Categories: IndeksNews

Pemprov Jateng Dampingi Psikologis Anak-anak Terdampak Penggeledahan di Sukoharjo-Karanganyar

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen memberikan keterangan pers di Mapolda Jateng, Jumat, 30 Oktober 2026. Foto: Ist.

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen memastikan anak-anak yang terdampak penggeledahan dua lokasi yang diklaim sebagai pondok pesantren (ponpes) di Sukoharjo dan Karanganyar mendapatkan pendampingan psikologis.

Pemprov Jateng akan berkoordinasi dengan orang tua atau wali untuk memastikan kondisi anak-anak tersebut tetap terjaga dan mereka dapat melanjutkan pendidikan.

“Di sana ada anak-anak kecil, ini yang perlu kami dampingi supaya mereka bisa terus ada keberlanjutannya,” kata Taj Yasin saat menghadiri konferensi pers di Mapolda Jateng, Jumat, 30 Oktober 2026.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini mengatakan, pendampingan diperlukan agar anak-anak yang berada di lokasi penggeledahan tidak mengalami trauma berkepanjangan dan tetap mendapatkan hak pendidikan.

Ia menambahkan, Pemprov Jateng akan berkomunikasi dengan orang tua untuk memastikan pendampingan berjalan. Anak-anak tersebut juga perlu diarahkan agar melanjutkan pendidikan di lembaga yang telah terverifikasi dan terpercaya.

“Mereka harus tetap belajar di tempat pendidikan yang benar-benar terverifikasi dan terpercaya,” ujarnya.

Selain perlindungan anak, Taj Yasin juga menyoroti pentingnya penertiban lembaga pendidikan keagamaan yang belum memiliki izin operasional.

Ia menjelaskan, nama pondok pesantren Hamalatul Quran yang beredar dalam pemberitaan terkait penggeledahan tersebut setelah ditelusuri diduga belum memiliki izin operasional.

Ia menilai keberadaan rumah tahfiz yang belum memiliki izin perlu ditelusuri, terutama untuk memastikan pengelolaan, tenaga pengajar, dan sistem pendidikannya.

“Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) mengenai hal ini,” jelasnya.

Taj Yasin menegaskan kewenangan penutupan permanen lembaga keagamaan berada pada Kemenag. Sementara itu, Pemprov Jateng akan mendorong koordinasi dan pengawasan bersama instansi terkait.

Sebelumnya, tim gabungan menggeledah dua lokasi di wilayah Sukoharjo dan Karanganyar pada Selasa, 27 Oktober 2026. Penggeledahan merupakan pengembangan penyidikan kasus pembakaran dan perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah yang terjadi pada 12 September 2026.

Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menjelaskan, terdapat sekitar 19 perempuan dan anak-anak di lokasi yang kemudian mendapatkan pendampingan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Mereka telah dikembalikan kepada orang tua atau wali masing-masing.

“Jadi tidak dikembalikan lagi ke tempat tersebut, di tempat yang tadi disinggahi saya katakan ada bangunan yang mereka mengatakan bahwa namanya Ponpes, tetapi ternyata faktanya tidak terdaftar di Kementerian Agama,” jelas Kapolda.

Indospektrum

Recent Posts

Dukung Swasembada Susu Nasional, Pemprov Jateng Siapkan Magelang Jadi Sentra Sapi Perah Baru

MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendukung pengembangan Kabupaten Magelang sebagai sentra sapi perah…

5 jam ago

Diikuti Puluhan Perguruan Tinggi, Ini Daftar Pemenang BPC dan Esai PENA 8.0 UMS

SOLO - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta…

6 jam ago

Pemprov Jateng Perkuat Kompetensi Bendahara KDKMP untuk Gerakkan Ekonomi Desa

KARANGANYAR – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kesiapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di…

7 jam ago

Dosen UMS: AI Ubah Peta Industri Komunikasi, Manusia Tetap Pegang Kendali Eksekusi

SOLO - Kecerdasan buatan atau AI mengubah peta industri komunikasi digital. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan…

7 jam ago

Kemdiktisaintek dan UMS Gelar Workshop PASTI-Q1 2026, Dorong Dosen Indonesia Tembus Jurnal Internasional Bereputasi

SOLO - Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang),…

22 jam ago

Sekda Pemprov Jateng Tekankan Pentingnya Pencermatan Kebijakan dalam Menyusun APBD 2027

SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno menekankan pentingnya integritas, kehati-hatian serta kepatuhan…

23 jam ago

This website uses cookies.