
SOLO – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kiriman replika gajah dengan ukuran jumbo dari Santri Bersatu, Jumat (11/9/2026). Replika gajah dikirim langsung dari Kutai Timur, Kalimantan Timur dengan memakan waktu 15 hari.
Replika gajah diserahkan langsung kepada Jokowi usai Salat Jumat. Replika gajah dengan warna kuning emas ini, panjangnya 7 meter, tingginya 4,10 meter, lebarnya 3 meter, dan berat 1,5 ton.
Sebelum dikirim ke kediaman Jokowi di Gang Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, proses pembuatan replika gajah membutuhkan waktu sekitar dua bulan dan melibatkan 11 orang. Pembuatan dilakukan sebelum Agustus 2026 dengan biaya pembuatan hingga proses pengiriman sekitar Rp80 juta. Replika terbuat dari kayu, bambu, dan kertas.
“Ini sebagai rasa syukur kami dari Santri Bersatu telah diterima diajukannya pembacaan Alquran secara nasional di Hari Santri Nasional,” kata Ketua Santri Bersatu, Muhammad Yasin Bowo usai menyerahkan replika gajah kepada Jokowi.
Selama perjalanan dari Kalimantan ke Solo, replika gajah dikirim melalui jalur darat dan kapal laut. Kesulitan yang dialami selama perjalanan antara lain tidak boleh melewati jalan tol karena overload, saat di kapal harus diikutkan trailer, bukan mobil kecil.
Saat perjalanan, mobil dan replika sempat terguling di tanjakan Sarangan di lereng Gunung Lawu. Replika sempat rusak namun telah diperbaiki. Mobil dan replika terguling karena saat itu mengikuti jalur yang diberikan Google maps. Ketika melewati tanjakan terlalu tinggi, mobil tidak kuat dan berjalan mundur sebelum akhirnya terguling.
Replika gajah dipilih karena memiliki filosofi, yakni Gajah Mada simbolnya adalah gajah yang saat itu mampu menyatukan Nusantara. Sementara, warna kuning emas dipilih karena Jokowi pernah berpidato menuju Indonesia emas. Secara keseluruhan, Santri Bersatu telah membuat 6 replika gajah dengan ukuran yang sama. Replika ini sebenarnya ditujukan untuk Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep yang merupakan putra bungsu Jokowi. Dirinya mempersilakan kepada Kaesang untuk replika gajah nantinya akan ditaruh ke provinsi mana saja.
“Tapi yang jelas, ini memang kita kasih ke Solo,” ucapnya.
Dia menegaskan bahwa pembuatan replika gajah menggunakan dana sendiri. Sebab Santri Bersatu telah memiliki aset, sehingga tidak perlu melibatkan pihak-pihak lain.











