Selasa, 1 September 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Cuaca Tidak Menentu, Simak 5 Potensi Bahaya Saat Berkendara Motor dan Cara Mengantisipasinya

Indospektrum by Indospektrum
31 Agustus 2026
in Gaya Hidup, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Ilustrasi – Pengendara sepeda motor wajib melakukan antisipasi potensi bahaya sebagai dampak dari cuaca tak menentu. Foto: Ist.

SEMARANG – Agustus dikenal sebagai puncak musim kemarau dengan cuaca cerah dan kondisi jalan yang cenderung kering. Namun, perubahan kondisi iklim membuat cuaca kini semakin sulit diprediksi.

Hujan dapat turun secara tiba-tiba dengan intensitas sedang hingga lebat, sehingga pengendara sepeda motor perlu lebih waspada saat berada di jalan.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Mukammad Aldy Irvansyah mengatakan, ada baiknya pengendara motor mengetahui berbagai ancaman di jalanan, sehingga bisa mengantisipasi dan berhati–hati dalam berkendara terutama saat iklim tidak menentu.

Berikut ini adalah ringkasan hal–hal bahaya yang mengancam bagi pengendara motor ditengah iklim yang tidak menentu:

1. Jalan yang Licin
Saat hujan pertama kali turun setelah masa kering yang panjang, jalanan tidak hanya basah, tetapi juga menjadi sangat licin karena debu, kotoran, dan sisa oli yang menumpuk di permukaan aspal bercampur dengan air hujan. Campuran ini membentuk seperti lapisan lumpur yang bisa jadi sangat berbahaya karena licin dan membuat mudah terpeleset. Ban motor juga dapat kehilangan daya cengkeram secara drastis, sehingga risiko tergelincir, terutama saat bermanuver, berbelok, atau mengerem meningkat.
2. Jarak Pandang Terbatas
Hujan lebat mengurangi jarak pandang secara signifikan. Air yang membasahi kaca helm, cipratan dari kendaraan lain, dan tirai hujan itu sendiri membuat kita sulit melihat dengan jelas.

3. Pengereman Membutuhkan Jarak Lebih Panjang
Kondisi jalan yang basah membuat proses pengereman membutuhkan jarak lebih jauh. Pengereman yang dilakukan terlalu keras juga dapat meningkatkan risiko ban kehilangan daya cengkeram dan tergelincir.

4. Genangan Air (Hydroplaning): Genangan air di jalan bisa menyebabkan ban kehilangan kontak dengan aspal. Fenomena ini disebut aquaplaning atau hydroplaning. Motor terasa “melayang” dan tidak bisa dikendalikan. Kejadian ini ban motor kita kehilangan daya cengkeram sepenuhnya, layaknya berselancar di atas air.

5. Manuver Mendadak Pengguna Jalan Lain
Banyak pengendara tidak siap menghadapi hujan yang tiba – tiba deras mendadak, sehingga mereka mungkin melakukan manuver mendadak, seperti pengereman keras atau belok tanpa sinyal. Antisipasi menjadi salah satu kunci penting untuk tetap aman saat berkendara di tengah cuaca yang tidak menentu. Pengendara perlu mengurangi kecepatan agar memiliki waktu dan ruang yang cukup untuk bereaksi terhadap berbagai kondisi di jalan.

Selain itu, hindari pengereman mendadak dan lakukan pengereman secara bertahap. Jaga jarak dengan kendaraan di depan lebih jauh dari biasanya untuk memberikan ruang yang cukup apabila terjadi situasi tidak terduga.
Pengendara juga disarankan untuk menyalakan lampu utama meskipun berkendara pada siang hari agar lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Jangan lupa menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai, termasuk jas hujan model setelan atas dan bawah, untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.

“Ada baiknya kita berjaga – jaga untuk keamanan dan kenyamanan kita saat berkendara ditengah situasi apapun. Utamakan #Cari_Aman berkendara dalam keadaan apapun karena keluarga kita sudah menunggu dirumah,” kata Aldy.

Tags: #Cari_AmanAstra Motor JatengHonda JatengTips & Trik Motor Honda
Previous Post

Warga Padati Stan Penukaran Uang Logam yang Dibuka BI Solo

Next Post

FKIP UMS Gelar EDU FUN RUN 2026 Semarakkan Anniversary ke-68, Targetkan 500 Peserta

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Politeknik AKBARA Surakarta melakukan kegiatan Tukar Budaya Antarkampus bersama Japanese Red Cross Toyota College of Nursing (JRCTCN), Jepang. Foto: Ist.
Indeks

Politeknik AKBARA dan JRCTCN Jepang Gelar Tukar Budaya Antarkampus di Surakarta

by Indospektrum
1 September 2026
Vika Yulvani, mahasiswa Program Studi Akuntansi UMS. Foto: Ist.
Indeks

Cerita Vika Yulvani, Mahasiswa UMS yang Menjelajah Ilmu Akuntansi hingga Uzbekistan

by Indospektrum
1 September 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi membuka Popda Jateng 2026 di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Selasa 1 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Popda Jateng 2026 Resmi Dibuka, 7.515 Atlet Pelajar Siap Rebut Prestasi

by Indospektrum
1 September 2026
Pemberian buku edukasi oleh Ketua Pelaksana Dr. drg. Ana Riolina, MPH., dan anggota tim Drg. Reisca Tiara Hardiyani, MDSc., kepada KB/TK Aisyiyah Tunggulsari. Foto: Ist.
Indeks

FKG UMS Dampingi Manajemen UKS Sekolah Aisyiyah, Kesiapan Sekolah Sehat Melonjak hingga 90 Persen

by Indospektrum
1 September 2026
Pemprov Jateng kembali memberangkatkan bantuan tahap kedua untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 1 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Bantuan Gempa NTT Tahap II dari Jateng Mulai Diberangkatkan

by Indospektrum
1 September 2026
Next Post
Ilustrasi - FKIP UMS terus mematangkan persiapan EDU FUN RUN FKIP UMS 2026. Foto: Ist.

FKIP UMS Gelar EDU FUN RUN 2026 Semarakkan Anniversary ke-68, Targetkan 500 Peserta

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Politeknik AKBARA Surakarta melakukan kegiatan Tukar Budaya Antarkampus bersama Japanese Red Cross Toyota College of Nursing (JRCTCN), Jepang. Foto: Ist.
Indeks

Politeknik AKBARA dan JRCTCN Jepang Gelar Tukar Budaya Antarkampus di Surakarta

1 September 2026
Vika Yulvani, mahasiswa Program Studi Akuntansi UMS. Foto: Ist.
Indeks

Cerita Vika Yulvani, Mahasiswa UMS yang Menjelajah Ilmu Akuntansi hingga Uzbekistan

1 September 2026
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi membuka Popda Jateng 2026 di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Selasa 1 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Popda Jateng 2026 Resmi Dibuka, 7.515 Atlet Pelajar Siap Rebut Prestasi

1 September 2026
Yongkie Tileno (65) dan Zammachri (70), mahasiswa baru Program Doktor (S3) Teknik Industri UNS. Foto: Ist.
Uncategorized

Lanjut S3 UNS di Usia 65 dan 70 Tahun, Dua Praktisi Senior Buktikan Belajar Tanpa Batas Usia

1 September 2026
Pemberian buku edukasi oleh Ketua Pelaksana Dr. drg. Ana Riolina, MPH., dan anggota tim Drg. Reisca Tiara Hardiyani, MDSc., kepada KB/TK Aisyiyah Tunggulsari. Foto: Ist.
Indeks

FKG UMS Dampingi Manajemen UKS Sekolah Aisyiyah, Kesiapan Sekolah Sehat Melonjak hingga 90 Persen

1 September 2026
Pemprov Jateng kembali memberangkatkan bantuan tahap kedua untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 1 September 2026. Foto: Ist.
Indeks

Bantuan Gempa NTT Tahap II dari Jateng Mulai Diberangkatkan

1 September 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum