Selasa, 21 April 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Analisis Dosen UMS: Penangkapan Nicolas Maduro dan Akar Geopolitik Doktrin Monroe

Indospektrum by Indospektrum
2 Februari 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Arief Isdiman Saleh, S.I.P., M.Si., Ph.D. Foto: Ist.

SOLO – Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 3 Januari 2026 memicu kontroversi global. Penangkapan dikaitkan dengan tuduhan narkoterorisme dan menyalahkan Nicolas Maduro atas masuknya ratusan ribu migran Venezuela ke Amerika Serikat.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Arief Isdiman Saleh, S.I.P., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar pada sejarah panjang geopolitik Amerika Latin. Ia menyinggung Doctrine Monroe sebagai fondasi awal dominasi Amerika Serikat di kawasan tersebut.

“Sejak awal, Doctrine Monroe menegaskan bahwa kawasan Amerika Latin berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dan tidak boleh diganggu kekuatan lain,” jelas Arief, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, doktrin tersebut mengalami perluasan makna seiring perkembangan politik global. Setelah Perang Dunia II dan berakhirnya Perang Dingin, Amerika Serikat memandang kehadiran kekuatan baru sebagai ancaman langsung.

“Kekuatan apa pun yang kira-kira mengancam Amerika tidak boleh beroperasi di wilayah benua Amerika, baik di Amerika Tengah maupun Amerika Selatan,” tegasnya.

Arief menilai hubungan strategis Venezuela dengan Rusia, Iran, dan Cina menjadi salah satu pemicu utama konflik. Ia juga menyoroti kerja sama ekonomi Venezuela dengan Cina, termasuk penjualan minyak tanpa menggunakan dolar Amerika.

“Dengan alasan itulah Venezuela ditekan, bahkan diancam akan diinvasi, untuk menghentikan kerja sama ekonominya dengan negara-negara rival Amerika,” ujarnya.

Selain faktor geopolitik, Arief menekankan adanya motif ekonomi yang kuat, khususnya terkait penguasaan sumber daya minyak. Ia mengungkapkan bahwa nasionalisasi perusahaan minyak asing sejak era Hugo Chavez menjadi sumber ketegangan berkepanjangan.

“Amerika seperti memiliki dendam lama, karena sejak tahun 1970-an hingga era Hugo Chavez, Venezuela menasionalisasi besar-besaran perusahaan minyak asing,” kata Arief.

Dalam perspektif hukum internasional, Arief menegaskan bahwa penangkapan Presiden Venezuela merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. Ia merujuk pada Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menjunjung tinggi prinsip nonintervensi.

“Ini jelas melanggar kedaulatan dan mengangkangi hukum internasional, apalagi yang ditangkap adalah kepala negara yang memiliki kekebalan diplomatik,” tegasnya.

Arief juga membandingkan kasus Venezuela dengan intervensi Amerika Serikat di Irak dan Libya yang berujung pada instabilitas politik berkepanjangan.

“Setelah invasi, negara-negara itu tidak menjadi stabil, justru mengalami perang saudara, sementara sumber daya alamnya dieksploitasi oleh pihak asing,” ujarnya.

Terkait respons PBB, Arief menilai organisasi itu cenderung tidak berdaya menghadapi negara adidaya. Mekanisme Dewan Keamanan dinilai tidak efektif akibat hak veto negara anggota tetap.

“Selama Amerika menjadi anggota tetap Dewan Keamanan, sangat sulit berharap ada sanksi yang benar-benar tegas,” katanya.

Ia juga menyinggung sikap Indonesia yang telah mengecam tindakan tersebut, meski dinilai masih perlu ketegasan lebih. Arief menekankan pentingnya solidaritas internasional dalam menjaga prinsip kedaulatan.

“Hukum internasional sekarang ini terlihat tumpul ketika berhadapan dengan kepentingan negara-negara besar,” ungkapnya.

Arief menegaskan perlunya reformasi kelembagaan PBB, khususnya Dewan Keamanan. Ia menilai struktur saat ini tidak lagi merepresentasikan keadilan global.

“Dunia ini lebih besar dari lima negara, dan PBB seharusnya mewakili seluruh kawasan secara setara,” pungkasnya.

Pemerintah Indonesia dinilai telah berada pada jalur yang tepat dengan mengecam penangkapan Presiden Venezuela, meski masih perlu ketegasan dalam menyebut pihak yang bertanggung jawab. Arief Isdiman Saleh menilai sikap tersebut menunjukkan kehati-hatian diplomatik, namun tetap menyisakan kritik.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

Waspada, Tren Penyakit Jantung Kini Bergeser ke Usia yang Lebih Muda

Next Post

Rektor Untag Surabaya Raih Gelar Doktor di UNS, Teliti Pemanfaatan Limbah Batu Bara untuk Material Komposit

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Tim FKG UMS meraih medali perak di kejuaraan YISF yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 6–9 April 2026. Foto: Ist.
Indeks

Tim FKG UMS Raih Medali Perak di YISF 2026 Lewat Inovasi Deteksi Gigi Berbasis AI

by Indospektrum
21 April 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima penghargaan atas capaian CSR dan PDB Awards 2026 dari Kemendes PDT. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026 atas Keberhasilan Program Sampah

by Indospektrum
21 April 2026
Petugas di Bandara Adi Soemarmo Solo terus memantapkan persiapan jelang musim Haji Tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Musim Haji 2026: Bandara Adi Soemarmo Kembali Hadirkan Layanan Fast Track Makkah Route

by Indospektrum
20 April 2026
Peluncuran NutriAI Pro, Platform berbasis AI pertama di Indonesia khusus untuk profesi ahli gizi, Minggu (19/4/2026). Foto: Ist.
Gaya Hidup

Revolusi Digital Ahli Gizi: NutriAI Pro Resmi Meluncur sebagai Platform AI Pertama di Indonesia

by Indospektrum
20 April 2026
Rapat Koordinasi Panitia MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, di Gedung Grhadika Bakti Praja Semarang, Senin, 20 April 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Siapkan 12 Venue dan Rangkaian Acara MTQ Nasional XXXI di Semarang

by Indospektrum
20 April 2026
Next Post
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Harjo Seputro saat Yudisium Promosi Doktor di Kampus UNS Solo, Senin (2/2/2026). Foto: Indospektrum.com

Rektor Untag Surabaya Raih Gelar Doktor di UNS, Teliti Pemanfaatan Limbah Batu Bara untuk Material Komposit

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Tim FKG UMS meraih medali perak di kejuaraan YISF yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 6–9 April 2026. Foto: Ist.
Indeks

Tim FKG UMS Raih Medali Perak di YISF 2026 Lewat Inovasi Deteksi Gigi Berbasis AI

21 April 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima penghargaan atas capaian CSR dan PDB Awards 2026 dari Kemendes PDT. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026 atas Keberhasilan Program Sampah

21 April 2026
Petugas di Bandara Adi Soemarmo Solo terus memantapkan persiapan jelang musim Haji Tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Musim Haji 2026: Bandara Adi Soemarmo Kembali Hadirkan Layanan Fast Track Makkah Route

20 April 2026
Peluncuran NutriAI Pro, Platform berbasis AI pertama di Indonesia khusus untuk profesi ahli gizi, Minggu (19/4/2026). Foto: Ist.
Gaya Hidup

Revolusi Digital Ahli Gizi: NutriAI Pro Resmi Meluncur sebagai Platform AI Pertama di Indonesia

20 April 2026
Rapat Koordinasi Panitia MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, di Gedung Grhadika Bakti Praja Semarang, Senin, 20 April 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng Siapkan 12 Venue dan Rangkaian Acara MTQ Nasional XXXI di Semarang

20 April 2026
Dosen FAI UMS, Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I., saat memparkan materi. Foto: Ist.
Gagasan

Refleksi QS. Al-Mujadilah: Dosen UMS Ingatkan Konsekuensi Melanggar Syariat Allah

20 April 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum