Categories: IndeksNews

Lebih Nyaman dan Cepat, Skema Murur Jadi Kunci Kelancaran Puncak Haji 2024

Ilustrasi – Jemaah haji Indonesia. Foto: Ist.

SEMARANG – Pada pelaksanaan Haji 2024, para jemaah haji usia lansia hingga jemaah yang sakit ketika pelaksanaan Armuzna dilayani dengan baik. Hal itu berkat satu kebijakan Gus Yaqut kala itu yang bernama Skema Murur.

Yakni setelah syarat Wuquf terpenuhi, para jamaah langsung dibawa dengan kendaraan. Baik menggunakan bus maupun ambulans guna melewati Muzdalifah. Tujuannya untuk mabit, tidak berdiam lama dan langsung ke Mina, maupun kembali ke Rumah Sakit tempat mereka di rawat. Satu ikhtiar untuk Hifdz Nafs menjaga keselamatan para jamaah Haji kala itu.

Perwakilan dari KBIHU Thoriqul Jannah Jombang, Gus Zulfikar Dawam (Gus Antok) mengucapkan terima kasih atas sejumlah inovasi yang ada di tahun 2024 tersebut. “Saya membawa 430-an jemaah haji, namun terasa lebih ringan dan lebih mudah,” kata Gus Zulfikar.

Murur hanya salah satu dari banyak inovasi kebijakan Gus Yaqut untuk jamaah haji 2024. Selain itu ada Tanazul, ada Smart Card, ada pos jaga para petugas Haji dari Kamar mandi di Haram, terminal, di Jamarat. Hal itu dinilai menjadi salah satu ikhtiar untuk kenyamanan, kelancaran dan tujuan utamanya adalah menjaga keselamatan nyawa jemaah Haji Indonesia.

Menurutnya, pendamping haji merasakan betul kemudahaan-kemudahan layanan yang diberikan. Bagi jamaah lansia dan sakit pun turut mendapatkan perhatian pelayanan. Perihal makanan dan transportasi juga ia acungi jempol.

“Dengan layanan fast track, tidak perlu ribet antre, semua bisa lbeih cepat untuk diikuti,” ucapnya,

Selanjutnya ia meminta agar layanan-layanan yang bagus bisa terus dipertahankan.

“Terimakasih atas semua inovasi yang diberikan untuk jemaah haji. Mudah-mudahan terus dipertahankan. Mururnya juga dipertahankan, karpet di Muzdalifahnya masyaallah bagus dan empuk,” tandasnya.

Begitu juga tentang skema kuota haji tambahan. Gus Yaqut mengambil kebijakan untuk menyelamatkan nyawa Jamaah Haji Indonesia kala itu. Diskresi diambil 50:50 karena kapasitas Mina untuk jemaah Haji reguler sudah penuh sesak.

Masalahnya adalah jemaah haji Indonesia tidak bisa seenak hati kita menempati tenda-tenda di Mina, lantaran ada aturannya. Jamaah Haji Indonesia hanya boleh menempati Zona 3 dan 4 Mina, ini atas kecukupan biaya Haji indonesia untuk menyewa tenda di Mina.

Indospektrum

Recent Posts

FAI UMS Jadi Lokasi Riset Kolaboratif, Soroti Literasi Tafsir Al-Qur’an Mahasiswa di Era Digital

SOLO - Kemampuan mahasiswa dalam menyaring informasi keagamaan di ruang digital menjadi salah satu tantangan…

1 jam ago

Usung Collaborative Government, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak UGM Ikut Bangun Jawa Tengah

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak kepada sivitas akademika Universitas Gajah Mada (UGM)…

4 jam ago

Jadikan Solo Raya Percontohan Ekonomi Aglomerasi, Ahmad Luthfi Sabet Penghargaan Regional Leadership

KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Agglomeration Leadership Award untuk kategori Regional…

8 jam ago

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Jawa Tengah

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya membutuhkan sinergi…

19 jam ago

Antisipasi Penimbunan Jelang Nataru, Ahmad Luthfi Minta Satgas Pengendalian Harga Diperkuat

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan agar dilakukan penguatan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian…

20 jam ago

Pemprov Jateng Gulirkan 19 Program Intervensi di Sragen, Genjot Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan 19 bentuk intervensi di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan,…

23 jam ago

This website uses cookies.