
SURAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar penyuluhan kesehatan mengenai pengelolaan hipertensi melalui pengaturan makanan dan implementasi akupresur bagi lanjut usia (lansia). Kegiatan tersebut diadakan di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Mawar 2 Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.
Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai upaya mengendalikan hipertensi melalui penerapan pola makan sehat dan pemanfaatan akupresur sebagai terapi pendamping. Mereka mengawali penyuluhan dengan pembagian kuesioner pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai hipertensi.
Ketua Tim KKN Tematik FIK UMS di Desa Gadingan, Muhammad Dafa Abdan menyebutkan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia dalam mengelola hipertensi melalui perubahan pola hidup yang lebih sehat.
“Kami berharap penyuluhan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong lansia untuk menerapkan pola makan sehat serta memanfaatkan akupresur sebagai terapi pendamping yang dapat dilakukan secara mandiri. Dengan demikian, lansia dapat lebih optimal dalam mengelola hipertensi dan meningkatkan kualitas hidupnya,” jelasnya.
Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan ini, lanjut dia, para lansia yang telah diberi penyuluhan semakin memahami pentingnya pengelolaan hipertensi melalui pengaturan pola makan dan penerapan gaya hidup sehat.
“Pengelolaan hipertensi juga bisa melalui pengaturan makanan, seperti membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak, serta memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan sumber protein yang bergizi seimbang,” ungkap Muhammad Dafa, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat serta mendukung terwujudnya lansia yang lebih sehat, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Selain menyimak materi dan aktif berdiskusi, para peserta juga mengikuti praktek teknik pijat akupresur yang dipandu oleh mahasiswa sebagai salah satu upaya membantu mengurangi keluhan terkait hipertensi. Kegiatan kemudian ditutup dengan pengisian kuesioner posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan lansia setelah mengikuti penyuluhan.
Berdasarkan analisis statistik yang telah dilakukan oleh mahasiswa terhadap data pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai pengelolaan hipertensi setelah peserta mengikuti penyuluhan dan praktik akupresur.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkontrol melalui pola makan sehat dan gaya hidup yang lebih baik.
Selain aktif menyimak materi dan berdiskusi, para lansia juga aktif mengikuti praktek akupresur dengan penuh semangat. Sejumlah lansia mengaku telah mulai menerapkan pola makan yang lebih sehat dengan memperbanyak konsumsi sayuran serta mengurangi penggunaan garam dan gula dalam makanan sehari-hari sebagai upaya menjaga tekanan darah tetap terkontrol.
“Enak juga, mbak, kalau dipijat kayak gini,” kata Ati Yulaikha, salah satu peserta penyuluhan, usai mengikuti praktek akupresur.











