Selasa, 30 Juni 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Ekonomi

2.596 KPM PKH di Klaten Lulus Graduasi Mandiri, Resmi Keluar dari Data Kemiskinan

Indospektrum by Indospektrum
30 Juni 2026
in Ekonomi, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Acara wisuda graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa, 30 Juni 2026. Foto: Ist.

KLATEN —Sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten resmi keluar dari data kemiskinan. Sebab, mereka berhasil meningkatkan kesejahteraannya dan siap hidup mandiri.

Hal itu ditandai dengan acara wisuda graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa, 30 Juni 2026.

Sebagai informasi, pada Tahap I Tahun 2026, terdapat 54.555 Keluarga Penerima Manfaat PKH di Kabupaten Klaten. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.596 keluarga berhasil graduasi karena telah meningkat kesejahteraannya. Rinciannya adalah sebanyak 992 keluarga memilih graduasi mandiri karena menyatakan sudah mampu dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah, dan sebanyak 1.604 keluarga berhasil graduasi setelah memperoleh Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).

Salah satu dari ribuan KPM PKH yang menjalani wisuda graduasi mandiri itu adalah Sri Giatmi. Warga Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, tersebut ikut graduasi mandiri setelah merasa sudah mampu dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia berharap lebih banyak lagi masyarakat yang ikut KPM PKH segera wisuda graduasi.

“Graduasi ini bagi kita yang sudah mampu, kalau belum cukup ya belum berani untuk graduasi. Cukup nggak cukup kan kita sendiri yang merasakan, kalau saya sendiri alhamdulilah sudah merasa cukup karena sudah dibantu oleh pemerintah sampai sekarang. Sekarang saya sudah mensyukuri apa yang saya lakukan dari berdagang itu, hasil dari keluarga bisa cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Sri Giatmi yang sekarang berjualan jamu keliling.

Ia kemudian menceritakan bahwa ikut KPM PKH sejak tahun 2013. Saat itu kondisi keluarganya sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk membelikan jajan anak saja susah. Setelah dapat PKH, ia memperoleh bantuan biaya sekolah untuk anak, kebutuhan anak dan keluarga juga dapat dipenuhi termasuk gizi.

Bahkan, Sri Giatmi masih bisa menyisihkan uang PKH untuk dijadikan modal usaha seperti membeli alat bahan dan peralatan. Hingga akhirnya sekarang ia mendapatkan pemasukan yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Tak hanya itu, anak pertamanya sekarang juga sudah bekerja di pabrik dengan penghasilan tetap serta anak keduanya sudah kelas 3 SMP.

“Buat teman-teman semua yang sudah merasa cukup, mari kita memberanikan diri untuk graduasi mandiri, karena yang lebih membutuhkan dari kita itu banyak sekali,” tutur ibu dua anak tersebut.

Selain graduasi mandiri, acara yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tersebut juga ada penyaluran bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kementerian Sosial. Nilai bantuan modal usaha dari Kementerian Sosial itu bisa sampai Rp5 juta per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Alhamdulillah saya dapat bantuan peralatan untuk jualan bakso. Usaha sudah berjalan enam bulan. Saya juga sudah graduasi. Program ini bisa mengembangkan usaha kami. Semoga perekonomian kami sekeluarga bisa berjalan lancar, jualan tetap jalan,” ujar penerima manfaat, Tri Suwiyem, warga Klaten Tengah, Kabupaten Klaten.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada 2.596 KPM PKH yang sudah graduasi. Artinya, ribuan keluarga tersebut sudah dapat berdiri di kakinya sendiri tanpa menerima bantuan sosial dari pemerintah. Ia berharap semangat dari mereka yang sudah graduasi bisa ditularkan kepada masyarakat lainnya.

“Jadi graduasi ini tidak hanya di Klaten, ada juga di Kendal, kemudian ada di Brebes. Mereka sudah bisa berdiri sendiri, sehingga tidak memerlukan bantuan sosial lagi. Mereka sudah terangkat dari miskin, menjadi berdiri sendiri,” kata dia.

Ia menyampaikan, upaya memerangi kemiskinan harus dilakukan secara bersama-sama. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan instansi terkait lainnya termasuk perusahaan-perusahaan sangat penting. Hal itu dibuktikan dengan penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58% menjadi 9,39% pada tahun 2025 lalu.

“Kolaborasi ini penting untuk mengeroyok masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar bisa kita graduasi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Menurut dia, Gubernur Ahmad Luthfi dan para bupati telah bekerja keras untuk mengentaskan kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem. Keterbukaan data masyarakat miskin di tiap daerah penting agar intervensi yang dilakukan secara bersama-sama dapat dilakukan dengan tepat.

Tags: Ahmad LuthfiGubernur Jawa TengahKeluarga Penerima ManfaatKPMPKHPPSEProgram Keluarga HarapanProgram Pemberdayaan Sosial Ekonomi
Previous Post

Mahasiswa Geografi UMS Raih Bronze Medal di Ajang Internasional WISEC 2026

Next Post

FKIP UMS Gelar Lomba Microteaching AILEC 2026: Mengasah Calon Pendidik Profesional

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

FKIP UMS menggelar Lomba Microteaching pada ajang Annual Innovation on Learning and Education Competition (AILEC) 2026. Foto: Ist.
Indeks

FKIP UMS Gelar Lomba Microteaching AILEC 2026: Mengasah Calon Pendidik Profesional

by Indospektrum
30 Juni 2026
Mahasiswa UMS yang meraih Bronze Medal dalam ajang WISEC 2026. Foto: Ist.
Indeks

Mahasiswa Geografi UMS Raih Bronze Medal di Ajang Internasional WISEC 2026

by Indospektrum
30 Juni 2026
Para siswa antusias mengikuti simulasi operasi menanam TOGA. Foto: Ist.
Indeks

Dosen UMS Implementasikan Teknologi VR dalam Program Edukasi Tanaman Obat di Boyolali

by Indospektrum
30 Juni 2026
Mahasiswa KKN Tematik FIK UMS menghadirkan program SMART DM di Posyandu Kantil XI, Perumahan Grogol Indah, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Foto: Ist.
Indeks

Mahasiswa KKN FIK UMS Hadirkan Program SMART DM untuk Pengendalian Diabetes di Desa Telukan

by Indospektrum
29 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengunjungi warga penerima bantuan perbaikan RTLH, Senin, 29 Juni 2026. Foto: Ist.
Indeks

Rumah Tak Lagi Rapuh, Warga Kudus Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur Ahmad Luthfi

by Indospektrum
29 Juni 2026
Next Post
FKIP UMS menggelar Lomba Microteaching pada ajang Annual Innovation on Learning and Education Competition (AILEC) 2026. Foto: Ist.

FKIP UMS Gelar Lomba Microteaching AILEC 2026: Mengasah Calon Pendidik Profesional

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

FKIP UMS menggelar Lomba Microteaching pada ajang Annual Innovation on Learning and Education Competition (AILEC) 2026. Foto: Ist.
Indeks

FKIP UMS Gelar Lomba Microteaching AILEC 2026: Mengasah Calon Pendidik Profesional

30 Juni 2026
Acara wisuda graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa, 30 Juni 2026. Foto: Ist.
Ekonomi

2.596 KPM PKH di Klaten Lulus Graduasi Mandiri, Resmi Keluar dari Data Kemiskinan

30 Juni 2026
Mahasiswa UMS yang meraih Bronze Medal dalam ajang WISEC 2026. Foto: Ist.
Indeks

Mahasiswa Geografi UMS Raih Bronze Medal di Ajang Internasional WISEC 2026

30 Juni 2026
Para siswa antusias mengikuti simulasi operasi menanam TOGA. Foto: Ist.
Indeks

Dosen UMS Implementasikan Teknologi VR dalam Program Edukasi Tanaman Obat di Boyolali

30 Juni 2026
Mahasiswa KKN Tematik FIK UMS menghadirkan program SMART DM di Posyandu Kantil XI, Perumahan Grogol Indah, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Foto: Ist.
Indeks

Mahasiswa KKN FIK UMS Hadirkan Program SMART DM untuk Pengendalian Diabetes di Desa Telukan

29 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengunjungi warga penerima bantuan perbaikan RTLH, Senin, 29 Juni 2026. Foto: Ist.
Indeks

Rumah Tak Lagi Rapuh, Warga Kudus Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur Ahmad Luthfi

29 Juni 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum