Categories: IndeksPendidikan

Langkah Strategis UMS Menuju World Class University: Jalin Kerja Sama dengan UKM Malaysia

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum saat berdiskusi hangat oleh jajaran pimpinan UKM. Foto: Ist.

SOLO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia. Langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan benchmarking ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang berlangsung di Kampus Bangi, Malaysia. Delegasi UMS dipimpin langsung oleh Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dan disambut hangat oleh jajaran pimpinan UKM.

Dalam sesi penyambutan, perwakilan UKM, Prof. Dato’ Dr. Roslee Rajikan, memperkenalkan sejarah berdirinya UKM sebagai universitas yang lahir dari aspirasi masyarakat Malaysia. Kini, UKM berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan di negara tersebut di bawah kepemimpinan Prof. Dato’ Dr. Sufian Jusoh, yang dikenal sebagai akademisi di bidang hukum dan perdagangan internasional.

Dalam pemaparannya, UKM menjelaskan berbagai pencapaian institusi, mulai dari keberhasilannya menempati peringkat 130 dunia berdasarkan QS World University Rankings, hingga kontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Capaian tersebut menjadi salah satu referensi penting bagi UMS dalam memperkuat strategi internasionalisasi dan peningkatan reputasi akademik.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat yang berhasil diraih UKM. Menurutnya, kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi UMS untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan data strategis, peningkatan reputasi global, serta penguatan kolaborasi akademik.

“Kami ingin belajar, salah satunya terkait target reputasi global. Kami memiliki kontribusi dalam membesarkan publikasi bersama, di mana tercatat ada 67 kolaborasi publikasi antara dosen UMS dan UKM,” ujar Harun.

Diskusi antara kedua institusi tidak berhenti pada pemaparan pengalaman, tetapi berlanjut pada penyusunan rencana kerja sama yang berorientasi pada implementasi nyata. Harun menegaskan bahwa kolaborasi antaruniversitas harus menghasilkan dampak konkret, bukan sekadar kesepakatan administratif.

“Saya lebih senang langsung implementasi daripada hanya sleeping MoU. Yang penting adalah aksi nyata yang berdampak,” tegasnya.

Sejumlah program kolaboratif pun menjadi fokus pembahasan, di antaranya pengembangan joint funding research, penguatan kerja sama tim editorial jurnal ilmiah, serta penyelenggaraan konferensi internasional bersama. Agenda ilmiah tersebut direncanakan akan dilaksanakan di Solo maupun Bali melalui BIM University yang berada dalam ekosistem UMS.

Selain bidang penelitian, kedua universitas juga melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama pada sektor kesehatan. Kesamaan kepemilikan rumah sakit pendidikan, termasuk rumah sakit gigi dan mulut, menjadi modal penting untuk mengembangkan kolaborasi dalam pendidikan kedokteran, penelitian kesehatan, hingga pelayanan masyarakat.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, pihak UKM menyatakan komitmennya untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan UMS. UKM juga berencana melakukan kunjungan balasan ke UMS pada November mendatang yang bertepatan dengan penyelenggaraan agenda QS Impact di Indonesia.

Melalui benchmarking ini, UMS tidak hanya memperkuat hubungan akademik dengan salah satu universitas terbaik di Malaysia, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang riset, publikasi ilmiah, konferensi internasional, dan pengembangan sumber daya manusia. Sinergi antara UMS dan UKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing kedua institusi di tingkat regional maupun global, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat.

Indospektrum

Recent Posts

Sehari Menjabat, Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko ‘Gaspol’ Merangkul Media

SOLO - Sehari setelah menjabat Kapolresta Surakarta, AKBP Condro Sasongko langsung tancap gas membangun komunikasi…

45 menit ago

Tiga Dosen UMS Masuk Daftar Top 2% Scientist Dunia 2026 Berkat Inovasi Berdampak Masyarakat

SOLO - Tiga dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id masuk dalam daftar Top 2% Scientist…

8 jam ago

Polda Jateng Tindak Penyalahgunaan BBM dan LPG, Pertamina Pastikan Penyaluran Energi Tetap Aman

SEMARANG - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengapresiasi langkah Polda Jateng dalam…

8 jam ago

Inovasi Aplikasi Pertolongan Pertama RESQ Bawa Mahasiswa UMS Raih Dua Penghargaan Internasional

SOLO - Situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons penanganan yang cepat dan…

9 jam ago

Pengusaha Travel Haji Khusus Mengaku Tak Ikhlas Setor Uang Miliaran Rupiah ke KPK

JAKARTA - Sebanyak 10 saksi dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau pengusaha travel haji…

10 jam ago

Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Pakar UMS Highlight Kesiapan UMKM dan Bahan Baku

SOLO - Sertifikasi halal bukan sekadar urusan label produk. Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan…

22 jam ago

This website uses cookies.