar ke-6 dan MTs Sains Al Anwar ke-1 Islamic Boarding School di Sarang, Rembang, Sabtu, 6 Juni 2026. Foto: Ist.
Indeks

Taj Yasin Tegaskan SPMB SMA/SMK Negeri di Jateng Harus Bebas Praktik Titipan

6 Juni 2026
Ribuan pelari dari 14 negara mengikuti lomba lari lintas alam Merbabu Skyrace 2026 pada Sabtu-Minggu, 6-7 Juni 2026. Foto: Ist.
Indeks

Dongkrak Sport Tourism Jateng, Merbabu Skyrace 2026 Hadirkan Peserta dari Berbagai Belahan Dunia

6 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin penanaman bibit cemara laut dan mangrove di pesisir Pantai Tirang Kota Semarang. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Pimpin Penanaman Puluhan Ribu Mangrove di 16 Kabupaten/Kota Pesisir

6 Juni 2026
Suasana puncak peringatan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali yang digelar di Simpang Siaga, Boyolali, Jumat, 5 Juni 2026. Foto: Ist.
Indeks

Peringatan Hari Jadi ke-179 Boyolali, Sekda Jateng Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya dan Alam Merbabu

6 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Regional Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden Batch II Provinsi Jawa Tengah 2026 di Solo, Kamis, 5 Juni 2026. Foto: Ist.
Indeks

Gubernur Ahmad Luthfi Minta Pemda Dilibatkan dalam Evaluasi Program MBG

5 Juni 2026
Polresta Solo bersama Polsek jajaran berencana menggelar nobar Piala Dunia FIFA 2026. Foto: Ist.
Indeks

Polresta Solo dan Polsek Jajaran Fasilitasi Nobar Gratis Piala Dunia 2026

5 Juni 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum