Categories: IndeksNews

Jerat TPPU Bos Indosterling: Bareskrim Sita Aset Bangunan hingga Mobil Mewah

Salah satu aset tanah yang disita Bareskrim Polri dalam kasus dugaan TPPU bos PT Indosterling Optima Investa. Foto: Ist.

JAKARTA – Kasus dugaan kejahatan perbankan yang menyeret Bos PT Indosterling Optima Investa terus berlanjut. Meski Direktur perusahaan berinisial SWH telah menjalani hukuman 10 tahun penjara, namun yang bersangkutan juga dijerat dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dalam mengusut kasus TPPU, penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah merampungkan berkas perkaranya ke jaksa penuntut umum (JPU) dan tinggal menyerahkan barang bukti (BB) dan tersangka ke JPU.

Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, dalam menuntaskan kasus TPPU ini, penyidik menelusuri aliran dana yang berasal dari tindak pidana perbankan yang sebelumnya telah berkekuatan hukum tetap.

“Perkara TPPU PT Indosterling Optima Investa, dengan tersangka SWH yang ditangani Tim Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri tak lama lagi bakal disidangkan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P-21) oleh JPU,” kata Ade Safri dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu (5/9/2026).

Kasus ini bermula dari dana masyarakat yang ditempatkan melalui High-Yield Promissory Notes (HYPN) pada sejumlah rekening PT Indosterling Optima Investa. Berdasarkan penyidikan Bareskrim, terdapat empat rekening perusahaan yang menampung dana tersebut.

Polisi menemukan dana itu kemudian digunakan untuk berbagai kebutuhan. Di antaranya membayar bunga atau kupon tetap kepada pemegang HYPN, mencairkan dana pokok pemegang HYPN, membayar komisi sekitar 500 agency, serta membiayai operasional dan gaji karyawan. Namun, penyidik juga menemukan aliran dana menuju sejumlah pihak dan perusahaan yang terafiliasi dengan tersangka.

“Ditransfer ke rekening perusahaan afiliasi di bawah kepemimpinan tersangka SWH, ditransfer ke rekening orang-orang yang diinstruksikan saudara SWH, ditransfer ke rekening tersangka SWH yang kemudian digunakan membeli aset,” terang Ade Safri.

Berdasar hasil penelusuran, lanjutnya, penyidik kemudian menelusuri dugaan pencucian uang yang berasal dari tindak pidana kejahatan perbankan yang telah diungkap sebelumnya.

Adapun dalam perkara kejahatan perbankan, SWH telah menjalani hukuman 10 tahun di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Jawa Barat. Dia dijatuhi denda Rp10 miliar dalam perkara tindak pidana perbankan.

Selama proses penyidikan, penyidik menggeledah kantor PT Indosterling Optima Investa di Gedung Ratu Plaza Office Tower lantai 27, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik Dittipideksus Bareskrim menyita sejumlah surat dan dokumen yang berkaitan dengan perkara.

Penyidik juga berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta lembaga terkait lainnya untuk menelusuri aset tersangka.

Penelusuran aliran dana tersebut berujung pada penyitaan sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan perkara. Bareskrim menyita tanah dan bangunan milik SWH sebanyak delapan unit. Polisi juga menyita lima kendaraan roda empat.

Selain penyitaan aset dan dokumen, penyidik memeriksa ahli perbankan dan ahli TPPU untuk memperkuat konstruksi perkara.

“Melakukan penyitaan terhadap aset-aset milik tersangka SWH berupa tanah dan bangunan sebanyak delapan unit, kendaraan sebanyak lima unit ranmor roda empat, serta melakukan pemeriksaan terhadap ahli perbankan dan ahli TPPU,” kata Ade Safri.

Salah satu aset yang disita berupa tanah dan bangunan di kawasan Pluit, Jakarta Utara, yang tercatat atas nama Sean William Henley.

Indospektrum

Recent Posts

Jadikan Solo Raya Percontohan Ekonomi Aglomerasi, Ahmad Luthfi Sabet Penghargaan Regional Leadership

KARANGANYAR — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Agglomeration Leadership Award untuk kategori Regional…

28 menit ago

Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Jawa Tengah

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, pengembangan sektor pariwisata di wilayahnya membutuhkan sinergi…

11 jam ago

Antisipasi Penimbunan Jelang Nataru, Ahmad Luthfi Minta Satgas Pengendalian Harga Diperkuat

MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan agar dilakukan penguatan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian…

12 jam ago

Pemprov Jateng Gulirkan 19 Program Intervensi di Sragen, Genjot Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan 19 bentuk intervensi di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan,…

15 jam ago

BEI Resmi Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kliring…

16 jam ago

Perkuat Swasembada Pangan, Pemprov Jateng Genjot Elektrifikasi Penggilingan Padi Skala Kecil

MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya swasembada pangan melalui modernisasi sektor pertanian…

17 jam ago

This website uses cookies.