SUKOHARJO – Observatorium Assalaam di Kabupaten Sukoharjo akan menggelar pengamatan hilal guna menentukan awal Ramadan 1447 H, Selasa (17/2/2026). Pengamatan akan dilakukan mulai pukul 17.00 WIB dan terbuka untuk umum.
“Berdasarkan data hisab (perhitungan astronomis) di Markas Assalaam Observatory, ijtimak terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19:03:05 WIB,” kata Kepala Pusat Astronomi Assalaam, AR Sugeng Riadi saat dihubungi, Selasa (17/2/2026).
Dikatakannya, mengingat posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk, diperkirakan awal Ramadan akan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026 (menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari).
Dikatakannya, berdasarkan data teknis (Hisab), matahari terbenam (sunset) pada 18:00:44 WIB. Kemudian bulan terbenam (moonset) pada 17:56:39 WIB. Sedangkan ketinggian hilal (altitude) pada -0.84° (di bawah ufuk) serta elongasi 1.11°.
“Keputusan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan oleh Menteri Agama RI pada Selasa malam, 17 Februari 2026,” ucapnya.
SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggulirkan 19 bentuk intervensi di Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan,…
JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya, yaitu PT Kliring…
MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya swasembada pangan melalui modernisasi sektor pertanian…
SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berpartisipasi dalam QS Higher Ed Summit Asia Pacific…
KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyiapkan sejumlah langkah untuk memulihkan fungsi…
JAKARTA — Dukungan moral terhadap mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) masih terus…
This website uses cookies.