
SOLO – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperluas jejaring internasional. Salah satunya melalui penandatanganan kerja sama dengan University of Zululand, Afrika Selatan.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung di Ruang Sidang FKI UMS pada Senin (6/7/2026). Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan kolaborasi pendidikan, pertukaran dosen dan mahasiswa, joint guest lecture, Collaborative Online International Learning (COIL), short course, benchmarking kurikulum, penelitian kolaboratif, inovasi akademik, serta penyelenggaraan konferensi internasional bersama.
Dekan FKI UMS, Dr. Ir. Endah Sudarmilah, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa kemitraan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat rekognisi internasional Program Studi Ilmu Komunikasi sekaligus memperluas peluang kolaborasi global bagi sivitas akademika.
“FKI UMS memiliki keunikan tersendiri, dimana ilmu informatika dipadukan dengan ilmu komunikasi menjadi satu wadah (fakultas),” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Endah juga menjelaskan, FKI UMS selama ini telah menjalin berbagai bentuk kerja sama internasional, mulai dari student exchange, visiting lecture, research collaboration, hingga penyelenggaraan konferensi internasional bersama sejumlah perguruan tinggi di Korea Selatan, Malaysia, Prancis, Italia, Taiwan, Jepang, dan kini semakin diperkuat melalui kemitraan dengan University of Zululand.
Ia juga memperkenalkan sejumlah kekuatan riset yang dimiliki FKI UMS, meliputi bidang Artificial Intelligence (AI), software and systems, media and society, serta immersive and human-centered technology yang dinilai memiliki banyak titik temu dengan pengembangan keilmuan di University of Zululand.
Sementara itu, Wakil Dekan I FKI UMS, Endang Wahyu Pamungkas, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi harus diwujudkan dalam berbagai program nyata.
Menurutnya, peluang kolaborasi dapat dikembangkan melalui kuliah tamu bersama, program COIL, short course, benchmarking kurikulum, pertukaran akademisi, penelitian kolaboratif, hingga pengembangan inovasi.
“Kami ingin memulai dari aktivitas-aktivitas kecil yang membangun kepercayaan. Setelah itu kolaborasi dapat ditingkatkan menjadi program yang lebih besar dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan University of Zululand, Prof. Gedala Mulliah Naidoo atau yang akrab disapa Prof Kevin, memperkenalkan fakultas komunikasi di kampusnya yang memiliki jenjang pendidikan mulai dari diploma, sarjana, magister hingga doktoral. Ia juga menyampaikan bahwa University of Zululand telah aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi internasional, termasuk beberapa perguruan tinggi di Indonesia.
Menurutnya, hubungan akademik dengan UMS sebenarnya telah terbangun melalui partisipasi bersama dalam konferensi internasional serta kegiatan akademik lainnya.
Penandatanganan kerja sama kali ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas kolaborasi riset, publikasi ilmiah, proyek Collaborative Online International Learning (COIL), hingga pertukaran mahasiswa.
“Kita dapat saling belajar dan berbagi keahlian. Komunikasi menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai disiplin ilmu, termasuk dengan bidang informatika yang menjadi kekuatan dari FKI UMS,” jelasnya.
Kevin juga mengundang dosen dan mahasiswa UMS untuk berkunjung ke University of Zululand sekaligus memperkenalkan Afrika Selatan sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya dan memiliki banyak peluang penelitian, khususnya dalam kajian komunikasi, masyarakat multikultural, diaspora, hingga transformasi sosial pasca-apartheid.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FKI UMS, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa UMS tengah mempersiapkan implementasi program COIL yang direncanakan mulai berjalan pada Januari mendatang. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pertukaran mahasiswa selama satu semester.
Menurutnya, mahasiswa nantinya tidak hanya memperoleh pengalaman akademik melalui transfer kredit, tetapi juga pengalaman lintas budaya yang memperkuat kompetensi global.
“Kami ingin mahasiswa memperoleh international exposure melalui pembelajaran bersama, pertukaran budaya, diskusi akademik, hingga pengenalan kurikulum antaruniversitas,” katanya.
Diskusi juga membahas sistem pendanaan riset di Indonesia dan Afrika Selatan, mekanisme publikasi ilmiah, peluang supervisi bersama bagi mahasiswa pascasarjana, hingga pengembangan proposal hibah penelitian internasional.
Melalui kerja sama ini, Program Studi Ilmu Komunikasi FKI UMS berharap dapat memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi bereputasi, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di tingkat internasional.











