SOLO – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyatakan jemaah tunggu saat ini mencapai 5,5 juta. Rata-rata masa tunggu jemaah untuk diberangkatkan ke Tanah Suci mencapai 26 tahun.
Sekretaris BPKH, Ahmad Zaky mengemukakan bahwa penyebab lamanya masa tunggu karena kuota haji terbatas, yaitu 1:1000 dari jumlah penduduk. Indonesia mendapatkan kuota per tahun sekitar 221.000.
Profil jemaah tunggu umur 0-40 tahun sebesar 24,28 persen. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin, didominasi perempuan yang mencapai 54,5 persen. Artinya, jemaah tunggu perempuan lebih banyak dibanding laki-laki. Jumlah perempuan lebih banyak karena posisinya sebagai pengelola keuangan di dalam keluarga.
“Dari pekerjaan, 24,72 persen merupakan karyawan swasta, 24,0 persen ibu rumah tangga, 15,14 persen PNS, dan 36,14 persen merupakan petani, pengusaha, dan lainnya,” kata Ahmad Zaky saat acara BPKH Connect di Kota Solo, Sabtu (21/2/2026).
Lebih jauh diungkapkan, masa tunggu jemaah lama karena sudah diputuskan oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI).
“Jemaah tunggu ini di sistem negara berbeda-beda. Ada model di Mesir itu qurah/undian, dan beberapa negara sudah diputuskan oleh OKI. Kuota haji ditentukan 1:1000 jumlah penduduk,” terangnya.
Dicontohkan, Malaysia dengan jumlah penduduk mencapai 30 juta, sehingga kuota haji yang diterima sekitar 31.600 dengan masa tunggu mencapai 149 tahun.
“Dengan model seperti itu, beberapa negara seperti Malaysia dan Indonesia dikumpulin mereka, boleh daftar nanti antrean dan dapat nomor porsi dan akan berangkat nanti. Tapi beberapa lain menggunakan model undian. Jadi dia dapat undian melunasi,” ucapnya.
Model yang diterapkan di Indonesia dan Malaysia terhadap masa tunggu jemaah haji, ditiru beberapa negara. Dana haji yang dihimpun dapat dikelola dengan baik. Beberapa negara lain belajar pengalaman Malaysia dan Indonesia. Sebab dianggap bisa menghimpun dana dan bisa memberikan imbal hasil yang cukup besar untuk dikelola.
SOLO - Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id…
SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan dasar berkualitas…
JAKARTA - Perkembangan bisnis tentu jadi momen yang paling ditunggu setiap brand. Namun, di balik…
WONOGIRI - Jawa Tengah resmi menjadi bagian dari lompatan besar Indonesia menuju kemandirian energi. Pembangunan…
BATANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan masih…
SOLO - Rumah milik Wijayati, warga RT 05 RW 11, Kampung Tunggulsari, Kelurahan Pajang, Kecamatan…
This website uses cookies.