Senin, 20 Juli 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gagasan

Dosen UMS Soroti Rendahnya Kesantunan Digital: Kebebasan Bukan Berarti Bebas Tanpa Adab

Indospektrum by Indospektrum
14 Maret 2026
in Gagasan, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mulia Ramadhan Fauzani, S.I.Kom., M.Sc. Foto: Ist.

SOLO – Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan.

Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan lain yang tak kalah serius dalam era keterbukaan yaitu menciptakan krisis etika dalam ruang digital. Dosen mata kuliah Media dan Budaya Siber Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Mulia Ramadhan Fauzani, S.I.Kom., M.Sc., menyebut kondisi ini sebagai paradoks era digital.

Menurut Mulia, digitalisasi membawa demokratisasi informasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Media sosial memungkinkan memberikan peluang kepada siapa pun dalam menyampaikan apa yang mereka lihat, rasakan, dan alami.

“Digitalisasi menghadirkan demokratisasi. Siapa pun bisa melaporkan apa yang dia alami, apa yang dia lihat, dan apa yang dia rasakan,” ujarnya, Rabu (11/3/2026)

Fenomena ini pernah terlihat dalam berbagai gerakan sosial global. Ia menyinggung gelombang protes masyarakat di negara-negara Arab pada awal 2010-an yang memanfaatkan media sosial untuk mengekspresikan kekuatan publik. Di Indonesia, ruang digital juga menjadi tempat generasi muda menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara.

Namun kebebasan itu, kata Mulia, berjalan beriringan dengan munculnya krisis adab di ruang digital. Ia menilai kekerasan yang sebelumnya terjadi secara fisik kini berpindah ke dunia maya dalam bentuk kekerasan mental.

“Di dunia digital kekerasannya bukan lagi kekerasan fisik, tapi kekerasan mental,” katanya.

Berbagai bentuk dapat dilihat dalam praktik-praktik cyberbullying, ujaran kebencian, hingga fenomena cancel culture yang sering terjadi di media sosial. Bahkan, tidak jarang publik memperdebatkan pendapat medis dari seorang dokter yang jelas memiliki expertise skill di bidangnya.

Data global juga menunjukkan persoalan tersebut. Dalam survei kesantunan digital yang pernah dirilis Microsoft dalam studi tahunannya, “Civility, Safety, and Interactions Online–2020” – bersama dengan temuan dari Digital Civility Index (DCI) 2020, Indonesia tercatat berada di peringkat 29 dari 32 negara yang disurvei, bahkan menjadi yang terendah di kawasan Asia Pasifik. Temuan itu memperlihatkan bahwa persoalan etika bermedia di Indonesia masih menjadi tantangan besar.

Meski demikian, Mulia menilai persoalan ini tidak sepenuhnya berasal dari karakter masyarakat. Ia melihat ada banyak lapisan penyebab, mulai dari kultur sosial hingga lemahnya regulasi yang mengatur ruang digital. Dalam konteks ini, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur sebagai upaya melindungi generasi muda dari konten negatif.

Akan tetapi menurutnya, kebijakan tersebut tidak cukup jika tidak disertai dengan penguatan literasi digital masyarakat. Ia menilai anak-anak tetap bisa mengakses media sosial melalui perangkat milik orang tua sehingga persoalan utamanya tetap pada kemampuan masyarakat memahami dan menyaring informasi.

“Pemerintah juga harus membekali masyarakat supaya bisa mandiri menavigasi diri mereka di dunia digital,” ujarnya.

Mulia juga menyoroti fenomena buzzer dan bot di media sosial yang bekerja secara terstruktur, sistematis, dan masif, terutama pada momentum politik seperti pemilu. Konten yang diproduksi sering kali dirancang untuk memancing kemarahan publik melalui informasi yang tidak utuh.

Di tengah kondisi tersebut, ia menilai literasi digital menjadi kunci bagi masyarakat untuk menghadapi dinamika ruang digital. Pengguna media sosial perlu belajar memeriksa sumber informasi, menilai kredibilitas media, serta memahami kelengkapan data sebelum mempercayai suatu konten.

Bagi Mulia, ruang digital Indonesia sebenarnya masih relatif terbuka dibandingkan beberapa negara lain yang lebih ketat membatasi ekspresi warganya. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia melihat munculnya gejala yang mengkhawatirkan, mulai dari meningkatnya pengawasan digital hingga maraknya kejahatan siber seperti penipuan digital, pinjaman online ilegal, dan judi daring.

Karena itu, menurutnya, perbaikan ruang digital tidak bisa hanya mengandalkan regulasi semata. Diperlukan kesadaran kolektif masyarakat untuk membangun budaya bermedia yang lebih beretika. Tanpa itu, ruang digital berpotensi terus menjadi cermin sisi gelap masyarakat yang sebelumnya tersembunyi di dunia nyata.

Tags: UMSUniversitas Muhammadiyah Surakarta
Previous Post

CIMB Niaga Optimalkan Layanan Digital Aplikasi OCTO Selama Ramadan dan Libur Lebaran 2026

Next Post

Gema Sadhana Siap Gelar Perayaan Cap Go Meh 2026 Tingkat Jateng di Semarang

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama putranya, Mohammad Alif Daffa mengikuti Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Minggu pagi (19/7/2026). Foto: Ist.
Gaya Hidup

Momen Hangat Ahmad Luthfi Dorong Kursi Roda Putranya di Sukoharjo Spektakuler Run 2026

by Indospektrum
19 Juli 2026
Suasana Sukoharjo Spektakuler Run 2026 di Sentra Niaga The Park Mall Solobaru, Kabupaten Sukoharjo, Minggu, 19 Juli 2026. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Demam Lari di Jawa Tengah: Saat Olahraga Berubah Menjadi Budaya dan Gaya Hidup

by Indospektrum
19 Juli 2026
Gubernur Ahmad Luthfi mengikuti acara Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Minggu, 19 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Sukoharjo Spektakuler Run 2026: Diikuti 2.000 Pelari Bersama Ahmad Luthfi, Sukses Dongkrak Hotel dan UMKM

by Indospektrum
19 Juli 2026
PBSI FKIP UMS menggelar Review dan FGD Kurikulum Tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Siapkan Lulusan Unggul di Dunia Kerja, PBSI FKIP UMS Gelar Review dan FGD Kurikulum 2026

by Indospektrum
18 Juli 2026
Suasana PMB UMS tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Tembus 25 Ribu Pendaftar, Ini Deretan Prodi Paling Ketat di PMB UMS 2026

by Indospektrum
18 Juli 2026
Next Post
DPD Gema Sadhana Jawa Tengah saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kota Semarang pada Jumat, 13 Maret 2026. Foto: Ist.

Gema Sadhana Siap Gelar Perayaan Cap Go Meh 2026 Tingkat Jateng di Semarang

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama putranya, Mohammad Alif Daffa mengikuti Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Minggu pagi (19/7/2026). Foto: Ist.
Gaya Hidup

Momen Hangat Ahmad Luthfi Dorong Kursi Roda Putranya di Sukoharjo Spektakuler Run 2026

19 Juli 2026
Suasana Sukoharjo Spektakuler Run 2026 di Sentra Niaga The Park Mall Solobaru, Kabupaten Sukoharjo, Minggu, 19 Juli 2026. Foto: Ist.
Gaya Hidup

Demam Lari di Jawa Tengah: Saat Olahraga Berubah Menjadi Budaya dan Gaya Hidup

19 Juli 2026
Gubernur Ahmad Luthfi mengikuti acara Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Minggu, 19 Juli 2026. Foto: Ist.
Indeks

Sukoharjo Spektakuler Run 2026: Diikuti 2.000 Pelari Bersama Ahmad Luthfi, Sukses Dongkrak Hotel dan UMKM

19 Juli 2026
PBSI FKIP UMS menggelar Review dan FGD Kurikulum Tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Siapkan Lulusan Unggul di Dunia Kerja, PBSI FKIP UMS Gelar Review dan FGD Kurikulum 2026

18 Juli 2026
Suasana PMB UMS tahun 2026. Foto: Ist.
Indeks

Tembus 25 Ribu Pendaftar, Ini Deretan Prodi Paling Ketat di PMB UMS 2026

18 Juli 2026
Grand Closing Peksimida Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Jumat malam (17/7/2026). Foto: Ist.
Indeks

Sukses Gelar Peksimida 2026, Jateng Bidik Hattrick Juara Umum Peksiminas

18 Juli 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum