SOLO – Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (LPPIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Workshop Pengembangan Pembelajaran Literasi Digital Berbasis Teknologi dan Berpusat pada Mahasiswa, Senin (22/6/2026). Acara berlangsung di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah Lantai 7.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis UMS dalam mempersiapkan implementasi mata kuliah baru Literasi Digital yang akan mulai diterapkan pada tahun akademik 2026/2027 sebagai mata kuliah universitas.
Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran LPPIP UMS, Dr. Laili Etika Rahmawati, M.Pd., menjelaskan bahwa workshop ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi mata kuliah Literasi Digital yang sebelumnya telah dilakukan bersama Wakil Rektor I dan Lembaga Pengembangan Mata Kuliah dan Layanan Bahasa (LPMB).
“Mulai tahun akademik 2026/2027 nanti akan ada mata kuliah baru sebagai mata kuliah universitas dengan nama mata kuliahnya adalah Literasi Digital. Karena mata kuliah ini baru, maka kita harus menyiapkan dosen pengampu yang mengetahui muatan dari mata kuliah itu apa,” ujarnya.
Workshop ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan dosen perwakilan dari program studi jenjang sarjana yang direkomendasikan oleh ketua program studi masing-masing. Para peserta dipersiapkan untuk menjadi dosen pengampu mata kuliah Literasi Digital di lingkungan UMS. Selain itu, kegiatan juga melibatkan delapan fasilitator yang merupakan kolaborasi antara LPPIP, LPMB, dan tim penyusun mata kuliah Literasi Digital.
Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mengikuti sesi pemaparan materi, tetapi juga aktif merancang pembelajaran inovatif yang berpusat pada mahasiswa. Para dosen dibagi ke dalam enam kelompok berdasarkan enam sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang telah ditetapkan.
“Untuk hari ini mereka tidak hanya mendengarkan ceramah tetapi aktif untuk mendesain pembelajaran inovatif yang berpusat pada mahasiswa. Jadi CPMK yang sudah ditetapkan itu nanti akan diturunkan menjadi materi pembelajarannya apa, media pembelajarannya apa, dan bagaimana asesmennya,” jelasnya.
Pada sesi workshop, peserta menyusun konten pembelajaran yang nantinya akan dipresentasikan dan disepakati bersama sebagai bagian dari rancangan mata kuliah. Produk yang dihasilkan kemudian akan dimasukkan ke dalam Learning Management System (LMS) UMS sebagai dasar penyelenggaraan mata kuliah Literasi Digital di seluruh program studi.
“Produk yang dihasilkan pada hari ini akan dimasukkan ke learning management system sehingga menjadi dasar penyelenggaraan mata kuliah literasi digital. Jadi di universitas itu CPMK-nya sama, sub-CPMK-nya sama, mungkin konten materinya akan berbeda tetapi capaian pembelajarannya bisa seragam,” ungkapnya.
Laili menuturkan bahwa lahirnya mata kuliah Literasi Digital berangkat dari berbagai tantangan yang muncul di era digital, mulai dari etika penggunaan media digital, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks. Oleh karena itu, mata kuliah ini dirancang untuk diberikan pada mahasiswa sejak semester awal sebagai bagian dari pembentukan karakter dan sikap.
“Ini mata kuliah baru literasi digital yang berawal dari keresahan kaitannya dengan etika penggunaan media, pembelajaran digital, baik itu AI, terus menangkal serangan-serangan cyber. Ini bisa diantisipasi sejak awal karena mata kuliah ini sasarannya adalah untuk mahasiswa,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa proses pembelajaran akan lebih banyak menggunakan pendekatan studi kasus dan project based learning dibandingkan metode ceramah. Mahasiswa akan diajak memahami berbagai fenomena nyata yang terjadi di ruang digital agar mampu bersikap kritis, bertanggung jawab, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.
“Mahasiswa lebih banyak case method dan project dibandingkan dosen berceramah. Jadi nanti akan ada kejadian-kejadian nyata misalnya ada kejahatan digital bentuknya seperti apa sehingga mahasiswa itu peka terhadap kejadian seperti itu, kemudian bagaimana mereka melindungi diri dari kejahatan digital dan menggunakan AI secara bijak,” jelasnya.
Melalui mata kuliah ini, UMS berharap dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan digital, tetapi juga sikap yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Harapannya adalah kita bisa menghasilkan mahasiswa yang memiliki capaian pembelajaran yang tidak hanya dari sisi pengetahuan dan keterampilan tetapi juga sikap yang bermuatan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan. Itu salah satu ikhtiar yang kami lakukan melalui mata kuliah Literasi Digital ini,” pungkasnya.
TEGAL — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan pengembangan aglomerasi wisata lintas daerah dalam masa libur…
TEGAL — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gencar melakukan berbagai upaya untuk mencegah praktik perundungan (bullying)…
SOLO - Upaya banding terkait gugatan citizen lawsuit (CLS) terhadap ijazah mantan Presiden Joko Widodo…
TEGAL - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh layanan jemput bola perizinan bagi nelayan…
JAKARTA - PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) kembali masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia…
SOLO - Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) ums.ac.id kembali mencatatkan capaian membanggakan dalam…
This website uses cookies.