Kamis, 17 September 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Analisis Dosen UMS: Penangkapan Nicolas Maduro dan Akar Geopolitik Doktrin Monroe

Indospektrum by Indospektrum
2 Februari 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Arief Isdiman Saleh, S.I.P., M.Si., Ph.D. Foto: Ist.

SOLO – Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 3 Januari 2026 memicu kontroversi global. Penangkapan dikaitkan dengan tuduhan narkoterorisme dan menyalahkan Nicolas Maduro atas masuknya ratusan ribu migran Venezuela ke Amerika Serikat.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Arief Isdiman Saleh, S.I.P., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar pada sejarah panjang geopolitik Amerika Latin. Ia menyinggung Doctrine Monroe sebagai fondasi awal dominasi Amerika Serikat di kawasan tersebut.

“Sejak awal, Doctrine Monroe menegaskan bahwa kawasan Amerika Latin berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dan tidak boleh diganggu kekuatan lain,” jelas Arief, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, doktrin tersebut mengalami perluasan makna seiring perkembangan politik global. Setelah Perang Dunia II dan berakhirnya Perang Dingin, Amerika Serikat memandang kehadiran kekuatan baru sebagai ancaman langsung.

“Kekuatan apa pun yang kira-kira mengancam Amerika tidak boleh beroperasi di wilayah benua Amerika, baik di Amerika Tengah maupun Amerika Selatan,” tegasnya.

Arief menilai hubungan strategis Venezuela dengan Rusia, Iran, dan Cina menjadi salah satu pemicu utama konflik. Ia juga menyoroti kerja sama ekonomi Venezuela dengan Cina, termasuk penjualan minyak tanpa menggunakan dolar Amerika.

“Dengan alasan itulah Venezuela ditekan, bahkan diancam akan diinvasi, untuk menghentikan kerja sama ekonominya dengan negara-negara rival Amerika,” ujarnya.

Selain faktor geopolitik, Arief menekankan adanya motif ekonomi yang kuat, khususnya terkait penguasaan sumber daya minyak. Ia mengungkapkan bahwa nasionalisasi perusahaan minyak asing sejak era Hugo Chavez menjadi sumber ketegangan berkepanjangan.

“Amerika seperti memiliki dendam lama, karena sejak tahun 1970-an hingga era Hugo Chavez, Venezuela menasionalisasi besar-besaran perusahaan minyak asing,” kata Arief.

Dalam perspektif hukum internasional, Arief menegaskan bahwa penangkapan Presiden Venezuela merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. Ia merujuk pada Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menjunjung tinggi prinsip nonintervensi.

“Ini jelas melanggar kedaulatan dan mengangkangi hukum internasional, apalagi yang ditangkap adalah kepala negara yang memiliki kekebalan diplomatik,” tegasnya.

Arief juga membandingkan kasus Venezuela dengan intervensi Amerika Serikat di Irak dan Libya yang berujung pada instabilitas politik berkepanjangan.

“Setelah invasi, negara-negara itu tidak menjadi stabil, justru mengalami perang saudara, sementara sumber daya alamnya dieksploitasi oleh pihak asing,” ujarnya.

Terkait respons PBB, Arief menilai organisasi itu cenderung tidak berdaya menghadapi negara adidaya. Mekanisme Dewan Keamanan dinilai tidak efektif akibat hak veto negara anggota tetap.

“Selama Amerika menjadi anggota tetap Dewan Keamanan, sangat sulit berharap ada sanksi yang benar-benar tegas,” katanya.

Ia juga menyinggung sikap Indonesia yang telah mengecam tindakan tersebut, meski dinilai masih perlu ketegasan lebih. Arief menekankan pentingnya solidaritas internasional dalam menjaga prinsip kedaulatan.

“Hukum internasional sekarang ini terlihat tumpul ketika berhadapan dengan kepentingan negara-negara besar,” ungkapnya.

Arief menegaskan perlunya reformasi kelembagaan PBB, khususnya Dewan Keamanan. Ia menilai struktur saat ini tidak lagi merepresentasikan keadilan global.

“Dunia ini lebih besar dari lima negara, dan PBB seharusnya mewakili seluruh kawasan secara setara,” pungkasnya.

Pemerintah Indonesia dinilai telah berada pada jalur yang tepat dengan mengecam penangkapan Presiden Venezuela, meski masih perlu ketegasan dalam menyebut pihak yang bertanggung jawab. Arief Isdiman Saleh menilai sikap tersebut menunjukkan kehati-hatian diplomatik, namun tetap menyisakan kritik.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Waspada, Tren Penyakit Jantung Kini Bergeser ke Usia yang Lebih Muda

Next Post

Rektor Untag Surabaya Raih Gelar Doktor di UNS, Teliti Pemanfaatan Limbah Batu Bara untuk Material Komposit

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

FK UMS menggelar kuliah umum di Ruang Utsman bin Affan, Kampus IV UMS, Rabu (16/9/2026). Foto: Ist.
Indeks

Kuliah Umum di UMS, Wamenkes Soroti Pemerataan Dokter dan Kebutuhan Tenaga Medis di Daerah

by Indospektrum
16 September 2026
Gubernur Ahmad Luthfi saat menerima penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi sebagai provinsi dengan layanan investasi terbaik di Indonesia dalam ajang ALI 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Investasi Terbaik Ketiga di Nasional pada ALI 2026

by Indospektrum
16 September 2026
Puluhan santri Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus Kabupaten Karanganyar saat belajar kepemimpinan ke Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen di Wisma Perdamaian Semarang pada Rabu, 16 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Belajar Kepemimpinan, Puluhan Santri Isy Karima Karanganyar Temui Gus Yasin

by Indospektrum
16 September 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen membuka acara Belajar Bersama Museum Jawa Tengah 2026 di Kota Semarang, Rabu, 16 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Taj Yasin Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah dan Peradaban Lewat Museum

by Indospektrum
16 September 2026
Tim BenerinAja PTI UMS. Foto: Ist.
Indeks

Inovasi Platform BenerinAja Karya Mahasiswa UMS Lolos ke KMI Expo 2026

by Indospektrum
16 September 2026
Next Post
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Harjo Seputro saat Yudisium Promosi Doktor di Kampus UNS Solo, Senin (2/2/2026). Foto: Indospektrum.com

Rektor Untag Surabaya Raih Gelar Doktor di UNS, Teliti Pemanfaatan Limbah Batu Bara untuk Material Komposit

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

FK UMS menggelar kuliah umum di Ruang Utsman bin Affan, Kampus IV UMS, Rabu (16/9/2026). Foto: Ist.
Indeks

Kuliah Umum di UMS, Wamenkes Soroti Pemerataan Dokter dan Kebutuhan Tenaga Medis di Daerah

16 September 2026
Gubernur Ahmad Luthfi saat menerima penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi sebagai provinsi dengan layanan investasi terbaik di Indonesia dalam ajang ALI 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Investasi Terbaik Ketiga di Nasional pada ALI 2026

16 September 2026
Puluhan santri Ma'had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus Kabupaten Karanganyar saat belajar kepemimpinan ke Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen di Wisma Perdamaian Semarang pada Rabu, 16 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Belajar Kepemimpinan, Puluhan Santri Isy Karima Karanganyar Temui Gus Yasin

16 September 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen membuka acara Belajar Bersama Museum Jawa Tengah 2026 di Kota Semarang, Rabu, 16 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Taj Yasin Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah dan Peradaban Lewat Museum

16 September 2026
Tim BenerinAja PTI UMS. Foto: Ist.
Indeks

Inovasi Platform BenerinAja Karya Mahasiswa UMS Lolos ke KMI Expo 2026

16 September 2026
Mahasiswa Pendidikan Geografi UMS meraih dua gold medal pada ajang Indonesia International Invention Expo 2026 di Politeknik Negeri Semarang, Kamis (3/9/2026). Foto: Ist.
Indeks

Mahasiswa Pendidikan Geografi UMS Sabet 2 Medali Emas di Ajang Internasional IIIEX 2026

16 September 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum