Categories: IndeksPendidikan

Kisah Inspiratif Mariam Elbanna: Wisudawati Mesir di UMS yang Lulus dengan IPK 4,00

Mariam Ahmad Hamza Serour Elbanna, wisudawan UMS asal Mesir yang yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan IPK 4,00. Foto: Ist.

SOLO – Suasana haru dan bahagia menyelimuti prosesi wisuda di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Di antara ribuan lulusan, sosok Mariam Ahmad Hamza Serour Elbanna mencuri perhatian.

Mahasiswi asal Mesir itu tak hanya berhasil menyelesaikan studi magisternya, tetapi juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik pada periode wisuda kali ini. Dengan senyum penuh syukur, Mariam mengungkapkan kebahagiaannya.

Perjalanan studinya di Program Magister Hukum Ekonomi Syariah telah ia selesaikan dengan capaian sempurna IPK 4,00.

“Alhamdulillah saya juga menjadi mahasiswa terbaik,” tuturnya, Sabtu (4/4/2026).

https://indospektrum.com/momen-haru-wisuda-ums-dekan-fkip-gendong-putranya-yang-lulus-cumlaude-dan-aktivis/

Pencapaian akademik bukan satu-satunya cerita yang ia bawa pulang. Selama menempuh pendidikan di Indonesia, Mariam menemukan pengalaman yang jauh lebih luas dari sekadar ruang kelas. Ia bercerita tentang hangatnya persahabatan, keberagaman budaya, hingga kesempatan menjelajahi berbagai daerah di Indonesia.

“Belajar di Indonesia alhamdulillah saya dapat banyak ilmu, dapat banyak teman-teman. Saya ingin bilang, UMS is the best, yang terbaik di dunia ini,” ujarnya.

https://indospektrum.com/kai-wisata-hadirkan-fitur-90degrees-di-kereta-panoramic-manjakan-penumpang-dengan-pemandangan-ikonik/

Momen wisuda yang dinantikan itu bahkan membuatnya sulit memejamkan mata pada malam sebelumnya. Rasa tak sabar bercampur haru menyelimuti dirinya menjelang hari bersejarah tersebut.

Selama menjalani studi, Mariam merasa tidak pernah berjalan sendirian. Dukungan dari teman-teman, dosen, hingga Direktorat Reputası, Kemitraan, dan Urusan Internasional menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.

“International office sangat membantu Mariam banyak sekali. I can’t forget this, jazakumullah khairan katsiran,” ungkapnya.

Ketertarikannya pada dunia akademik pun belum berhenti di sini. Mariam berencana melanjutkan studi doktoralnya di UMS, dengan harapan bisa ditempuh dengan beasiswa.

Di balik prestasinya, tersimpan kerja keras dalam dunia riset. Mariam berhasil lulus setelah mempublikasikan artikel ilmiah yang terindeks Scopus Q3. Penelitiannya mengangkat topik Basel Accord dan Islamic Banking yang membahas penerapan regulasi perbankan internasional dalam sistem perbankan syariah.

Ia menjelaskan bahwa Basel Accord selama ini digunakan pada bank konvensional, sementara dalam sistem syariah terdapat aspek-aspek khusus seperti sukuk, riba, dan muamalah yang membutuhkan pendekatan berbeda.

https://indospektrum.com/puan-ahy-dan-habib-rizieq-disebut-terlibat-isu-ijazah-palsu-begini-reaksi-jokowi/

“Karena rule itu khas untuk bank yang bukan Islam, tetapi hari ini dicoba di bank syariah. Lalu saya perbandingkan penerapannya karena di bank syariah ada sukuk, riba, muamalat. Kalau rule tadi tidak untuk fokus ke itu, bagaimana kalau kita harus fokus pada Islam lebih dari rule itu,” jelasnya.

Perjalanan publikasinya juga tidak mudah. Di awal, Mariam mengaku belum memahami proses menembus jurnal bereputasi internasional. Namun, atas bimbingan dosennya, Dr. Muthoifin , S.H.I., M.Ag., ia bisa menapaki proses tersebut hingga berhasil.

Kini, namanya tercatat dalam berbagai jurnal ilmiah bereputasi. Ia telah menghasilkan dua publikasi pada jurnal Scopus Q1, dua pada Q3, serta beberapa publikasi di jurnal terindeks Sinta.

Sementara itu, pada Upacara Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III Tahun Akademik 2025/2026, UMS meluluskan total 2.519 mahasiswa. Sebanyak 1.095 wisudawan mengikuti prosesi pada hari pertama, yang terdiri atas 2.382 lulusan sarjana (S1), 122 magister (S2), dan 15 doktor (S3).

Prestasi akademik para lulusan juga cukup membanggakan. Sebanyak 1.329 wisudawan meraih predikat cumlaude, dan 1.465 di antaranya telah menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi. Rata-rata masa studi pun tergolong cepat, yakni 3 tahun 8 bulan untuk S1, 1 tahun 8 bulan untuk S2, dan 2 tahun 11 bulan untuk S3.

Indospektrum

Recent Posts

Pemprov Jateng Bergerak Cepat Revitalisasi SD Roboh di Grobogan dan Semarang

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menyikapi robohnya dua bangunan sekolah dasar (SD)…

3 jam ago

Anak Muda Jateng Gunakan Smart Farming dan Drone Sulap Lahan Tidur Jadi Produktif

SEMARANG - Sektor pertanian di Jawa Tengah kian modern. Lewat program Revolusi Lahan (Revola) Jawa…

5 jam ago

Rakornas Fosma 2026 di UMS, Wamendiktisaintek Dorong Pengembangan Ekosistem Riset di PTMA

SOLO - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan ekosistem…

7 jam ago

Tanggapi OTT Bupati Pemalang, Ahmad Luthfi: Saya Sangat Prihatin dan Menyesal

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi menanggapi kabar soal Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro…

8 jam ago

Rakornas Fosma PTMA 2026 di UMS, Dorong Akselerasi Prestasi dan Inovasi Mahasiswa

SOLO - Komitmen untuk menjadi perguruan tinggi unggul terus dilakukan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah…

8 jam ago

Siswa SD asal Boyolali Temukan Celah Keamanan Sistem NASA, Gubernur Ahmad Luthfi Beri Apresiasi Laptop

SEMARANG - Siswa SD Negeri 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Ibrahim Al Abrar mendapat…

10 jam ago

This website uses cookies.