Sabtu, 17 Oktober 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Ekonomi Tumbuh 5,80 Persen, Jateng Sambut HUT Ke-81 dengan Tren Positif dan Angka Kemiskinan Turun

Indospektrum by Indospektrum
15 Agustus 2026
in Ekonomi, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Jawa Tengah memasuki usia ke-81 dengan catatan ekonomi yang menunjukkan daya tahan di tengah tekanan global. Foto: Ist.

SEMARANG – Jawa Tengah memasuki usia ke-81 dengan catatan ekonomi yang menunjukkan daya tahan di tengah tekanan global. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,80 persen secara kumulatif pada Semester I-2026 berjalan beriringan dengan penurunan angka kemiskinan, peningkatan investasi, dan penyerapan tenaga kerja.

Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran kinerja Jawa Tengah di tengah perlambatan ekonomi global, tekanan geopolitik, serta ketidakpastian perdagangan internasional. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Semester I-2026 tercatat berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Kinerja tersebut tidak semata-mata ditopang oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga hasil kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, pemerintah pusat, serta masyarakat bergerak bersama dalam mendorong aktivitas ekonomi dan pembangunan.

 

Jawa Tengah memasuki usia ke-81 dengan catatan ekonomi yang menunjukkan daya tahan di tengah tekanan global. Foto: Ist.

Dampak pertumbuhan itu juga tercermin dari penurunan jumlah penduduk miskin. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat 3,29 juta orang atau 9,21 persen dari total penduduk.

Angka tersebut turun 59.390 orang dibandingkan September 2025 yang mencapai 9,39 persen. Jika dibandingkan Maret 2025, jumlah penduduk miskin berkurang 81.250 orang, dengan persentase kemiskinan sebelumnya sebesar 9,48 persen.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, mengatakan, penurunan tingkat kemiskinan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 14,50 persen atau sebesar 8,19 persen terhadap perekonomian nasional. Hal tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai kontributor perekonomian terbesar keempat secara nasional,” kata Ali dalam jumpa pers daring, Rabu (5/8/2026).

Geliat ekonomi Jawa Tengah juga tercermin dari realisasi investasi. Pada Semester I-2026, investasi yang masuk mencapai Rp 48,54 triliun dari 55.989 proyek.

Realisasi tersebut sekaligus menyerap tenaga kerja sebanyak 213.217 orang. Capaian ini memperlihatkan bahwa aktivitas investasi tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Sakina Rosellasari menjelaskan, realisasi investasi Semester I-2026 berasal dari Rp 23,02 triliun pada triwulan I dan Rp 25,53 triliun pada triwulan II.

“Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen dari triwulan pertama,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Menurut Sakina, realisasi investasi pada triwulan II meningkat 10,88 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Dari total investasi Semester I, penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp 25,92 triliun atau 53,40 persen, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 22,62 triliun atau 46,60 persen.

Untuk menjaga momentum tersebut, Pemprov Jawa Tengah mendorong kabupaten/kota mengembangkan kawasan industri. Pengembangan kawasan industri diharapkan dapat memperkuat dukungan infrastruktur sekaligus memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, capaian pembangunan tidak mungkin diwujudkan pemerintah seorang diri. Menurut dia, kolaborasi menjadi kunci untuk memastikan pembangunan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Maka kita punya semangat collaborative government (pemerintahan kolaboratif), karena kita tidak bisa sendiri-sendiri,” kata Luthfi.

Ia menilai luasnya wilayah Jawa Tengah dengan 35 kabupaten/kota serta beragam persoalan pembangunan membutuhkan kerja bersama. Karena itu, pemerintah harus membangun super team dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi (Jateng) dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, (maka) collaborative government (pemerintahan kolaboratif) harus kita ciptakan,” tegasnya.

Luthfi pun mengajak bupati dan wali kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, serta media untuk mengambil peran dalam pembangunan Jawa Tengah.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak penting agar setiap program pemerintah tidak berhenti pada kebijakan, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, yakni “Gumregut Nyawiji”. Tema tersebut mengandung pesan tentang semangat bergerak bersama, menyatukan kekuatan, dan bergotong royong membangun Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, tema tersebut menjadi refleksi semangat pembangunan Jawa Tengah yang menempatkan kebersamaan sebagai kekuatan utama.

“Semangatnya adalah bareng-bareng membangun Jawa Tengah. Ini selaras dengan arahan Pak Gubernur, bahwa kita harus berkolaborasi dengan semua pihak,” kata Sumarno.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, kemiskinan yang menurun, investasi yang meningkat, serta ratusan ribu tenaga kerja yang terserap, Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah menjadi momentum untuk memperkuat kerja bersama.

Gumregut Nyawiji bukan sekadar tema peringatan, tetapi menjadi semangat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Tags: Ahmad LuthfiGubernur Jawa TengahPertumbuhan ekonomi Jawa Tengah
Previous Post

Topang Pelabuhan Tanjung Emas, Jateng Berencana Bangun Dry Port di KITB dan Weleri

Next Post

Sinergi Speling dan CKG: Dorong Capaian Pemeriksaan Kesehatan Jawa Tengah Tertinggi di Indonesia

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Direktur Pusat Studi Halal UMS, apt. Peni Indrayudha, M.Biotech., Ph.D., saat memberikan pelatihan pendampingan produk halal. Foto: Ist.
Ekonomi

Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Pakar UMS Highlight Kesiapan UMKM dan Bahan Baku

by Indospektrum
16 Oktober 2026
BSI meraih posisi lima besar Grand Champion Danantara CX100 Award 2026, sekaligus peringkat keempat pada kategori Financial. Foto: Ist.
Bisnis

Raih Danantara CX100 Award 2026, BSI Masuk Top 5 Grand Champion Lintas BUMN

by Indospektrum
16 Oktober 2026
Dosen Psikologi UMS, Audi Ahmad Rikardi, S.Psi., M.A. Foto: Ist.
Gagasan

Tiba-Tiba Teringat Seseorang Lalu Dia Menghubungi? Jangan Baper, Ini Penjelasan Psikolog UMS

by Indospektrum
16 Oktober 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 di Alun-alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jumat, 16 Oktober 2026. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Apresiasi Bakti TNI AD 2026 untuk Kesejahteraan Masyarakat Jateng

by Indospektrum
16 Oktober 2026
Indeks

IMTI 2026: Jawa Tengah Raih Peringkat Kedua Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Nasional

by Indospektrum
16 Oktober 2026
Next Post
Grafis capaian Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Foto: Ist.

Sinergi Speling dan CKG: Dorong Capaian Pemeriksaan Kesehatan Jawa Tengah Tertinggi di Indonesia

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Direktur Pusat Studi Halal UMS, apt. Peni Indrayudha, M.Biotech., Ph.D., saat memberikan pelatihan pendampingan produk halal. Foto: Ist.
Ekonomi

Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Pakar UMS Highlight Kesiapan UMKM dan Bahan Baku

16 Oktober 2026
BSI meraih posisi lima besar Grand Champion Danantara CX100 Award 2026, sekaligus peringkat keempat pada kategori Financial. Foto: Ist.
Bisnis

Raih Danantara CX100 Award 2026, BSI Masuk Top 5 Grand Champion Lintas BUMN

16 Oktober 2026
Dosen Psikologi UMS, Audi Ahmad Rikardi, S.Psi., M.A. Foto: Ist.
Gagasan

Tiba-Tiba Teringat Seseorang Lalu Dia Menghubungi? Jangan Baper, Ini Penjelasan Psikolog UMS

16 Oktober 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat 2026 di Alun-alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jumat, 16 Oktober 2026. Foto: Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Apresiasi Bakti TNI AD 2026 untuk Kesejahteraan Masyarakat Jateng

16 Oktober 2026
Indeks

IMTI 2026: Jawa Tengah Raih Peringkat Kedua Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Nasional

16 Oktober 2026
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menghadiri Gelar Karya Riset Pembangunan  dan Menulis Berdampak 2026. Foto: Ist.
Indeks

Pemprov Jateng dan BRIN Kumpulkan Ratusan Karya Riset untuk Perumusan Kebijakan Daerah

16 Oktober 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum