Categories: IndeksPendidikan

Tangani Dampak Kebakaran, UNS Berangkatkan Tim Medis ke Banjarmasin, Palangka Raya, dan Palembang

UNS Solo memberangkatkan tim medis untuk menjalankan misi kemanusiaan di Banjarmasin, Palangka Raya, dan Palembang, Selasa (27/10/2026). Foto: Ist.

SOLO — Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memberangkatkan tim medis untuk menjalankan misi kemanusiaan di Banjarmasin, Palangka Raya, dan Palembang. Misi mencakup penyaluran bantuan alat pelindung diri (APD) bagi petugas pemadam kebakaran serta lokakarya pembuatan alat filtrasi udara berbasis teknologi tepat guna.

Dosen sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskuler Fakultas Kedokteran (FK) UNS, Dr. Darmawan Ismail, dr., Sp.BTKV., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berawal dari komunikasi dengan rekan-rekan di Palangka Raya yang mengingatkan kembali kunjungan UNS pada tahun 2018. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pimpinan universitas, jaringan alumni, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta dinas kesehatan.

“Yang terpenting adalah bagaimana kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat segera ditangani. Oleh karena itu, kami berupaya agar tim dapat segera berangkat, sementara hal-hal administratif dikoordinasikan lebih lanjut. Tim berangkat pada hari ini, Selasa (27/10/2026) hingga nanti Jumat (30/10/2026),” jelas Dr. Darmawan, Selasa (27/10/2026).

Ia menyampaikan, terdapat dua kegiatan utama dalam misi kemanusiaan ini. Pertama, penyerahan bantuan APD yang sebelumnya digunakan untuk penanganan Covid-19. Bantuan tersebut direncanakan sebanyak 100 buah untuk setiap daerah dan didistribusikan secara bertahap. Sebagian bantuan telah dikirimkan sebelumnya, sedangkan bantuan berikutnya disalurkan melalui rangkaian kegiatan ini.

APD tersebut ditujukan terutama bagi petugas pemadam kebakaran dan pihak terkait yang bertugas menangani pemadaman titik api. Selain menghadapi risiko kebakaran, para petugas juga berpotensi terpapar asap yang dapat mengganggu sistem pernapasan dan membahayakan keselamatan.

“Perlengkapan tersebut telah diuji kembali bersama para residen sebelum disalurkan untuk memastikan fungsinya. Kami juga akan memperagakan cara penggunaan alat agar para petugas memahami fungsi dan mekanisme kerjanya,” ujar Dr. Darmawan, yang juga merupakan pencipta APD tersebut.

Kegiatan kedua berupa lokakarya pembuatan alat filtrasi udara berbasis teknologi tepat guna. Dalam kegiatan ini, peserta akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk membuat alat penyaring udara menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh. Lokakarya melibatkan berbagai unsur, termasuk tenaga kesehatan, relawan, perwakilan BPBD, dan pihak terkait lainnya.

Menurut Dr. Darmawan, rancangan alat tersebut menerapkan prinsip anatomi dan fisiologi kedokteran, khususnya yang berkaitan dengan sistem pernapasan manusia. Alat dilengkapi sistem filtrasi udara di bagian belakang serta kipas untuk mengatur aliran udara masuk (intake) dan keluar (exhaust).

Uji coba awal telah dilakukan di ruangan dengan paparan asap yang cukup berat. Berdasarkan pengalaman uji coba tersebut, alat dirasakan lebih nyaman dibandingkan dengan perlengkapan seadanya yang selama ini digunakan. Melalui lokakarya tersebut, UNS berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat diterapkan secara mandiri oleh petugas maupun masyarakat ketika menghadapi kondisi serupa pada masa mendatang.

“Jumlah perangkat yang akan kami rakit menyesuaikan ketersediaan bahan di masing-masing lokasi. Rencananya, sekitar 100 unit akan dibuat untuk setiap daerah, dengan jumlah akhir bergantung pada ketersediaan komponen,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNS, Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CFrA., menyampaikan bahwa keberangkatan tim merupakan tindak lanjut arahan Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. untuk segera memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana kebakaran. Persiapan dilakukan dalam waktu singkat melalui koordinasi antara pimpinan universitas, Fakultas Kedokteran, dan tim yang bertugas.

Prof. Muhtar menjelaskan bahwa pendanaan kegiatan didukung oleh dana UNS Peduli yang dihimpun untuk membantu penanganan bencana. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, di antaranya Korpri Pusat, Kepala BKN, dan Ketua Ikatan Alumni UNS. Selain itu, koordinasi dengan Rumah Sakit UNS telah dilakukan, termasuk terkait pengiriman bantuan medis.

“Universitas masih membutuhkan kontribusi Bapak dan Ibu untuk membantu masyarakat di berbagai daerah lainnya. Kehadiran tim di lokasi bencana mungkin tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan yang ada. Namun, kehadiran tersebut merupakan wujud nyata kepedulian UNS kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ungkap Prof. Muhtar.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota tim yang terdiri atas Dr. Darmawan dan beberapa Residen untuk mengutamakan keselamatan selama menjalankan misi, menjaga kondisi kesehatan, serta menyesuaikan langkah dengan situasi di lapangan. Hasil pemantauan dan identifikasi kebutuhan nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan tindak lanjut bantuan.

Melalui misi kemanusiaan ini, UNS berupaya menghadirkan kontribusi yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana. Bantuan APD dan pelatihan pembuatan alat filtrasi udara diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan petugas di lapangan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya UNS untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, UNS juga berupaya menjawab berbagai kebutuhan kemanusiaan melalui aksi nyata dan kepedulian sosial.

Indospektrum

Recent Posts

Jaga Cadangan Air Tanah Saat Kemarau, Wagub Taj Yasin Dorong Gerakan Sumur Resapan di Tiap Rumah

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meluncurkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur…

2 jam ago

Matematika di Tengah Gempuran AI: Bekal Mahasiswa UMS Hadapi Era VUCA

SOLO - Kemampuan berpikir matematis, memahami data, dan bernalar kritis menjadi bekal penting bagi mahasiswa…

2 jam ago

Bukan Cuma Bansos, Strategi Pemberdayaan Antarkan Jateng Raih Mandaya Award 2026

JAKARTA - Penurunan kemiskinan tak cukup ditempuh dengan membagikan bantuan sosial. Masyarakat juga perlu diberi…

3 jam ago

Taj Yasin Sampaikan Belasungkawa atas Meninggalnya Atlet Selam Jepara, Janjikan Evaluasi Total Porprov XVII

JEPARA – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Syabilla Rizkia…

8 jam ago

DTIIF 2026: TelkomGroup Luncurkan Sovereign Digital Technology untuk Kemandirian Indonesia

JAKARTA – Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa didampingi Managing Director Strategic Technology Initiatives…

9 jam ago

Ajang GAIA 2026 UMS: Tampilkan Inovasi Penanganan Karhutla hingga Siaga Rob Karya Mahasiswa Geografi

SOLO - Dua belas ide dan inovasi mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id…

21 jam ago

This website uses cookies.