Categories: IndeksPendidikan

Disdik Jateng Evaluasi Menyeluruh Usai Kasus Kekerasan Siswa di Sragen dan Brebes

Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Sadimin bersama jajaran menyampaikan belasungkawa kepada keluarga siswa yang menjadi korban perundungan. Foto: Ist.

SEMARANG – Duka akibat kasus perundungan dan kekerasan pelajar di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Brebes mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Tak sekadar imbauan, jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Jateng turun langsung ke lapangan, menyambangi keluarga korban sebagai bentuk empati sekaligus memastikan pendampingan berjalan.

Langkah cepat itu dilakukan menyusul dua peristiwa yang menyita perhatian publik. Di Sragen, seorang siswa SMP Negeri 2 Sumberlawang meninggal dunia usai terlibat perkelahian dengan teman sekolahnya pada 7 April 2026. Sementara di Brebes, tawuran pelajar di wilayah Bulakamba pada 30 Maret 2026 juga berujung korban jiwa.

Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Sadimin bersama jajaran mendatangi rumah duka di Sragen untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Wahyu Adi Prasetya, siswa kelas 8B SMP Negeri 2 Sumberlawang pada Jumat (17/4/2026). Ia menegaskan, pemerintah hadir tidak hanya saat peristiwa terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan keluarga korban.

“Sekolah telah melakukan pendampingan keluarga sejak awal, termasuk saat prosesi pemakaman hingga doa bersama,” ujar Sadimin, Minggu (19/4/2026).

Di Brebes, perhatian serupa juga diberikan kepada keluarga korban tawuran pelajar yang terjadi di Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Bulakamba. Insiden yang melibatkan remaja bersenjata tajam itu diduga dipicu konflik sebelumnya antar kelompok pelajar.

Menurut Sadimin, langkah pembinaan telah dilakukan oleh pihak sekolah dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari guru, orang tua, hingga aparat keamanan. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat untuk mencegah kejadian serupa.

“Sekolah telah berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, dan orang tua siswa untuk memperketat pengawasan, termasuk memantau penggunaan media sosial yang kerap menjadi pemicu konflik,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Jateng saat ini terus berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten guna mengurai akar persoalan secara komprehensif. Evaluasi menyeluruh dilakukan agar upaya pencegahan bisa lebih efektif dan berkelanjutan.

Sadimin menekankan, kunci utama mencegah kekerasan pelajar terletak pada kolaborasi semua pihak. Pemerintah, sekolah, keluarga, hingga masyarakat diharapkan dapat bersinergi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

“Mari kita wujudkan budaya sekolah yang aman dan nyaman, agar proses pembelajaran berjalan baik dan berkualitas bagi seluruh siswa,” ungkapnya.

Indospektrum

Recent Posts

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026 atas Keberhasilan Program Sampah

JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima penghargaan atas capaian Corporate Social Responsibility (CSR)…

2 menit ago

Musim Haji 2026: Bandara Adi Soemarmo Kembali Hadirkan Layanan Fast Track Makkah Route

SOLO – Sebanyak 29.121 jemaah calon haji yang terbagi dalam 81 kelompok terbang (kloter) akan…

17 jam ago

Revolusi Digital Ahli Gizi: NutriAI Pro Resmi Meluncur sebagai Platform AI Pertama di Indonesia

SOLO - Transformasi digital di bidang kesehatan kembali menunjukkan perkembangan signifikan dengan diluncurkannya NutriAI Pro.…

23 jam ago

Pemprov Jateng Siapkan 12 Venue dan Rangkaian Acara MTQ Nasional XXXI di Semarang

SEMARANG - Persiapan gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 yang akan diselenggarakan…

23 jam ago

Refleksi QS. Al-Mujadilah: Dosen UMS Ingatkan Konsekuensi Melanggar Syariat Allah

SOLO - Banyak sekali manusia yang lalai akan syariat Allah SWT. Terkadang mereka melakukan segala…

1 hari ago

Disentil JK soal Karier Politik Hingga Jadi Presiden, Jokowi: Saya Orang Kampung

SOLO - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merespons pernyataan mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf…

1 hari ago

This website uses cookies.