
SOLO – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengembangkan Needle Crusher Integrated System (NECIS), inovasi pemusnah jarum suntik portabel yang dirancang untuk mendukung keamanan pengelolaan limbah medis di fasilitas kesehatan. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), tim ini berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026 yang akan diselenggarakan di Universitas Diponegoro (UNDIP) pada 2–7 November 2026.
Ketua Tim NECIS, Daffa Satria Nugraha, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro angkatan 2024, menjelaskan bahwa inovasi tersebut berangkat dari persoalan needle stick injury (NSI) atau cedera akibat tertusuk jarum yang berisiko dialami tenaga kesehatan. Jarum suntik bekas yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan risiko penularan penyakit, sehingga diperlukan solusi yang mendukung keamanan dalam penanganan limbah medis.
“Awalnya, kami melihat alat-alat penghancur jarum yang ada di pasaran. Ternyata, masih ada beberapa kekurangan, seperti hanya menghancurkan ujung jarum atau sebagian saja, serta belum dilengkapi fungsi disinfeksi,” ungkap Daffa, Kamis (15/10/2026).
Dari situ, timnya merasa perlu mengembangkan alat yang berukuran cukup kecil dan dapat mengintegrasikan beberapa fungsi sekaligus. Itulah yang menjadi dasar pengembangan NECIS.
Daffa juga menerangkan, NECIS dikembangkan dengan mengintegrasikan teknologi rotary shredder untuk menghancurkan jarum, magnetic segregation untuk mendukung pemisahan material, serta pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) melalui situs web secara real-time. Integrasi teknologi tersebut menjadi pendekatan timnya dalam mengembangkan sistem pemusnahan jarum suntik yang portabel dan mendukung pemantauan proses. Efektivitas setiap fungsi tetap perlu dinilai melalui pengujian teknis sesuai standar keselamatan dan pengelolaan limbah medis.
Tim NECIS terdiri atas lima mahasiswa dari tiga program studi di UMS, yakni Daffa Satria Nugraha sebagai ketua tim dari Teknik Elektro, Mahmudah Mufidatul Hasanah, Hengky Boyyanza, dan Safaila Mefia Zahra dari Teknik Industri, serta Evandra Ardhy Pratama dari Teknik Mesin. Pengembangan inovasi ini dibimbing oleh Ir. Dedi Ary Prasetya, S.T., M.Eng., dosen Teknik Elektro UMS. Kolaborasi lintas disiplin tersebut memungkinkan setiap anggota berkontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Dalam pelaksanaannya, tim kami membagi pekerjaan ke dalam dua bidang utama, yaitu teknis dan penulisan. Daffa, Evandra, dan Hengky berfokus pada pengerjaan teknis, termasuk perancangan dan pengujian perangkat. Sementara itu, Mahmudah dan Safaila menangani penulisan serta penyusunan dokumen pendukung,” kata Daffa.
Daffa menyebut pengaturan waktu dan penyempurnaan sistem menjadi tantangan utama selama pengembangan NECIS. Para anggota harus membagi waktu antara pengerjaan inovasi dan kewajiban akademik, termasuk ketika masa libur. Selain itu, pengujian berulang serta pembaruan desain berdasarkan masukan menjadi bagian dari proses yang harus dilalui untuk menyempurnakan perangkat. Dari proses tersebut, tim menghasilkan prototipe NECIS beserta luaran pendukung berupa buku panduan, jurnal, dan publikasi media.
Keberhasilan lolos ke PIMNAS 2026 menjadi kesempatan bagi Tim NECIS untuk membawa inovasi mahasiswa UMS ke tingkat nasional. Daffa berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa lain agar lebih peka terhadap persoalan di lingkungan sekitar dan berani mengembangkan solusi melalui bidang keilmuan masing-masing.
“Semangat inovasi tidak terbatas pada bidang medis, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai sektor untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ke depan, Tim NECIS berencana melanjutkan pengembangan dan penyempurnaan inovasi agar semakin optimal. Dukungan serta bimbingan dari UMS menjadi bagian penting dalam perjalanan tim, mulai dari pengembangan gagasan hingga persiapan menghadapi kompetisi nasional. Dengan lolosnya NECIS ke PIMNAS 2026 di UNDIP pada 2–7 November 2026, tim berharap dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama UMS melalui karya inovatif yang berorientasi pada keselamatan tenaga kesehatan dan kemaslahatan masyarakat.











