Categories: IndeksNews

UMS Sediakan Beasiswa Magister dan Doktor untuk Kader Muktamar Nasyiatul Aisyiyah

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum memberikan sambutan pada Penutupan Muktamar ke-15 NA, Sabtu (8/8/2026). Foto: Ist.

SOLO – Kader-kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang mengikuti Muktamar ke-15 NA akan mendapatkan beasiswa full untuk melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ .

Hal ini disampaikan oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum secara langsung di hadapan ratusan kader NA pada Penutupan Muktamar ke-15 NA, Sabtu, (8/8/2026). Kegiatan yang bertempat di Ballroom Hotel Dwangsa, turut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Dr. apt. Salmah Orbaniyah, M.Kes., dan Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum.

Dalam sambutannya, Harun menyampaikan bahwa tema besar yang diangkat pada Muktamar NA kali ini sejalan dengan visi besar UMS sebagai universitas Islam yang mencerahkan. Ia juga melaporkan pendaftar mahasiswa baru UMS yang telah terdata oleh sistem.

“Sebanyak 27.500 calon mahasiswa baru yang telah mendaftar di UMS, dan sebanyak 7.250 telah melakukan registrasi di UMS,” jelasnya.

Harun juga mengajak kepada seluruh kader-kader NA se-Indonesia untuk melanjutkan karir pendidikannya dengan menawarkan beasiswa program magister dan doktor di UMS. Menurutnya, beasiswa program magister dan doktor akan diberikan kepada kader NA yang siap berkomitmen dalam membumikan dan berkontribusi nyata di persyarikatan.

“Kami akan berikan beasiswa kepada kader-kader NA yang mengikuti Muktamar ke-15 NA di Surakarta ini, di program magister dan program doktor, sehingga kami dapat membantu mencetak kader-kader perempuan yang militan” ujarnya.

Senada dengan itu, Monica Subastia, M.Pd., selaku Ketua Umum terpilih periode 2026-2030 menyampaikan bahwa terpilihnya menjadi Ketua Umum NA merupakan tanggung jawab besar yang diemban selama satu periode kedepan. Menurutnya, NA harus menjadi organisasi yang mencerahkan.

“NA lahir bukan sebagai gerakan berpangku tangan, bukan sebagai gerakan emak-emak biasa. Namun, NA hadir sebagai organisasi perempuan yang dapat menjadi solusi dan memberikan pencerahan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan NA harus dapat tersampaikan kepada akar rumput tanpa harus menanyakan kembali branding-branding gerakan. Menurutnya, gerakan akar rumput menjadi sebuah aksi nyata yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Monica mengatakan bahwa gerakan akar rumput dapat dimulai dari lingkup kecil berupa keluarga. Dengan menguatkan ketahanan keluarga akan bisa menjawab tantangan zaman dan rencan-rencana NA ke depan.

“Maka, dimulai dari ekosistem kecil yang sederhana, akan menjadi satu-satunya alasan gerakan NA bisa menjawab segala tantangan zaman,” jelasnya.

Selanjutnya, Monica juga menegaskan bahwa NA juga harus berperan penting di tengah maraknya perkembangan teknologi. Menurutnya, NA perlu merebut literasi-literasi digital, agar kader-kader perempuan NA dapat mengambil referensi-referensi yang aktual dalam beramal.

“Karena itu, NA siap memberikan narasi-narasi di ruang digital yang sesuai dengan kebutuhan perempuan yang ramah dan aman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti dalam kuliah umumnya menyampaikan rasa optimismenya dalam mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Menurutnya, para kader NA mayoritas berprofesi sebagai guru yang dapat bersinergi dalam mewujudkan program-program kementerian pendidikan.

“NA menjadi mitra strategis kami untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Karena masih terdapat kesenjangan mutu pendidikan, dan masih ada sebagian anak-anak Indonesia yang belum mendapat pendidikan yang semestinya,” paparnya.

Dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, Mu’ti menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berupaya memberikan layanan pendidikan seluas-luasnya yang disebutnya dengan broad based education atau pendidikan berbasis luas.

“Di mana pendidikan dapat diterima oleh anak-anak lewat kegiatan nonformal yang sering dilakukan oleh lembaga atau organisasi, salah satunya seperti Nasyiatul Aisyiyah,” pungkasnya.

Indospektrum

Recent Posts

Sajikan Trek Baru dan Pemandangan Laut Jawa, KEK Batang Jadi Tuan Rumah Kejurnas Sprint Rally

BATANG — Ratusan pereli dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally…

3 jam ago

Jateng Raih Penghargaan TPID Terbaik 2026, Ahmad Luthfi Ungkap Kunci Sukses Tekan Inflasi

JAKARTA — Provinsi Jawa Tengah kembali menyabet penghargaan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi…

3 jam ago

IROPIN Soroti Gangguan Penglihatan Anak akibat Gadget, Dorong Skrining Sejak Dini

SOLO - Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) berkomitmen memperkuat peran optometris dalam rangka pencegahan gangguan…

4 jam ago

Kisah Marcela Amanda, Wisudawati UMS yang Mengikuti Prosesi Wisuda di Tengah Suasana Duka

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menggelar Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di…

6 jam ago

UMS Wisuda 2.259 Lulusan Periode I 2026/2027, Rektor Tekankan Pentingnya Integritas dan Kebermanfaatan

SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Upacara Wisuda…

7 jam ago

Lebih dari Sekadar Art Exhibition: Intip Serunya Artephy Vol. 2 x ABSASTA di Pendapa ISI Solo

SOLO — Ruang kreatif anak muda di Kota Solo kembali bergairah lewat selebrasi seni yang…

11 jam ago

This website uses cookies.