Categories: IndeksPendidikan

Matematika di Tengah Gempuran AI: Bekal Mahasiswa UMS Hadapi Era VUCA

Suasana kuliah umum yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS Senin (26/10/2026) di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS. Foto: Ist.

SOLO – Kemampuan berpikir matematis, memahami data, dan bernalar kritis menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi ketidakpastian dunia yang semakin kompleks, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Hal tersebut menjadi fokus kuliah umum yang diselenggarakan Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Senin (26/10/2026) di Ruang Seminar Gedung Induk Siti Walidah UMS.

Ketua Prodi Pendidikan Matematika UMS, Rita Pramujiyanti Khotimah, S.Si., M.Sc., Ph.D., menegaskan relevansi tema ‘Meneguhkan Jati Diri sebagai Mahasiswa Pendidikan Matematika: Berpikir Matematis, Berkarakter, dan Berdampak’ dengan visi keilmuan program studi. Menurutnya, Pendidikan Matematika UMS berfokus pada pengembangan pembelajaran matematika berbasis berpikir matematis dan teknologi digital yang berintegritas keislaman serta mengintegrasikan kearifan lokal.

Melalui kuliah umum tersebut mahasiswa semester 1 dan 3 Prodi Pendidikan Matematika diharapkan mampu meneguhkan identitas akademiknya sebagai calon pendidik matematika yang unggul dalam berpikir matematis, berkarakter kuat, adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, serta mampu mengintegrasikan nilai keislaman dan kearifan lokal.

“Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai konsep matematika, tetapi juga mampu menggunakannya untuk menghasilkan gagasan dan solusi yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” tegas Rita, Selasa (27/10/2026).

Kuliah umum menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Puguh Wahyu Prasetyo, S.Si., M.Sc., dosen sekaligus Ketua Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Ahmad Dahlan, serta Naufal Ishartono, M.Pd., Ph.D., dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP UMS.

Pada sesi pertama, Puguh menyampaikan materi Mathematical Thinking. Ia mengawali pemaparan dengan pertanyaan reflektif mengenai relevansi belajar matematika di tengah perkembangan AI yang mampu menghasilkan berbagai jawaban secara cepat.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ia mengajak mahasiswa menelusuri sejarah perkembangan matematika, mulai dari tulang Ishango yang diperkirakan berusia sekitar 25.000 tahun, tablet Babilonia Plimpton 322, hingga Papirus Rhind dari Mesir kuno.

Puguh kemudian menjelaskan dua pendekatan penting dalam berpikir matematis, yakni algebraic thinking dan computational thinking. Dalam pembahasan aljabar, ia mengulas kontribusi Al-Khwarizmi, Gauss, hingga Galois dalam perkembangan pemikiran matematika. Sementara itu, pembahasan berpikir komputasional menyoroti peran Al-Khwarizmi dalam sejarah algoritma, serta kontribusi Ada Lovelace dan Alan Turing.

Untuk memperkuat pemahaman mahasiswa, ia turut mendemonstrasikan metode bagi dua (bisection method) dan sejumlah simulasi interaktif. Melalui contoh tersebut, mahasiswa diajak memahami bagaimana konsep matematika digunakan untuk membangun langkah penyelesaian masalah secara sistematis.

Sesi kedua menghadirkan Naufal Ishartono dengan materi How Math Handle VUCA?. Ia mengangkat fenomena pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), ketidakpastian ekonomi global, serta perkembangan AI sebagai konteks untuk memahami tantangan dunia saat ini.

Naufal menjelaskan bahwa VUCA merupakan akronim dari volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity, yang menggambarkan kondisi dunia yang bergejolak, tidak pasti, kompleks, dan ambigu.

Menurutnya, setiap kondisi tersebut membutuhkan keterampilan matematis yang berbeda. Literasi statistik diperlukan untuk membaca volatilitas, penalaran probabilistik untuk memahami ketidakpastian, pemodelan matematika untuk mengurai kompleksitas, serta penalaran kritis untuk menghadapi ambiguitas.

Ia juga mendorong mahasiswa membangun kebiasaan belajar sejak semester pertama. Beberapa di antaranya adalah membaca pemberitaan berbasis data secara kritis, memperkuat penguasaan statistika dan peluang, serta memanfaatkan perangkat digital dan AI secara bijak dengan tetap melakukan verifikasi terhadap informasi maupun hasil yang diperoleh.

Setelah pemaparan kedua narasumber, kegiatan yang dilaksanakan padatersebut dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa tampak antusias mengikuti sesi tersebut dengan aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari serta tantangan perkembangan teknologi.

Indospektrum

Recent Posts

Jaga Cadangan Air Tanah Saat Kemarau, Wagub Taj Yasin Dorong Gerakan Sumur Resapan di Tiap Rumah

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meluncurkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur…

2 jam ago

Tangani Dampak Kebakaran, UNS Berangkatkan Tim Medis ke Banjarmasin, Palangka Raya, dan Palembang

SOLO — Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memberangkatkan tim medis untuk menjalankan misi kemanusiaan di…

3 jam ago

Bukan Cuma Bansos, Strategi Pemberdayaan Antarkan Jateng Raih Mandaya Award 2026

JAKARTA - Penurunan kemiskinan tak cukup ditempuh dengan membagikan bantuan sosial. Masyarakat juga perlu diberi…

3 jam ago

Taj Yasin Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Atlet Selam Jepara, Janjikan Evaluasi Total Porprov XVII

JEPARA – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Syabilla Rizkia…

8 jam ago

DTIIF 2026: TelkomGroup Luncurkan Sovereign Digital Technology untuk Kemandirian Indonesia

JAKARTA – Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa didampingi Managing Director Strategic Technology Initiatives…

9 jam ago

Ajang GAIA 2026 UMS: Tampilkan Inovasi Penanganan Karhutla hingga Siaga Rob Karya Mahasiswa Geografi

SOLO - Dua belas ide dan inovasi mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id…

21 jam ago

This website uses cookies.