SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) SOLO mengukuhkan enam Guru Besar baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (10/2/2026).
Keenam Guru Besar yaitu, Prof. Dr. Dwi Prasetyani, S. E., M. Si., CIPE., CPRM. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Prof. Dr. Ir. Heru Sukanto, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik (FT), Prof. Dr. Muzzazinah, M.Si. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Dr. Harlita, S.Si., M.Si. dari FKIP, Prof. Drs. Muhammad Agung Prabowo, M.Si., Ph.D., Ak dari FEB dan Prof. Dr. Dewi Retno Sari Saputro, S.Si., M.Kom. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. menyampaikan bahwa pengukuhan Guru Besar kali ini merupakan pengukuhan kedua yang diselenggarakan UNS sepanjang tahun 2026. Dengan bertambahnya enam Guru Besar, jumlah Guru Besar aktif di UNS hingga saat ini mencapai 281 orang, termasuk dua Guru Besar yang Surat Keputusan (SK)-nya baru saja diterbitkan. Capaian ini menjadi wujud nyata komitmen UNS dalam membangun ekosistem keilmuan yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), UNS terus memperkuat perannya sebagai universitas berdampak. “Perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul dalam capaian akademik, tetapi juga harus relevan dan mampu memberikan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan bangsa,” terang Prof. Hartono.
Dalam konteks tersebut, peran Guru Besar menjadi semakin strategis sebagai pemimpin pemikiran, penggerak inovasi, sekaligus penjaga marwah keilmuan yang berlandaskan etika, kejujuran intelektual, dan tanggung jawab sosial. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam Taklimat Presiden 2026 yang menegaskan bahwa Guru Besar diharapkan menjadi pendorong sekaligus fondasi utama inovasi, industrialisasi, dan peningkatan daya saing bangsa.
UNS menaruh harapan besar agar keenam Guru Besar yang dikukuhkan dapat terus berkontribusi aktif dalam mengembangkan riset-riset unggulan yang berdampak nyata, baik di tingkat nasional maupun global.
“Melalui pengukuhan ini, UNS optimistis dapat semakin memperkokoh perannya sebagai kampus berdampak yang berkontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, pembangunan nasional, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Dr. Joko Nurkamto, M.Pd. menambahkan, bahwa Guru Besar adalah sosok yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tidak hanya teguh dalam memegang prinsip, dan tidak hanya arif dalam memberikan nasihat, melainkan juga mampu menjadi pengayom, teladan, dan penjaga martabat keilmuan.
“Saya menyambut dengan penuh hormat kehadiran Bapak dan Ibu Guru Besar dalam keluarga besar institusi ini. Semoga keunggulan dan amanah keilmuan yang diemban dapat memberikan manfaat yang luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, serta masyarakat,” terang Prof. Joko.
SOLO - Komandan Korem 074/Warastratama Kolonel Inf M. Arry Yudistira, S.I.P., M.I.Pol., M.Han., menegaskan pentingnya…
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, butuh keterlibatan para mahasiswa dalam upaya bersama-sama…
SOLO — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menegaskan kiprahnya di panggung global melalui penyelenggaraan…
SOLO – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Salwa Talitha Zahra…
SEMARANG — Pedagang bakso di Jawa Tengah berdasarkan catatan Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Nusantara…
SOLO - Agama Islam merupakan agama yang tidak berkutat pada urusan spiritual. Islam juga menekankan…
This website uses cookies.