
SOLO – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ARMINA Kartasura, Sukoharjo, didukung Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, menyelenggarakan praktik ibadah haji di kawasan Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali, Sabtu, 19 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 75 calon jemaah haji dan didampingi tiga pembimbing manasik, yakni Ustadz Dr. Imron Rosyadi, Ustadz Afbintoro, dan Ustadz Mahfudz Furqoni, serta didukung oleh 17 Pengurus lainnya.
Praktik ibadah haji ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan manasik yang dilaksanakan secara bertahap. Sebelum mengikuti praktik haji, para calon jemaah telah mendapatkan materi teori, praktik ibadah umrah, kemudian kembali mendapatkan teori tentang pelaksanaan ibadah haji, dan selanjutnya mengikuti praktik haji secara langsung.
“Pola pembinaan tersebut dilakukan agar calon jamaah tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman praktik dan gambaran yang lebih nyata mengenai rangkaian perjalanan ibadah haji,” jelas Imron yang juga sebagai dosen di Fakultas Agama Islam UMS.
Ketua KBIHU ARMINA Kartasura, H. M. Yahya, mengatakan, kawasan Wisata Edukasi Religi Qolbu Boyolali dipilih sebagai lokasi praktik karena memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk menggambarkan rangkaian perjalanan ibadah haji seperti di Tanah Suci.
“Tempat ini dipilih karena fasilitas untuk praktik hajinya cukup lengkap, sehingga peserta dapat memperoleh gambaran seperti ketika berada di Makkah,” ujar Yahya.
Menurutnya, peserta dapat mempraktikkan alur perjalanan mulai dari maktab atau hotel, menuju Mina, Arafah, Muzdalifah, kembali ke Mina, kemudian menuju Jamarat, hingga tahapan-tahapan ibadah lainnya.
“Dengan praktik secara langsung dan mengikuti alur perjalanan tersebut, peserta akan lebih mudah memahami bagaimana pelaksanaan ibadah haji nantinya di Makkah. Jadi, mereka tidak hanya membayangkan berdasarkan penjelasan, tetapi sudah mendapatkan pengalaman praktik sebelumnya,” jelasnya.
Salah seorang calon jemaah haji tahun 2027, Husnun, mengaku memperoleh banyak manfaat dari rangkaian manasik teori maupun praktik yang diselenggarakan KBIHU ARMINA Kartasura.
“Alhamdulillah ikut manasik dan praktik haji bersama ARMINA mendapat ilmu tentang ibadah haji dan umrah yang komplit dan komprehensif. Para pembimbingnya berkompeten dan benar-benar membimbing kami dari nol. Dari tidak tahu apa-apa menjadi paham,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi pelayanan panitia dan fasilitas yang disediakan selama mengikuti program manasik.
“Para panitianya juga super sat-set memberikan pelayanan kepada jemaah. Fasilitasnya juga luar biasa, buku panduannya komplit. Terima kasih banyak ARMINA Kartasura,” tambahnya.
Hal senada disampaikan calon jemaah haji lainnya, Betty, yang menilai lokasi praktik di Boyolali sangat membantu peserta memahami rangkaian perjalanan haji.
“Tempat untuk praktik haji lengkap seperti di Makkah. Mulai dari maktab atau hotel, ke Mina, Arafah, Muzdalifah, Mina lagi, terus ke Jamarat, dan seterusnya lengkap. Ini memudahkan pemahaman pelaksanaan haji besok di Makkah,” tuturnya.
Menurutnya, pembelajaran di lapangan membuat materi yang sebelumnya disampaikan secara teori menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.
“Kalau hanya mendengarkan penjelasan, mungkin kami masih sulit membayangkan urutannya. Namun, setelah melihat tempat dan mempraktikkan langsung, kami menjadi lebih paham harus mulai dari mana, ke mana, dan apa saja yang dilakukan dalam setiap tahapan,” ujarnya.
Imam Mujahid, menyampaikan bahwa KBIHU ARMINA Kartasura tidak hanya menjadi tempat untuk mempelajari manasik, tetapi juga menjadi ruang untuk menata niat dan memperbaiki kualitas ibadah.
“Bagi saya dan istri, KBIHU ARMINA bukan hanya tempat belajar manasik, melainkan tempat menata niat dan memperbaiki cara beribadah. Dengan bimbingan tersebut, saya merasa lebih siap menunaikan rukun dan wajib haji, serta lebih paham bagaimana menjalankan sunnah-sunnahnya. Insya Allah, ikhtiar ini menjadi jalan kami menuju haji mabrur. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin,” ungkapnya.
Dalam praktik tersebut, para pembimbing memberikan penjelasan dan arahan pada setiap tahapan agar peserta memahami urutan perjalanan, tata cara ibadah, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
Dukungan LPPIK UMS dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keislaman dan pendampingan masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan calon jamaah haji. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada penguasaan tata cara ibadah, tetapi juga pada kesiapan fisik, psikis, mental, spiritual, kedisiplinan, kemandirian, dan kebersamaan jamaah.
Melalui rangkaian teori, praktik umrah, teori haji, dan praktik ibadah haji, KBIHU ARMINA Kartasura bersama LPPIK UMS berupaya memberikan pembekalan secara bertahap dan menyeluruh agar para calon jamaah memiliki pemahaman dan pengalaman yang cukup sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Kegiatan praktik haji di Boyolali tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi 75 calon jemaah dalam mempersiapkan diri melaksanakan ibadah haji pada waktunya dengan lebih tenang, tertib, mandiri, dan sesuai dengan tuntunan.











