Categories: IndeksNews

Wagub Jateng Upayakan Percepatan Pembangunan Huntara Korban Bencana Tanah Bergerak di Brebes

Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jumat (27/3/2026). Foto : Ist.

BREBES – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jumat (27/3/2026). Pihaknya terus mengupayakan proses pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah gerak di wilayah tersebut.

Taj Yasin menyampaikan, huntara warga bagi warga terdampak saat ini masih dalam proses pengadaan. Sebab, lahan yang akan dibangun merupakan lahan milik Perhutani. Tak ayal, perlu hati-hati dalam penggunaannya.

“Kami akan sangat berhati-hati, sehingga lokasinya nanti akan disurvey dan dilihat supaya tidak membahayakan lingkungan,” katanya.

Salah seorang warga, Asro berharap agar huntara segera dibangun, karena mereka sudah lama tinggal di pengungsian. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama Ponpes Bahrul Quran yang bersedia menyediakan fasilitas sementara untuk tempat beristirahat. Harapannya, pembangunan huntara bisa dipercepat,” katanya.

Warga lain, Masripah, juga berharap segera dibangun huntara. Terlebih, tempat tinggal asalnya sudah tidak bisa lagi ditempati.Meskipun saat ini berada di lokasi aman, Masripah berharap segara dibangunkan huntara biar lebih nyaman.

Masripah juga sangat bersedih karena Lebaran tahun ini urung bersua dengan dua anaknya yang berada di perantauan. Mereka yang tinggal di luar kota tahun ini tidak bisa pulang karena tidak memiliki rumah tujuan.

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memberikan perhatian kepada warga terdampak. “Harapan kami pertama huntara dipercepat,” kata Sudiryo.

Dijelaskannya, huntara yang dibutuhkan sebanyak 143 unit, untuk mengakomodasi 176 KK. Adapun jumlah warga terdampak sebanyak 533 jiwa. Sejauh ini sudah ada rencana lahan yang dipergunakan sebagai huntara. Yakni, lahan milik Perhutani di petak 34 G tepatnya di Dusun Susunda. “Warga menghendaki rumah untuk huntara memanfaatkan material bekas rumah yang ada,” imbuhnya.

Indospektrum

Recent Posts

Sungkeman dan Sengkeran Awali Rangkaian Dhaup Ageng di Pura Mangkunegaran Solo

SOLO - Acara Sungkeman dan Sengkeran yang dijalani G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo (Gusti Sura) mengawali…

13 jam ago

Musim Hujan Tiba, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Mitigasi Bencana dan Infrastruktur Diperkuat

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta penguatan mitigasi bencana seiring mulai datangnya musim…

14 jam ago

Cegah Korupsi, Pemprov Jateng Perkuat Sistem Pengawasan Terintegrasi Bareng KPK dan BPK

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sistem pengawasan terintegrasi sebagai upaya mencegah praktik korupsi…

14 jam ago

Pemprov Jateng Gelontorkan Rp65,5 Miliar untuk Rehabilitasi Irigasi dan Perpipaan Pertanian

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran Rp65,5 miliar pada 2026 untuk rehabilitasi jaringan…

14 jam ago

Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan demi Perkuat Lumbung Pangan Nasional

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan 1.507 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) selama…

15 jam ago

Penggeledahan di Sukoharjo, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Masyarakat Jaga Kondusivitas

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah oleh informasi yang…

18 jam ago

This website uses cookies.