Categories: IndeksPendidikan

FK UMS Raih Akreditasi Internasional Penuh dari IAAHEH, Pertama bagi Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia

Ilustrasi – Fakultas Kedokteran UMS. Foto: Ist.

SOLO – Upaya berkelanjutan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id dalam menghadirkan pendidikan kedokteran berstandar global terus menunjukkan hasil nyata. Melalui penguatan mutu akademik, kurikulum, serta layanan pendidikan, FK UMS kini mengantongi status fully accredited internasional dari Indonesian Accreditation Agency For Higher Education In Health (IAAHEH) dengan masa berlaku delapan tahun untuk Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Profesi Dokter.

Pencapaian ini menegaskan posisi FK UMS sebagai fakultas kedokteran swasta pertama di Indonesia dan fakultas kedokteran kedua kedua di Indonesia yang meraih akreditasi internasional penuh dengan masa berlaku terpanjang (delapan tahun), sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional dan global.

Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE, Dipl. STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV., menyampaikan bahwa akreditasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang unggul, humanis, dan berorientasi pada mutu pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa bisa terlaksana fully accredited delapan tahun. Kalau yang swasta, kami menjadi yang pertama di Indonesia,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Perjalanan menuju akreditasi internasional tidak berlangsung mudah. Persiapan yang dimulai sejak Januari 2024 sempat dihadapkan pada perubahan regulasi yang mengharuskan FK UMS mengganti lembaga akreditasi dari ASIIN ke IAAHEH dengan instrumen penilaian yang berbeda.

Di balik capaian itu, tersimpan cerita tentang kerja bersama. Selama berbulan-bulan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga jejaring Rumah Sakit Pendidikan FK UMS dan Puskesmas saling bahu-membahu menyiapkan dokumen dan asesmen lapangan. Tak jarang, satu orang turut mengerjakan tugas lintas program studi demi memastikan seluruh persiapan berjalan optimal.

“Kita semua nge-tim. Semua bergerak bersama, berdarah-darah bersama. Karena kita tidak akan pernah bisa maju kalau tidak berkolaborasi,” tegas Flora.

Baginya, akreditasi internasional bukan semata soal hasil, melainkan ikhtiar untuk meningkatkan kualitas institusi secara berkelanjutan.

“Jangan pernah berpikir gagal atau berhasil, dan semisal terakreditasi apakah partially ataukah fully accredited, yang terpenting just do the very best of us and let Allah do the rest. Yang terpenting adalah ikhtiar untuk leveling up. Akreditasi internasional ini membuat kita leveling up secara berjamaah, selain itu tentunya kita tidak bisa melihat ‘tengkuk’ kita sendiri, maka butuh penilaian dan masukan yang objektif dari para asesor untuk perbaikan dan kemajuan FK UMS,” ungkapnya.

Flora menambahkan, status fully accredited internasional menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dan lulusan FK UMS. Pengakuan internasional tersebut diharapkan dapat mempermudah lulusan yang ingin melanjutkan studi maupun berkarier di luar negeri.

“Harapannya, mahasiswa FK UMS begitu lulus sumpah dokter, kalau mau kerja di luar negeri atau sekolah di luar negeri sudah ada semacam garansi bahwa secara internasional program studinya telah diakui,” jelasnya.

Selain itu, capaian tersebut juga diharapkan semakin memperluas jejaring internasional FK UMS, baik melalui pertukaran mahasiswa, kerja sama riset, maupun peningkatan jumlah mahasiswa asing dari berbagai negara.

“Harapannya FK UMS bisa semakin go global dan memperluas internasionalisasi,” pungkasnya.

Sementara itu, kala Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.O.G., Subsp. Obginsos, M.P.H., bersama tim asesor melakukan visitasi lapangan, Senin (6/4/2026), Dwiana menyebut bahwa asesmen itu sebagai momentum penting karena FK UMS merupakan fakultas kedokteran pertama di Indonesia yang melaksanakan akreditasi internasional IAAHEH secara terintegrasi dengan akreditasi LAMPTEKES. Saat ini untuk akreditasi nasional LAMPTEKES FK UMS sedang berada dalam tahap penilaian angka kecukupan oleh para asesor.

Ia menilai FK UMS memiliki komitmen kuat dalam meraih pengakuan internasional.

“Jadi, selamat! Ini adalah yang pertama, karena dua Fakultas Kedokteran sebelumnya masih menunggu bagaimana teknis pelaksanaannya. Kita akan bekerja dua kali lipat, tapi tidak apa-apa, demi mendukung FK UMS,” tambahnya.

Dwiana menegaskan bahwa akreditasi bukanlah ujian, melainkan proses peningkatan kualitas institusi. Ia juga tidak meragukan akan kualitas FK UMS, karena pada akreditasi nasional, FK UMS telah terakreditasi Unggul.

Dalam asesmen ini, tim asesor melakukan validasi terhadap laporan evaluasi diri yang telah disusun oleh fakultas. Termasuk melihat fasilitas yang dimiliki seperti laboratorium, Rumah Sakit Pendidikan FK UMS, Puskesmas, dan desa binaan.

Selain itu, tim asesor juga menggali lebih dalam terkait dengan mutu dari akademik FK UMS termasuk dosen, staf kependidikan, kurikulum, mahasiswa, alumni, dan seluruh stakeholders.

​”Jangan takut, tetaplah bahagia. Tunjukkan bahwa fakultas kita benar-benar bagus. Berusahalah untuk ‘menjual’ potensi Anda kepada kami. Sampaikan apa kekuatan Anda, dan jangan malu jika ada kekurangan/kelemahan di dalamnya,” ungkap Dwiana.

Indospektrum

Recent Posts

Investor India J.K. Enterprises Lirik Potensi Sektor Pertanian dan Energi Terbarukan di Jateng

SEMARANG — Investor asal India, J.K. Enterprises, menjajaki perluasan investasi di Jawa Tengah dengan membidik…

51 menit ago

OJK Cabut Izin Usaha BPR Ceper Permata Artha di Klaten, Kenapa?

SOLO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT BPR Ceper Permata Artha di…

3 jam ago

Program Inovatif Jawa Tengah Tuai Pujian Bappenas, Dinilai Layak Direplikasi Nasional

SEMARANG — Sejumlah kebijakan dan program yang digulirkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menuai…

3 jam ago

Perkuat Jejaring Global, Fakultas Farmasi UMS Jalin Kerja Sama dengan Dua Kampus Terkemuka di Bangladesh

SOLO - Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjalin kerja sama dengan dua kampus…

4 jam ago

Salatiga Tuan Rumah Festival Adat Budaya Nusantara ke-7, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Bakal Hadir

SEMARANG — Lebih dari 100 raja, sultan, dan pemangku adat dari dalam maupun luar negeri…

4 jam ago

Ahmad Luthfi Dukung Rencana Pengembangan Wisata Air Rawa Pening

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendukung penuh rencana pengembangan wisata air di kawasan…

5 jam ago

This website uses cookies.