
SOLO – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo resmi membuka Program Studi (Prodi) S-1 Ekonomi dan Keuangan Islam. Peluncuran dilakukan Jumat (22/5/2026) di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan talkshow bertajuk “ Syariah Future Talks: Literasi, Inovasi, dan Digitalisasi” tersebut dihadiri sivitas akademika, mitra lembaga, perwakilan sekolah, serta para pemangku kepentingan bidang ekonomi syariah.
Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam proses pendirian Prodi S-1 Ekonomi dan Keuangan Islam. Ia menegaskan bahwa lahirnya Prodi tersebut merupakan hasil perjalanan panjang dan kolaborasi lintas generasi di lingkungan FEB UNS.
“Keberhasilan launching ini merupakan proses keberlanjutan dari inisiasi yang telah dirintis sejak lama oleh para dekan senior dan para penggagas Prodi ini. Kami hanya melanjutkan serta merealisasikan harapan yang sudah dibangun oleh para pendahulu,” ungkap Prof. Bhimo.
Prof. Bhimo juga menyampaikan penghargaan kepada para dekan senior FEB UNS, tim task force pembentukan program studi, dosen, serta berbagai institusi yang turut mendukung proses legalitas hingga peresmian program studi tersebut. Dukungan juga datang dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan berbagai lembaga ekonomi syariah lainnya.
Menurutnya, berdirinya Prodi S-1 Ekonomi dan Keuangan Islam menjadi wujud integrasi dan kolaborasi antara unsur internal kampus dan para pemangku kepentingan eksternal dalam mengembangkan pendidikan ekonomi syariah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap Prodi ini dapat terus berkembang dan memenuhi ekspektasi masyarakat. Kehadiran Prodi ini juga diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi baru bersama sekolah-sekolah dan para mitra untuk memperkuat literasi ekonomi dan keuangan Islam,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., QCRO, menyampaikan bahwa pendirian Prodi S-1 Ekonomi dan Keuangan Islam merupakan hasil kerja panjang yang melibatkan banyak pihak sejak tahap awal perencanaan.
Ia mengenang proses pengembangan Prodi yang telah dirintis oleh para dekan senior FEB UNS melalui penguatan sumber daya manusia, termasuk pengiriman dosen untuk studi lanjut di bidang ekonomi Islam.
“Kita bersyukur memiliki para penggagas yang sejak awal sudah memikirkan dan mempersiapkan program studi ini. Alhamdulillah sekarang dapat terealisasi dan resmi diluncurkan,” ujarnya.
Prof. Irwan juga menyampaikan bahwa Prodi S-1 Ekonomi dan Keuangan Islam masih membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri hingga 2 Juni 2026 dengan daya tampung sebanyak 60 mahasiswa pada tahun pertama.
Ia menilai Prodi tersebut memiliki potensi besar karena didukung sumber daya manusia berkualitas, fasilitas pembelajaran yang memadai, serta gedung khusus yang telah tersedia melalui dukungan hibah dana kemaslahatan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Ini menjadi salah satu Prodi baru di UNS yang sebelum diresmikan sudah memiliki gedung sendiri dan fasilitas pendukung yang lengkap. Dukungan terhadap program studi ini sangat luar biasa,” jelasnya.
Selain peluncuran Prodi, kegiatan juga diisi dengan talkshow mengenai literasi, inovasi, dan digitalisasi dalam ekonomi syariah yang menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan profesional dan praktisi ekonomi Islam.
Melalui peresmian ini, FEB UNS berharap Prodi S-1 Ekonomi dan Keuangan Islam dapat menjadi wadah pengembangan ilmu ekonomi syariah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, Prodi ini diharapkan mampu berkontribusi dalam mencetak lulusan unggul di bidang ekonomi dan keuangan Islam.










