Categories: IndeksPendidikan

Cegah Perundungan di Sekolah, Gubernur : Pelajar Jangan Takut Melapor!

Pemerintah Provinsi mengelar acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Kota Tegal, Senin (22/6/2026). Foto : Ist.

TEGAL — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gencar melakukan berbagai upaya untuk mencegah praktik perundungan (bullying) di sekolah yang ada diwilayahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Sadimin mengatakan, pemerintah terus memperkuat program sekolah ramah anak guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.

Selain itu, Jawa Tengah juga telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di satuan pendidikan yang melibatkan guru bimbingan konseling, wali kelas, serta unsur kesiswaan untuk menangani berbagai persoalan yang dihadapi siswa.

Bahkan, Dinas Pendidikan juga bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah dalam memberikan pelatihan kepada pelajar terkait pencegahan perundungan, termasuk perundungan melalui media sosial.

“Sekitar 120 ribu anak sudah mengikuti pelatihan dan hasilnya cukup positif,” kata Sadimin saat acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Kota Tegal, Senin (22/6/2026).

Ia menyampaikan, laporan terkait perundungan dapat disampaikan kepada sekolah maupun Dinas Pendidikan. Pelapor juga akan dirahasiakan identitasnya. “Harapannya Jawa Tengah bisa menuju zero bullying, sehingga anak-anak merasa aman, nyaman dan senang belajar di sekolah,” ujarnya

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan tidak boleh ada ruang bagi praktik perundungan di lingkungan pendidikan. “Untuk perundungan, no way. Tidak boleh ada lagi perundungan. Jangan takut melapor, harus diselesaikan,” tegas Luthfi.

Menurutnya, upaya pencegahan harus diperkuat melalui peran Patroli Keamanan Sekolah (PKS), guru bimbingan konseling, wali kelas, serta dukungan kepolisian melalui pembinaan dan sosialisasi di sekolah-sekolah.

Luthfi menilai, banyak kasus perundungan baru terungkap setelah berkembang luas dan menimbulkan dampak psikologis bagi korban. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini.

“Kampanyekan lagi anti-perundungan. Lakukan pembinaan di sekolah-sekolah sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan sejak awal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Anak Kota Tegal, Medina Almeira mengusulkan, adanya pendampingan psikologis secara berkala di sekolah. Menurutnya, penyelesaian kasus perundungan sering kali berhenti pada permintaan maaf, padahal korban membutuhkan pemulihan yang berkelanjutan.

Selain itu, pelaku juga memerlukan pembinaan agar tidak mengulangi perilakunya. Ia juga mendorong penguatan budaya sekolah ramah anak melalui kampanye anti-perundungan, pendidikan karakter, penguatan empati, serta ruang dialog yang sehat antarsiswa.

Indospektrum

Recent Posts

Jokowi Angkat Bicara Soal Wacana Hak Angket DPR Terkait Ijazah Wapres Gibran

SOLO - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons wacana hak angket di DPR terkait polemik…

2 jam ago

Tingkatkan Tata Kelola Kampus, UMH Lakukan Benchmarking Penjaminan Mutu dan PPKPT ke UMS

SOLO - Penguatan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi tidak berhenti pada akreditasi, tetapi berlanjut pada…

15 jam ago

Mengenal NECIS: Alat Pemusnah Jarum Medis Portabel Berbasis IoT Ciptaan Mahasiswa UMS

SOLO – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengembangkan Needle Crusher Integrated System (NECIS), inovasi…

15 jam ago

Promo Tengah Bulan Cuan Blibli 15-16 Oktober: Ada Buy 1 Get 1 hingga Flash Sale 70%

JAKARTA - Pernah baru sadar deterjen habis saat keranjang pakaian sudah menumpuk? Atau kehabisan stok…

16 jam ago

Ratusan Perguruan Tinggi di Jawa Tengah Berpartisipasi Entaskan Kemiskinan

SALATIGA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melibatkan 123 perguruan tinggi diwilayahnya guna mengentaskan kemiskinan. Hal…

16 jam ago

Trafik Internet Naik Pesat, XLSMART Hadirkan Jaringan 5G Lebih Luas untuk Warga Jogja dan Solo

SOLO – Aktivitas digital masyarakat di Yogyakarta dan Solo terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan internet…

16 jam ago

This website uses cookies.