
SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memberikan apresiasi kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa berprestasi dalam upacara Hari Jadi ke-68 UMS di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Sabtu (24/10/2026).
Penghargaan tersebut diberikan kepada Prof. Jumadi, S.Si., M.Sc, Ph.D., yang menerima apresiasi dosen yang mendapatkan kenaikan jabatan fungsional guru besar/profesor tahun 2026; Maryadi yang menerina apresiasi keaktifan pembinaan Al Islam dan Kemuhammadiyahan pegawai tahun 2026 tingkat universitas; dan Nasywa Nadifa Az-Zahra Salsabila yang menerima apresiasi finalis mahasiswa berprestasi dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional tahun 2026.
Melalui penghargaan ini, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengajak civitas academica UMS untuk selalu bergerak dalam menciptakan perubahan.
“Kami mengajak semua dosen, tendik, dan keluarga besar UMS untuk senantiasa bisa mengembangkan adaptif, progresif, moderat, humanis, transendensi, dan berdaya saing global,” ucapnya.
Dekan Fakultas Geografi UMS Jumadi berterima kasih atas apresiasi yang diberikan UMS. Ia mengaku juga menerima apresiasi lain, yakni dosen dengan sitasi terbanyak di bidang sains dan teknologi.
“Terima kasih kepada UMS sudah memberikan penghargaan. Alhamdulillah tahun ini saya menerima dua penghargaan,” ujarnya saat ditemui seusai acara.
Sementara Nasywa Nadifa Az-Zahra Salsabila menyebut penghargaan yang ia terima merupakan hasil dari perjalanan panjang proses seleksi menuju Pilmapres. Mahasiswa Farmasi angkatan 2023 ini bersyukur UMS mendukungnya di setiap tahapan seleksi Pilmapres.
“Tentunya proses menjadi mahasiswa berprestasi ini tidak mudah, mulai dari seleksi di tingkat fakultas, universitas, wilayah, hingga nasional. Alhamdulillah UMS memberikan dukungan penuh dari setiap proses yang saya lalui,” ucapnya penuh rasa syukur.
Perempuan yang akrab disapa Nadifa ini mengusung gagasan kreatif dengan membuat obat nanoliposom. Lewat gagasannya ini, Nadifa mengusulkan pembuatan obat dengan teknologi nano sehingga mudah dipenetrasi di dalam tubuh.
“Untuk Pilmapres ini memang baru gagasan, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan menjadi riset lanjutan,” tandasnya.










