
SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi menjalin kerja sama dengan University of Asia Pacific (UAP) Bangladesh. Kerja sama dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Ruang Rektor UMS, Senin (15/6/2026).
Delegasi UAP yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Prof. Dr. Mohiuddin Ahmed Bhuiyan selaku Acting Vice Chancellor UAP, Prof. Dr. Mohammad Sharia selaku Dean School of Pharmacy, serta Dr. Shihab Uddin Ahmad yang menjabat sebagai Assistant Professor dan Coordinator Master of Pharmacy in Clinical Pharmacy and Pharmacology Program.
Kasubdit Pengembangan Kemitraan Akademik dan Mobilitas Direktorat Kerja Sama dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS, Hepy Adityarini, S.Pd., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa kerja sama yang dijalin tidak hanya sebatas penandatanganan dokumen, tetapi diarahkan pada berbagai kolaborasi akademik yang konkret.
“Jadi ada banyak-banyak kerja sama yang ingin dilakukan, baik itu joint research, joint publication, visiting lecturers, terus juga exchange gitu. Termasuk itu, mungkin joint supervision,” ungkap Hepy, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, salah satu fokus utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah peluang publikasi bersama. UAP dinilai memiliki rekam jejak yang baik dalam publikasi ilmiah bereputasi internasional.
“Ya intinya dari kemarin waktu signing itu kita berharap stressing-nya mungkin lebih banyak ke join publication karena mereka itu punya track record yang bagus terkait publikasi di jurnal bereputasi. Kemarin tahun lalu katanya ada sekitar 90-an publikasi dosen mereka yang tembus Q1 dan Q2 Scopus,” jelasnya.
Selain publikasi, kedua institusi juga membuka peluang kolaborasi penelitian. UAP menunjukkan ketertarikannya terhadap potensi sumber daya alam Indonesia, khususnya pemanfaatan tanaman herbal untuk pengobatan.
Hepy menyebutkan bahwa ketertarikan tersebut muncul karena Indonesia dikenal memiliki kekayaan biodiversitas dan sumber daya herbal yang melimpah.
“Iya karena sumber daya alam kita itu kaya seperti herbalnya, nah mereka juga mungkin tertarik untuk riset ke sana gitu,” tuturnya.
Di sisi lain, pihak UAP juga menawarkan peluang penelitian bersama dengan dukungan fasilitas laboratorium yang mereka klaim telah memenuhi standar internasional. Untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut, kedua pihak akan menggelar pertemuan lanjutan secara daring yang melibatkan unsur penelitian dari masing-masing perguruan tinggi.
Usai penandatanganan kerja sama, delegasi Bangladesh berkesempatan mengunjungi Fakultas Farmasi UMS untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas akademik dan laboratorium yang dimiliki. Dalam kunjungan tersebut, para delegasi mengaku terkesan dengan infrastruktur kampus yang modern, sistem pendampingan mahasiswa internasional melalui program student buddy, serta suasana akademik yang dibangun UMS.
Mereka juga menunjukkan kekaguman terhadap nilai-nilai Muhammadiyah yang menjadi landasan pengembangan pendidikan di UMS, yang dinilai mampu berjalan beriringan dengan kemajuan fasilitas dan kualitas akademik kampus.










