
SOLO – Sebanyak 25 Perguruan Tinggi (PT) akan memeriahkan Edu Expo Roemah Tiga yang digelar di Neo Solo Grand Mall pada 21-22 Oktober 2026. Kegiatan diselenggarakan Roemah Tiga yang merupakan wadah alumni SMA Negeri 3 Surakarta.
“Roemah Tiga sudah bertahun-tahun memiliki komitmen yang tinggi terhadap pendidikan, terutama anak-anak SMA,” kata Prof Endra Joelianto, Ketua Roemah Tiga.
Meski secara almamater merupakan alumni SMA Negeri Surakarta, lanjut Endra, pihaknya secara umum juga ingin berkontribusi bagi siswa-siswa SMA sederajat di Solo Raya. Dirinya berharap dengan Edu Expo 2026, dapat memberikan ruang yang berbeda guna mendapatkan informasi dari luar sekolah.
“Terutama dari institusi-institusi yang akan menjadi tempat tujuan setelah lulus SMA. Kami berjuang untuk bisa menghadirkan perguruan tinggi-perguruan tinggi dari luar Surakarta,” katanya.
Pihaknya bersyukur karena Edu Expo mendapat respons yang bagus dari berbagai perguruan tinggi dengan bersedia ikut berpartisipasi. Dengan datang langsung, para siswa diharapkan bisa berdiskusi.
Meski informasi sebenarnya sudah banyak terdapat di website, namun proses atau kehidupan di dalam kampus tidak terefleksi di dalam website atau multimedia. Hal ini bisa diceritakan oleh mereka yang sehari-hari berada di lingkungan tersebut.
Para siswa diharapkan dapat bisa memilih universitas, bahkan bidang keilmuan yang terkait dengan program studinya setelah berinteraksi dengan beberapa alumni universitas atau dari pihak-pihak yang terkait dengan universitas.
“Dengan adanya interaksi tersebut, siswa menjadi lebih yakin dengan pilihannya dan memiliki bayangan dengan karir apa yang akan dijalani setelah selesai melakukan pendidikan di universitas,” ucapnya.
Dengan demikian, hal ini sangat membantu bagi orang tua. Sebab dari sisi orang tua sendiri, juga memerlukan penyediaan dana yang seharusnya tidak menjadi sia-sia.
Orang tua diharapkan bisa turut hadir bersama dengan siswa untuk bertanya dan berdiskusi dengan universitas yang akan menjadi perhentian berikutnya. Melalui interaksi ini, dari sisi anak maupun orang tua bisa sama-sama bahagia dengan pilihan yang dilakukan oleh anak-anak sendiri.
“Karena banyak sekali yang sudah kuliah satu semester, kuliah satu tahun ternyata tidak cocok, pindah jurusan, mau tidak mau sudah membuang waktu, bahkan ada juga yang akhirnya pindah kampus,” tuturnya.
Selain memberikan beban finansial bagi orang tua, juga memberikan beban stres bagi anak. Sebab teman-temannya sudah lulus, terpaksa dia masih perlu lulus.











