Categories: EkonomiIndeks

Bapperida Sragen Kunjungi UMS Diskusi Soal Penanganan Kemiskinan Hingga Desa Wisata

Direktur DRPPS UMS Prof Ir Sarjito M.T Ph.D memaparkan mekanisme pelaksanaan program yang akan diawali UMS. Pertemuan antara Bapperida Kabupaten Sragen dengan UMS ini digelar di ruang pertemuan DRPPS UMS lantai 5 Gedung Induk Siti Walidah. Foto : Ist.

SURAKARTA – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sragen melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya dengan Bupati Sragen. Pertemuan berlangsung di ruang pertemuan Direktorat Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi dan Sentra KI (DRPPS) UMS, lantai 5 Gedung Induk Siti Walidah, Selasa (28/4/2026).

Kunjungan ini membahas implementasi operasional berbagai isu strategis yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Sragen, terutama upaya penurunan angka kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS, Sidiq Permono Nugroho S.E, M.M mengatakan, salah satu fokus utama adalah pemutakhiran dan pemetaan data masyarakat miskin untuk penyesuaian kebijakan bantuan.

“Jika memungkinkan, UMS dapat terlibat dalam pengambilan data. Mahasiswa juga bisa dilibatkan melalui program KKN atau magang yang dikoordinasikan dengan bidang kemahasiswaan,” katanya.

Selain itu, kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan desa wisata, program masjid entrepreneur, serta penyediaan rumah layak huni. Dalam program masjid entrepreneur, bantuan tidak hanya difokuskan pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada pengelolaan ekonomi masjid, termasuk mendorong adanya rencana bisnis untuk meningkatkan kesejahteraan marbot.

“UMS diharapkan bisa membantu pengembangan bisnis yang sesuai dengan potensi masing-masing masjid,” tambah Sidiq.

Program lain yang dibahas adalah, konsep universal basic income berbasis pengembangan usaha produktif di wilayah prioritas, guna menciptakan sumber pendapatan yang layak bagi masyarakat. “Program yang dijalankan diharapkan memberi manfaat bagi UMS dan Kabupaten Sragen,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Reputasi Global DRKUI UMS, Dr Agus Ulinuha M.T menyebutkan, pemerintah daerah menunjukkan antusiasme tinggi terhadap rencana kerja sama ini. Beberapa program yang telah disepakati antara lain KKN tematik, riset terkait dampak rumah tidak layak huni, pemberdayaan petani, serta transformasi fungsi masjid.

Bupati Sragen dalam kesempatan sebelumnya, sebut Ulin, berharap agar kolaborasi dengan UMS dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat miskin. Selain itu, kerja sama juga mencakup pengabdian masyarakat berbasis riset, pengelolaan desa wisata, serta pengembangan sistem informasi geografis (SIG) untuk memetakan potensi wisata di Kabupaten Sragen.

Perwakilan Bapperida Sragen, Wahyu Wardani menyampaikan, kesiapan pemerintah daerah untuk menjadi lokasi studi kasus, termasuk dalam program rumah layak huni yang dapat melibatkan mahasiswa teknik sipil dan arsitektur. “Kami siap memfasilitasi di tingkat desa. Desain yang realistis nantinya bisa langsung diwujudkan,” katanya.

Direktur DRPPS UMS, Prof Ir Sarjito M.T, Ph.D menjelaskan, mekanisme pelaksanaan program akan diawali dengan diskusi bersama untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan di lapangan. Program kemudian dirumuskan secara kolaboratif dan disesuaikan dengan rencana anggaran pemerintah daerah.

“Kegiatan pengabdian berfokus pada pemberdayaan sumber daya manusia, termasuk pelatihan dan pendampingan. Evaluasi dilakukan untuk mengukur dampak sebelum dan sesudah program,” jelasnya.

Kerja sama antara UMS dan Pemerintah Kabupaten Sragen sendiri telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 19 Desember 2024 dan berlaku hingga 19 Desember 2027. Implementasi program direncanakan segera berjalan setelah pembahasan teknis terkait riset dan pengabdian disepakati.

Melalui kolaborasi ini, UMS berharap dapat mewujudkan konsep kampus berdampak dengan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Indospektrum

Recent Posts

FMTI 2026 Jangkau 10 Kota di Indonesia: Upaya Merawat dan Mengembangkan Ekosistem Musik Tradisi

SOLO — Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 kembali hadir sebagai ruang penguatan ekosistem musik…

1 jam ago

Jokowi Soal Gugatan Keabsahan Pencalonan Wapres Gibran, Beberkan Riwayat Pendidikan Sang Putra

SOLO - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai gugatan keabsahan pencalonan Wakil Presiden…

4 jam ago

Borong 36 Gelar di MTQ Nasional XXXI, Kafilah Jateng Terima Bonus Uang hingga Hadiah Umrah

SEMARANG – Perjuangan kafilah Jawa Tengah di gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun…

5 jam ago

FEB UMS Lepas 270 Calon Alumni, Lulusan Dimotivasi agar Terus Berkarya

SURAKARTA - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id melepas 270 calon…

1 hari ago

Pemprov Kejar Penurunan Angka Kemiskinan Jateng jadi 8,70 Persen Sampai Akhir 2026

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah manergetkan angka kemiskinan di wilayahnya turun menjadi 8,70 persen…

1 hari ago

Dukung Timnas, Pemprov Jateng Ajak Warganya Nobar FIFA ASEAN Cup 2026 di Halaman Kantor Gubernur

SEMARANG — Guna memberikan dukungan kepada timnas Indonesia yang berlaga di ajang FIFA ASEAN Cup…

1 hari ago

This website uses cookies.