Categories: IndeksPendidikan

Wisuda Ma’had Abu Bakar UMS: Menakar Tantangan Bahasa Arab di Era Kecerdasan Buatan

Wisuda Ma’had Abu Bakar As-Siddiq di Auditorium Moh Djazman, Kampus I UMS, Rabu (14/1/2026). Foto: Ist.

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan pendidikan keislaman melalui wisuda Ma’had Abu Bakar As-Siddiq.

Kegiatan diisi dengan muhadharah ilmiah oleh Syaikh Rasyid Mansur Ash-Shabahi yang mengangkat tema “Al-Lughah Al-Arabiyyah baina Mas’uliyatil Ummah Al-Islamiyyah wa Tahaddiyat ‘Ashr Adz-Dzaka’ Al-Ishthina’i” atau Bahasa Arab antara Tanggung Jawab Umat Islam dan Tantangan Era Kecerdasan Buatan (AI).

Dalam sambutan pembuka, Direktur Ma’had Abu Bakar As-Siddiq, Dr. Hakimuddin Salim, Lc., M.A., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya majelis ilmu sebagai sentuhan akhir bagi para calon alumni. Ia menegaskan bahwa ma’had terus berupaya melahirkan kader-kader terbaik umat yang siap menjadi pendidik, dai, dan mubaligh yang mencerahkan masyarakat.

“Terima kasih setinggi-tingginya kami sampaikan kepada pimpinan UMS atas naungan, bimbingan, dan dukungan yang selama ini diberikan, sehingga Ma’had Abu Bakar As-Siddiq tetap eksis melahirkan generasi yang berkontribusi dalam dakwah amar ma’ruf nahi mungkar,” ujar Hakimuddin di Auditorium Moh Djazman, Kampus I UMS, Rabu (14/1/2026).

Ia juga mengapresiasi peran dosen dan tenaga kependidikan yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran dalam mendidik para mahasiswa, serta para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di ma’had. Tak lupa, Hakimuddin menyampaikan terima kasih kepada mitra dan sponsor, seperti Lazismu UMS, BMT Amanah Ummat, dan Bank Jateng Syariah yang turut mendukung berbagai program dakwah dan pendidikan.

Sejak tahun ini, Ma’had Abu Bakar As-Siddiq menggalakkan sejumlah program unggulan, di antaranya khutbah Jumat berbahasa Arab serta kajian kitab turats yang rutin diikuti mahasiswa dan civitas akademika UMS, bahkan masyarakat umum. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan dakwah.

Dalam kesempatan tersebut, Hakimuddin juga menyampaikan lima wasiat penting kepada para wisudawan. Pertama, menjaga ketakwaan kepada Allah dalam segala kondisi serta berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah. Kedua, terus melanjutkan pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan identitas Islam. Ketiga, istiqamah dalam menuntut ilmu syar’i di mana pun berada. Keempat, mengamalkan ilmu dengan mengajar dan berdakwah. Kelima, menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap almamater Ma’had Abu Bakar As-Siddiq.

“Ma’had ini adalah rumah kalian. Para alumni memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan dan pengembangannya,” pesannya.

Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., mewakili Rektor UMS menegaskan bahwa keberadaan Ma’had Abu Bakar As-Siddiq sejalan dengan visi besar UMS menuju World Class University yang mengintegrasikan keilmuan dan keislaman. Ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab, tidak hanya sebagai bahasa Al-Qur’an, tetapi juga sebagai bekal diplomasi, dakwah, hingga peluang karier dan bisnis di dunia internasional.

“Bahasa Arab adalah salah satu bahasa resmi PBB. Dengan penguasaan bahasa Arab, alumni akan memiliki daya saing global sekaligus memperkuat identitas keislaman,” jelasnya.

UMS juga kini mengusung slogan baru “IM UMS” yang merupakan akronim dari Islami, Mencerahkan, Unggul, Mendunia, dan Sustainable. Slogan tersebut diharapkan menjadi semangat seluruh civitas akademika dalam membangun masa depan berkelanjutan.

Salah satu alumni, Wafiq Nana Alifia asal Sragen, mengaku bersyukur telah menempuh pendidikan di Ma’had Abu Bakar As-Siddiq. Menurutnya, dalam waktu dua tahun, mahasiswa yang semula pemula dapat menguasai bahasa Arab secara bertahap.

“Alhamdulillah, setelah lulus saya langsung mengajar bahasa Arab di SMPIT An-Nur Gemolong,” ungkapnya.

Ia menambahkan, metode pengajaran yang dipelajarinya di ma’had sangat membantu dalam mengajar siswa dari dasar agar tidak takut mempelajari bahasa Arab. Wafiqnana juga mengajak calon mahasantri untuk tidak ragu mendaftar meski belum memiliki dasar bahasa Arab.

“Di sini semuanya diajarkan dari nol. Jadi jangan takut,” pesannya.

Indospektrum

Recent Posts

Dosen FAI UMS Kupas Tuntas Perbedaan Makna Infak dan Sedekah dalam Islam

SOLO - Agama Islam merupakan agama yang tidak berkutat pada urusan spiritual. Islam juga menekankan…

21 menit ago

Pastikan Pasokan Aman, BULOG Surakarta Rutin Dropping Minyakita di Soloraya

SOLO - Perum BULOG Cabang Surakarta menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak goreng…

34 menit ago

Blibli Store Resmi Hadirkan Starlink, Perluas Akses Internet Cepat hingga Wilayah Pelosok

JAKARTA - PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli), pelopor ekosistem perdagangan omnichannel dan gaya hidup…

3 jam ago

Tim Posturely UMS Raih Medali Emas di Ajang Internasional YISF 2026

SOLO - Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta http://ums.ac.id (UMS) kembali menorehkan prestasi internasional melalui ajang Youth…

3 jam ago

Pemprov Jateng Gelar Lomba Artikel Mahasiswa 2026, Siapkan Total Hadiah Rp14 Juta

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar lomba penulisan artikel populer untuk mahasiswa pada 2026,…

4 jam ago

Dari Lembaran PVC Menjadi Mobil Balap: Keseruan Expo Race Mahasiswa Teknik Industri UMS

SOLO - Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) http://ums.ac.id menggelar kegiatan expo race sebagai…

4 jam ago

This website uses cookies.