
SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
UMS melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat–Usaha Produktif Unggulan Daerah (PM-UPUD) menggelar Pelatihan Kewirausahaan serta Penamaan Produk dan Desain Ecoprint di Desa Wisata Jarum, Kabupaten Klaten, Sabtu (21/6/2026). Kegiatan didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk ecoprint yang tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki identitas merek, desain, dan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan daya saing di pasar.
Ketua Tim PM-UPUD UMS, Dr. Aflit Nuryulia Praswati, S.Sos., S.E., M.M., CMA., menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup berhenti pada peningkatan keterampilan produksi, tetapi harus diikuti dengan penguatan kemampuan berwirausaha agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Produk yang berkualitas perlu didukung strategi pemasaran, identitas merek, dan desain yang menarik agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Karena itu, pendampingan yang kami lakukan tidak hanya pada aspek produksi, tetapi juga penguatan kewirausahaan dan branding,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan, tim PM-UPUD UMS mendampingi masyarakat mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kewirausahaan, inovasi produk, hingga penguatan branding sebagai strategi pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Pada sesi pemaparan, dosen Biologi UMS Lina Agustina, S.Pd., M.Pd., memberikan materi mengenai dasar-dasar ecoprint serta berbagai jenis daun yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Peserta dikenalkan pada karakteristik daun, kandungan pigmen alami, hingga teknik memilih bahan untuk menghasilkan motif dan warna yang optimal.
Sementara itu, dosen bidang Ekonomi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta, Aulia Uswatun Khasanah, S.E., M.M., menyampaikan materi mengenai pengembangan kewirausahaan, strategi penamaan produk (branding), serta pentingnya desain produk dalam meningkatkan nilai jual.
Menurutnya, kualitas produk harus berjalan seiring dengan identitas merek dan kemasan yang mampu menarik perhatian konsumen.
Sebagai implementasi materi, peserta mengikuti praktik pembuatan kain ecoprint menggunakan metode pounding yang dipandu praktisi ecoprint Desa Wisata Jarum, Sri Mulyani. Dalam sesi tersebut, peserta mempraktikkan secara langsung proses memilih daun hingga menghasilkan motif alami pada kain melalui teknik pemukulan.
Pelatihan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat serta pelaku UMKM setempat. Menariknya, kegiatan ini juga diikuti wisatawan mancanegara yang turut mencoba praktik ecoprint, sehingga menghadirkan suasana kolaborasi lintas budaya sekaligus menunjukkan potensi ecoprint Desa Wisata Jarum di pasar internasional.
Salah seorang peserta internasional mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti pelatihan tersebut.
“Pelatihan ini memberikan banyak wawasan baru, bukan hanya tentang cara membuat ecoprint, tetapi juga bagaimana mengembangkan usaha melalui penamaan produk, desain yang menarik, dan strategi pemasaran. Kehadiran para dosen dan praktisi membuat kami semakin percaya diri untuk mengembangkan produk ecoprint agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Wisata Jarum diharapkan mampu menghasilkan produk ecoprint yang memiliki nilai tambah melalui penguatan identitas merek, inovasi desain, dan kompetensi kewirausahaan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program PM-UPUD menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Pendampingan yang dilakukan UMS diharapkan mampu mendorong Desa Wisata Jarum berkembang sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus sentra produk ecoprint yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Di akhir kegiatan, peserta dan mitra menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan Program PM-UPUD serta kepada UMS yang terus berkomitmen menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat potensi ekonomi lokal.









