Kamis, 8 Oktober 2026
Indospektrum
Advertisement
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Indospektrum
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Nguri-Uri Budaya Sejak Dini, Generasi Muda Semarang Tampil Memukau di Pagelaran Sindhu Laras Bocah

Indospektrum by Indospektrum
8 September 2026
in Gaya Hidup, Indeks
0
Share on FacebookShare on Twitter
Pagelaran Karawitan dan Pedalangan Sindhu Laras Bocah di Gedung Sri Budoyo, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu (5/9/2026). Foto: Ist.

SEMARANG – Di tengah gempuran teknologi dan lekatnya anak-anak dengan telepon seluler, panggung budaya justru menjadi ruang bagi generasi muda Semarang untuk kembali menyentuh akar tradisinya. Anak-anak tampil memainkan karawitan dan pedalangan, sekaligus menunjukkan bahwa budaya Jawa masih memiliki tempat di hati generasi penerus.

Semangat itu terlihat dalam Pagelaran Karawitan dan Pedalangan Sindhu Laras Bocah di Gedung Sri Budoyo, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu (5/9/2026).

Ketua Sindhu Laras Bocah, Dananjaya Gesit, mengatakan pagelaran tersebut merupakan bagian dari upaya nguri-uri budaya Jawa sejak usia dini.

Menurut dia, pengenalan budaya kepada anak-anak menjadi semakin penting di tengah derasnya perkembangan teknologi. Ketergantungan terhadap telepon seluler, kata dia, perlu diimbangi dengan kegiatan yang mendorong kreativitas, interaksi sosial, dan pembentukan karakter.

“Tujuan kami nguri-uri budaya Jawa sejak dini. Anak-anak sekarang sangat dekat dengan handphone. Kami ingin memberikan kegiatan yang positif supaya mereka tidak terlalu larut dalam pengaruh negatif handphone,” katanya.

Dananjaya menegaskan, karawitan dan pedalangan bukan sekadar aktivitas kesenian. Di dalam proses belajar tersebut, anak-anak ditempa untuk disiplin, bekerja sama, berani tampil di depan orang lain, serta memahami sopan santun dan nilai-nilai kehidupan dalam budaya Jawa.

“Kalau budaya sudah dikenalkan sejak dini, harapannya generasi muda ke depan menjadi lebih bagus. Mereka bisa mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, tetapi tetap punya pegangan budaya dan karakter,” ujarnya.

Ia menyebut pelestarian budaya tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang dan pengalaman langsung agar anak-anak tidak sekadar mengetahui budaya Jawa, tetapi tumbuh dengan rasa memiliki terhadap warisan tersebut.

Hal itu terlihat dari penampilan anak-anak Sindhu Laras Bocah di atas panggung. Dengan penuh percaya diri, mereka memainkan karawitan dan pedalangan di hadapan masyarakat.

Panggung tersebut sekaligus menjadi ruang belajar. Anak-anak berinteraksi, bekerja bersama, mengasah keberanian, dan mengekspresikan kreativitas melalui kesenian tradisional.

Bagi Sindhu Laras Bocah, teknologi bukan sesuatu yang harus dijauhi. Namun, anak-anak perlu memiliki ruang yang seimbang agar kemajuan teknologi berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kecintaan terhadap budaya.

Pagelaran tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin.

Kehadiran orang nomor dua di Kota Semarang itu menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap anak-anak yang sejak dini telah terlibat langsung dalam seni tradisional Jawa. Mereka tidak hanya belajar memainkan gamelan atau mendalami pedalangan, tetapi juga diperkenalkan pada nilai-nilai budaya yang membentuk karakter.

“Terima kasih kepada Sindhu Laras Bocah. Kami sangat mengapresiasi anak-anak yang hari ini tampil dan ikut menjaga budaya kita. Ini yang membuat kita senang karena melihat generasi emas yang sangat berbakat sekaligus memiliki kepedulian terhadap budaya,” ujar Iswar.

Menurutnya, perkembangan zaman tidak seharusnya membuat generasi muda tercerabut dari akar budayanya. Anak-anak perlu tumbuh sebagai generasi yang mampu beradaptasi dengan kemajuan, namun tetap mengenal identitas dan nilai-nilai daerahnya.

“Cita-cita kita adalah menjadikan anak-anak ini sebagai generasi yang maju. Maju boleh, modern harus, tetapi jangan sampai melupakan budaya. Jaga kesehatan, terus belajar dan berkarya, serta bawa nama baik Kota Semarang di mana pun berada,” pesannya.

Dari panggung sederhana itu, pesan yang lebih besar pun muncul yakni, melestarikan budaya tidak harus menunggu generasi dewasa.

Justru sejak anak-anak mengenal gamelan, pedalangan, unggah-ungguh, dan nilai kebersamaan, sejak saat itu pula estafet budaya mulai diserahkan kepada generasi berikutnya.

Karawitan dan pedalangan pun tak lagi sekadar kesenian masa lalu. Di tangan anak-anak Semarang, keduanya menjelma menjadi jembatan yang menghubungkan akar budaya Jawa dengan masa depan.

Tags: Pagelaran Karawitan dan Pedalangan Sindhu Laras BocahTaman Budaya Raden SalehTBRS Semarang
Previous Post

Stok Beras Jateng Surplus 1,5 Juta Ton, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Intervensi Pasar Digenjot

Next Post

Lemhannas Pilih Jawa Tengah Jadi Lokus Kajian Ketahanan Energi Nasional

Indospektrum

Indospektrum

Related Posts

Warga Desa Alasombo, Sukoharjo antusias mengikuti edukasi soal layanan kesehatan dan bantuan sosial dari pemerintah. Foto : Ist.
Indeks

Kesmas UMS Edukasi Warga Desa Alasombo Soal Layanan Kesehatan dan Bantuan Sosial Pemerintah

by Indospektrum
7 Oktober 2026
Kaprodi Pendidikan Profesi Dietisien FIK UMS, Dr Dwi Sarbini SST M.Kes dan Wakil Ketua DPD PERSAGI Jawa Tengah, Florentinus Nurtitus S.SiT M.Gz RD memberikan pengarahan. Foto : Ist.
Indeks

Sebanyak 42 Dietisien Baru UMS Siap Mengabdi Perbaiki Gizi Masyarakat

by Indospektrum
7 Oktober 2026
Archfest 2026 di Pura Mangkunegaran, pameran sinergi tiga entitas Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr). Foto : Ist.
Indeks

Tiga Elemen Arsitektur Gelar Archfest 2026 di Pura Mangkunegaran

by Indospektrum
7 Oktober 2026
Pembahasan Program Gentengisasi dalam rapat bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026). Program tersebut rencananya akan diluncurkan pada akhir November 2026. Foto : Ist.
Indeks

Kebutuhan Program Gentengisasi Jateng Diprediksi Capai 1,1 Juta Keping

by Indospektrum
7 Oktober 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengunjungi gerai produk UMKM dari Jawa Tengah. Foto : Ist.
Ekonomi

Sebanyak 72 UMKM Jateng Ikuti Ajang Inacraft 2026 di JICC

by Indospektrum
7 Oktober 2026
Next Post
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menerima kunjungan Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily. Foto: Ist.

Lemhannas Pilih Jawa Tengah Jadi Lokus Kajian Ketahanan Energi Nasional

Facebook Comments

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Currently Playing

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video

Rekomendasi

Warga Desa Alasombo, Sukoharjo antusias mengikuti edukasi soal layanan kesehatan dan bantuan sosial dari pemerintah. Foto : Ist.
Indeks

Kesmas UMS Edukasi Warga Desa Alasombo Soal Layanan Kesehatan dan Bantuan Sosial Pemerintah

7 Oktober 2026
Kaprodi Pendidikan Profesi Dietisien FIK UMS, Dr Dwi Sarbini SST M.Kes dan Wakil Ketua DPD PERSAGI Jawa Tengah, Florentinus Nurtitus S.SiT M.Gz RD memberikan pengarahan. Foto : Ist.
Indeks

Sebanyak 42 Dietisien Baru UMS Siap Mengabdi Perbaiki Gizi Masyarakat

7 Oktober 2026
Archfest 2026 di Pura Mangkunegaran, pameran sinergi tiga entitas Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr). Foto : Ist.
Indeks

Tiga Elemen Arsitektur Gelar Archfest 2026 di Pura Mangkunegaran

7 Oktober 2026
Pembahasan Program Gentengisasi dalam rapat bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026). Program tersebut rencananya akan diluncurkan pada akhir November 2026. Foto : Ist.
Indeks

Kebutuhan Program Gentengisasi Jateng Diprediksi Capai 1,1 Juta Keping

7 Oktober 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengunjungi gerai produk UMKM dari Jawa Tengah. Foto : Ist.
Ekonomi

Sebanyak 72 UMKM Jateng Ikuti Ajang Inacraft 2026 di JICC

7 Oktober 2026
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi minta semua sekolah diwilayahnya tingkatkan pengawasan untuk mencegah kasus bullying terus terjadi. Foto : Ist.
Indeks

Ahmad Luthfi Minta Sekolah Tingkatkan Pengawasan untuk Cegah Kasus Perundungan Terus Berulang

7 Oktober 2026
Facebook Instagram Twitter Youtube
Indospektrum

Indospektrum adalah portal berita yang mengonfirmasi data dan fakta dengan sumber informasi.

Kategori

  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Gagasan
  • Galeri
  • Gaya Hidup
  • Indeks
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Uncategorized
  • Video
  • Tentang Kami
  •  
  • Tim Redaksi
  •  
  • Kontak Kami

© 2026 - Indospektrum

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Gagasan
  • Indeks
  • Galeri
    • Foto
    • Video

© 2026 - Indospektrum