Kamis, 5 November 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Indeks

Hasil Paper Test BMKG Negatif, Abu Vulkanik Anak Krakatau Belum Terdeteksi di Jateng

Indospektrum by Indospektrum
7 September 2026
in Indeks, News
0
Share on FacebookShare on Twitter
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo memberikan keterangan pers di Rumah Rakyat Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (7/9/2026). Foto: Ist.

SEMARANG – Masyarakat Jawa Tengah diminta tidak panik menyikapi informasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Hasil paper test Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di sejumlah titik menunjukkan abu vulkanik belum terdeteksi mencapai permukaan wilayah Jawa Tengah.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, mengatakan pengujian dilakukan di Kertajati, Tegal, Cilacap, dan Semarang. Seluruh titik tersebut menunjukkan hasil negatif terhadap endapan abu vulkanik.

“Jadi dari Kertajati, Tegal, kemudian Cilacap dan Semarang sendiri, paper test-nya negatif,” kata Yoga dalam siaran pers di Rumah Rakyat Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (7/9/2026).

Yoga menjelaskan, paper test dilakukan selama dua hari dengan memasang kertas berwarna hitam atau putih sejak pagi hingga malam. Kertas tersebut digunakan untuk menangkap dan mengidentifikasi material debu yang mengendap dari atmosfer.

Kertajati dan Tegal menjadi titik sampel yang merepresentasikan wilayah Pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara Cilacap digunakan sebagai representasi wilayah Jawa Tengah bagian barat.

Menurut Yoga, hasil pemantauan tersebut menjadi indikator bahwa material vulkanik dari Anak Krakatau yang terdeteksi di atmosfer belum turun hingga ke permukaan Jawa Tengah.

“Seandainya yang di sebelah barat kita aman, logika sederhananya harusnya semakin ke timur semakin aman. Jadi Semarang dan barangkali sampai Jawa Timur akan aman,” ujarnya.

Yoga menegaskan, masyarakat perlu membedakan antara keberadaan abu vulkanik di lapisan atmosfer dengan material yang telah mencapai permukaan tanah.

Pemantauan satelit memang dapat mendeteksi keberadaan material vulkanik di atmosfer. Namun, keberadaan material tersebut tidak otomatis berarti abu telah turun dan mengendap di wilayah yang berada di bawahnya.

“Kenyataannya paper test kami mengatakan, bahwa debu tidak sampai ke bawah,” katanya.

Karena itu, Yoga mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta mempercayai peta atau informasi sebaran abu vulkanik yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi tertentu tanpa melakukan verifikasi kepada lembaga resmi.

Ia meminta informasi terkait aktivitas dan sebaran abu vulkanik mengacu pada sumber resmi, antara lain Darwin Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC), BMKG, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Mohon teman-teman media kalau mengambil dari lembaga yang resmi. Lembaga resmi PVAC Darwin atau BMKG atau PVMBG,” tuturnya.

Yoga juga meluruskan kekhawatiran masyarakat terkait debu yang ditemukan menempel pada kendaraan. Menurutnya, kondisi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa material yang menempel merupakan abu vulkanik Anak Krakatau.

Identifikasi secara pasti, kata dia, harus dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium. Abu vulkanik memiliki karakteristik dan kandungan mineral tertentu, termasuk silika, dengan bentuk partikel yang relatif tajam.

“Kalau tadi ada cerita bahwa motornya kotor, bisa jadi karena efek musim kemarau yang kering. Kurang lebihnya begitu, debu biasa, bukan debu vulkanik,” ungkapnya.

Dengan hasil paper test yang masih negatif, masyarakat Jawa Tengah diimbau tetap tenang namun tidak mengabaikan perkembangan informasi resmi. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan setiap perubahan kondisi atmosfer maupun potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat segera diketahui masyarakat.

Tags: abu vulkanikBMKGGunung Anak Krakatau
Previous Post

Atasi Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemprov Jateng Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Next Post

Hasil Paper Test Negatif, Pemprov Jateng Minta Warga Tak Panik Soal Abu Anak Krakatau

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

UMS memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kerja sama pendidikan tinggi dengan Republik Rakyat Tiongkok. Foto: Ist.
Indeks

Perluas Jejaring Global, UMS Gandeng KBRI Beijing Pertajam Kerja Sama Akademik dan Industri di Tiongkok

by Indospektrum
5 November 2026
UNS Solo meraih penghargaan QS Recognition Award for Performance Improvement dari QS Quacquarelli Symonds atas peningkatan signifikan dalam QS World University Rankings (WUR): Asia selama lima tahun terakhir. Foto: Ist.
Indeks

Raih QS Performance Improvement Dua Tahun Berturut-turut, UNS Tembus Peringkat 158 Asia

by Indospektrum
4 November 2026
Prosesi Pemasangan Bleketepe

SIJ. KGPAA Mangkoenagoro X (kiri) menyaksikan prosesi pemasangan Bleketepe oleh KPH. Hariadhi Anggoro Kadarisman dalam rangkaian acara Dhaup Ageng Mangkunegaran di Bangsal Tosan, Pura Mangkunegaran, Rabu (4/11/2026). Pemasangan Bleketepe merupakan rangkaian acara sebagai penanda dimulainya adat prosesi pernikahan.
Indeks

Pura Mangkunegaran Gelar Bleketepe dan Adang Sepisan, Tandai Dimulainya Dhaup Ageng Gusti Sura

by Indospektrum
4 November 2026
Dosen Program Studi PGSD UMS,  Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd meraih Exceptional PhD Award dari School of Education and Culture, Monash University, Australia. Foto: Ist.
Indeks

Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award dari Monash University Australia

by Indospektrum
4 November 2026
Pembangunan jalan beton di ruas Jepara-Keling, Kabupaten Jepara, sepanjang sekitar 3,3 kilometer pada 2026. Foto: Ist.
Indeks

Dulu Rusak dan Berlubang, Kini Jalur Alternatif Jepara-Pati Makin Mulus

by Indospektrum
4 November 2026
Next Post
Kalakhar BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan memberikan keterangan pers di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jateng, Senin (7/9/2026). Foto: Ist.

Hasil Paper Test Negatif, Pemprov Jateng Minta Warga Tak Panik Soal Abu Anak Krakatau

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

UMS memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kerja sama pendidikan tinggi dengan Republik Rakyat Tiongkok. Foto: Ist.
Indeks

Perluas Jejaring Global, UMS Gandeng KBRI Beijing Pertajam Kerja Sama Akademik dan Industri di Tiongkok

5 November 2026
UNS Solo meraih penghargaan QS Recognition Award for Performance Improvement dari QS Quacquarelli Symonds atas peningkatan signifikan dalam QS World University Rankings (WUR): Asia selama lima tahun terakhir. Foto: Ist.
Indeks

Raih QS Performance Improvement Dua Tahun Berturut-turut, UNS Tembus Peringkat 158 Asia

4 November 2026
Prosesi Pemasangan Bleketepe

SIJ. KGPAA Mangkoenagoro X (kiri) menyaksikan prosesi pemasangan Bleketepe oleh KPH. Hariadhi Anggoro Kadarisman dalam rangkaian acara Dhaup Ageng Mangkunegaran di Bangsal Tosan, Pura Mangkunegaran, Rabu (4/11/2026). Pemasangan Bleketepe merupakan rangkaian acara sebagai penanda dimulainya adat prosesi pernikahan.
Indeks

Pura Mangkunegaran Gelar Bleketepe dan Adang Sepisan, Tandai Dimulainya Dhaup Ageng Gusti Sura

4 November 2026
Dosen Program Studi PGSD UMS,  Muhammad Taufik Hidayat, S.Pd., M.Pd meraih Exceptional PhD Award dari School of Education and Culture, Monash University, Australia. Foto: Ist.
Indeks

Dosen PGSD UMS Raih Exceptional PhD Award dari Monash University Australia

4 November 2026
Pembangunan jalan beton di ruas Jepara-Keling, Kabupaten Jepara, sepanjang sekitar 3,3 kilometer pada 2026. Foto: Ist.
Indeks

Dulu Rusak dan Berlubang, Kini Jalur Alternatif Jepara-Pati Makin Mulus

4 November 2026
Pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Foto: Ist.
Indeks

Taj Yasin Minta Pembangunan Talud Kudus-Colo Selesai Sebelum Puncak Kunjungan Wisata Religi

4 November 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum